Ecobiz.asia – Metodologi carbon capture and storage (CCS) milik Verra mendapat persetujuan dari Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM) berdasarkan Core Carbon Principles (CCPs), menambah pendekatan berbasis teknologi dalam portofolio metodologi Verra yang telah memenuhi standar CCP.
Persetujuan tersebut mencakup Verified Carbon Standard (VCS) VM0049 Carbon Capture and Storage v1.0, yang menetapkan kriteria dan prosedur untuk menghitung pengurangan emisi gas rumah kaca serta carbon dioxide removals dari proyek yang menangkap CO2 dan menyimpannya secara permanen.
CEO Verra Mandy Rambharos mengatakan CCS merupakan salah satu teknologi yang paling kompleks dalam pengembangan proyek karbon sehingga membutuhkan standar penerapan yang ketat.
“Carbon capture and storage merupakan salah satu teknologi yang paling sulit dan secara teknis paling kompleks di pasar, sehingga harus dilakukan dengan benar,” kata Rambharos dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).
Menurut dia, persetujuan ICVCM menunjukkan bahwa VM0049 beserta modul pendukungnya memenuhi standar integritas yang ditetapkan industri, sekaligus memberikan kepastian bagi pembeli dan pemerintah terhadap proyek VCS yang menggunakan metodologi tersebut.
VM0049 menyediakan kerangka global untuk proyek CCS berbasis teknologi dengan struktur modular yang memungkinkan penerapannya secara fleksibel dan dapat diperluas.
Pengembang proyek dapat mengombinasikan berbagai pendekatan untuk penangkapan, transportasi, dan penyimpanan CO2 sesuai konfigurasi masing-masing proyek. Metodologi ini juga dapat digunakan untuk pengembangan kapasitas proyek, infrastruktur pipa dan penyimpanan bersama, serta penerapan teknologi baru.
Empat modul yang tercakup dalam persetujuan CCP meliputi direct air capture (DAC) melalui VMD0056, transportasi CO2 melalui VMD0057, penyimpanan CO2 melalui VMD0058, serta bioenergy with carbon capture and storage (BECCS) melalui VMD0059.
VM0049 juga mengatur sumber listrik yang digunakan untuk mengoperasikan sistem penangkapan karbon.
Untuk proyek yang menggunakan listrik terbarukan, pengembang harus menunjukkan bahwa listrik tersebut berasal dari sumber energi terbarukan baru yang dikembangkan khusus untuk melayani proyek CCS, bukan dari pembangkit energi terbarukan yang sudah beroperasi sebelumnya.
Rambharos mengatakan perluasan metodologi kredit karbon yang kredibel dibutuhkan untuk mendukung aksi iklim di berbagai sektor.
“Penanganan perubahan iklim membutuhkan semua alat yang tersedia. Semakin banyak kredit yang kredibel di lebih banyak sektor, semakin besar dampaknya terhadap aksi iklim,” ujarnya. ***




