Transisi Energi Global Jadi Magnet Investasi, Indonesia Bidik 28 Komoditas untuk Hilirisasi Hijau

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Investasi transisi energi global mencapai US$2,3 triliun pada 2025, tumbuh 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Tren tersebut dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi sekaligus membangun industri hijau dengan nilai tambah lebih tinggi.

Sekretaris Utama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rudy Salahuddin mengatakan perubahan investasi energi global kini semakin terkait dengan pembangunan industri, rantai pasok teknologi, dan penciptaan lapangan kerja.

“Indonesia telah memiliki momentum investasi yang selanjutnya perlu diarahkan ke sektor yang semakin produktif, hijau, dan bernilai tambah,” kata Rudy pada Seminar Nasional Green Economy 2045 di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Investasi terbesar dalam transisi energi global pada 2025 mengalir ke sektor transportasi terelektrifikasi sebesar US$893 miliar, energi terbarukan US$690 miliar, dan jaringan listrik US$483 miliar.

Read also:  Kemenhut Siapkan Biodiversity Credits untuk Pembiayaan Konservasi, Seperti Apa?

Di dalam negeri, realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% secara tahunan dan setara 49,5% dari target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.

Investasi tersebut menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja, naik 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun atau 29,7% dari total investasi. Sebanyak 75,7% investasi hilirisasi tersebut berada di luar Jawa.

Menurut Rudy, hilirisasi perlu diperluas dari sekadar pengolahan bahan baku menjadi produksi material, komponen, hingga produk rendah karbon yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM telah memetakan 28 komoditas strategis di delapan sektor dengan potensi investasi sekitar US$618,1 miliar hingga 2040.

Read also:  APHI Dukung Prabowo Koreksi Regulasi Pembakaran Lahan

Pengembangan sektor tersebut diproyeksikan menciptakan lebih dari 3 juta lapangan kerja, antara lain melalui industri komponen panel surya, biofuel, sustainable aviation fuel (SAF), hidrogen, kendaraan listrik, baterai, dan battery energy storage system (BESS).

Dari sisi energi, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan sekitar 3.687 GW, termasuk tenaga surya sebesar 3.294 GW. Namun, pemanfaatannya saat ini masih kurang dari 0,5% dari total potensi tersebut.

Peluang investasi juga terbuka melalui RUPTL 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 GW. Dari jumlah tersebut, 42,6 GW atau 61% berasal dari energi terbarukan, 10,3 GW atau 15% dari penyimpanan energi, dan 16,6 GW atau 24% dari pembangkit fosil.

Read also:  Karhutla, Kemenhut Kembali Sanksi Administratif Lima Perusahaan PBPH

Implementasi RUPTL tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp2.133,7 triliun, termasuk Rp1.341,8 triliun untuk energi terbarukan melalui skema independent power producer (IPP).

Kebutuhan tenaga kerja di sektor pembangkitan diperkirakan mencapai lebih dari 836 ribu pekerja, dengan lebih dari 760 ribu di antaranya merupakan green jobs.

Rudy mengatakan ketersediaan energi bersih yang andal dan terjangkau akan menjadi salah satu faktor penting untuk menarik industri masa depan, termasuk amonia hijau, carbon capture and storage (CCS) atau carbon capture, utilization and storage (CCUS), pasar karbon, dan ekonomi sirkular.

“Dampaknya bukan hanya tambahan investasi, tetapi juga pekerjaan berkualitas, ekspor yang lebih kompetitif, dan posisi Indonesia yang lebih kuat dalam rantai pasok global,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Target Bangun PLTS 100 GWp, DEN Sebut Indonesia Butuh Dukungan Jaringan hingga Tenaga Kerja

Ecobiz.asia — Pemerintah mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt peak (GWp) untuk menopang kebutuhan energi Indonesia. Namun, ekspansi tersebut membutuhkan...

Konsumsi Energi Final Indonesia Diproyeksi Tumbuh 2,6% per Tahun hingga 2060

Ecobiz.asia — Dewan Energi Nasional (DEN) memproyeksikan konsumsi energi final Indonesia tumbuh 2,2%–2,6% per tahun sepanjang 2024–2060, dengan sektor industri menjadi pengguna energi terbesar...

Ekonomi Hijau Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Indonesia, Potensi Serap 5,3 Juta Lapangan Kerja

Ecobiz.asia — Pengembangan energi hijau diproyeksikan menciptakan hingga 5,3 juta lapangan kerja pada 2029 sekaligus menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Menteri Koordinator...

Sorot Potensi Energi Terbarukan, Wamen LH Dorong Sungai Ciliwung Dikembangkan untuk PLTMH

Ecobiz.asia — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono melihat potensi pengembangan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dari debit...

Tak Lagi Fokus Kayu, Kemenhut Buka 5,67 Juta Hektare Hutan untuk Pangan, Energi dan Karbon

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan mengarahkan sekitar 5,67 juta hektare kawasan hutan untuk pemanfaatan yang lebih beragam, mulai dari pangan dan energi hingga hasil hutan...

TOP STORIES

Target Bangun PLTS 100 GWp, DEN Sebut Indonesia Butuh Dukungan Jaringan hingga Tenaga Kerja

Ecobiz.asia — Pemerintah mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt peak (GWp) untuk menopang kebutuhan energi Indonesia. Namun, ekspansi tersebut membutuhkan...

Konsumsi Energi Final Indonesia Diproyeksi Tumbuh 2,6% per Tahun hingga 2060

Ecobiz.asia — Dewan Energi Nasional (DEN) memproyeksikan konsumsi energi final Indonesia tumbuh 2,2%–2,6% per tahun sepanjang 2024–2060, dengan sektor industri menjadi pengguna energi terbesar...

Ekonomi Hijau Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Indonesia, Potensi Serap 5,3 Juta Lapangan Kerja

Ecobiz.asia — Pengembangan energi hijau diproyeksikan menciptakan hingga 5,3 juta lapangan kerja pada 2029 sekaligus menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Menteri Koordinator...

Verra’s CCS Methodology Secures ICVCM Approval Under Core Carbon Principles

Ecobiz.asia – Verra’s methodology for carbon capture and storage (CCS) and its accompanying modules have been approved by the Integrity Council for the Voluntary...

PDC Perluas Penerapan CMS ISO 37301, Kepatuhan Jadi Bagian dari Proses Bisnis

Ecobiz.asia — PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperluas penerapan Compliance Management System (CMS) ISO 37301 ke seluruh fungsi perusahaan untuk mengintegrasikan pengelolaan kepatuhan ke...