Pertamina Siapkan 8 Inisiatif Bisnis Energi Rendah Karbon, Dari Hidrogen hingga Biofuel

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pertamina menyiapkan sejumlah bisnis energi rendah karbon, mulai dari biofuel, panas bumi, PLTS dan penyimpanan energi hingga CCS/CCUS dan hidrogen hijau, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan di tengah transisi energi.

Senior Vice President Business Sustainability PT Pertamina (Persero) Wenny Ipmawan mengatakan pengembangan tersebut mencakup delapan kelompok inisiatif bisnis.

“PT Pertamina (Persero) mempunyai strategi pengembangan bisnis rendah karbon di sejumlah sektor, termasuk biofuel, panas bumi, pembangkit listrik tenaga surya dan battery energy storage system (BESS), gas-to-power, waste-to-energy, carbon management, hidrogen hijau, serta inisiatif rendah karbon lainnya,” ujar Wenny dalam Green Economy 2045 di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Read also:  PGE Dorong Pengembangan Panas Bumi Berbasis Konservasi Satwa Endemik, Kembangkan Agroforestri Aren

Di sektor biofuel, Pertamina mengembangkan bioetanol, biodiesel, dan sustainable aviation fuel (SAF). Sementara pada panas bumi, pengembangan mencakup sejumlah wilayah kerja, antara lain Kamojang, Lumut Balai, Lahendong, Ulubelu, dan Hululais.

Untuk energi surya dan penyimpanan, Pertamina mengembangkan PLTS dan BESS di sejumlah lokasi, termasuk fasilitas operasi hulu, kilang, Terminal Tanjung Uban, dan PLTS Pulau Sembur.

Bisnis gas-to-power mencakup pengembangan Jawa Satu Power dan Nusantara Regas. Pertamina juga masuk ke bisnis waste-to-energy melalui proyek Waste-to-Energy Yogyakarta.

Read also:  Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Pada sektor pengelolaan karbon, perusahaan mengembangkan CCS/CCUS Asri Basin, nature-based solutions (NBS), dan perdagangan kredit karbon.

Pertamina juga mengembangkan ekosistem hidrogen hijau di Ulubelu. Inisiatif lainnya mencakup biomethane, biogasoline, dan pengembangan ekosistem hidrogen.

Seluruh pengembangan tersebut ditempatkan dalam Dual Growth Strategy Pertamina, yang berjalan melalui dua jalur, yakni memaksimalkan bisnis eksisting dan membangun bisnis rendah karbon.

Pada bisnis eksisting, strategi mencakup peningkatan produksi hulu, penguatan bisnis hilir, perluasan jasa dan bisnis non-captive, serta optimalisasi dan ekspansi infrastruktur.

Sementara itu, bisnis rendah karbon diarahkan pada scaling up ekosistem biofuel, pengembangan energi hijau, ekspansi kapasitas panas bumi, serta pengembangan teknologi rendah karbon.

Read also:  Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

Pertamina juga menyiapkan sejumlah langkah menuju net zero emissions, termasuk efisiensi energi, pengurangan losses, pembangkitan listrik hijau, elektrifikasi peralatan statis, penggunaan bahan bakar rendah atau nol karbon, serta elektrifikasi untuk mendukung portofolio bisnis hulu.

Dalam portofolio bisnis rendah karbon dan carbon offset, Pertamina mencakup biofuel, geothermal, CCS/CCUS, energi surya dan angin, blue and green hydrogen, baterai dan ekosistem kendaraan listrik, nature ecosystem-based solutions, serta bisnis pasar karbon. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

PGN Pangkas Emisi 29.575 Ton CO₂eq, Andalkan Dekarbonisasi untuk Efisiensi Biaya

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO₂eq) hingga Agustus...

Xurya Soroti Kesiapan Teknologi dan SDM untuk Kejar Target PLTS 100 GWp

Ecobiz.asia — Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun ke depan tidak hanya membutuhkan percepatan konstruksi,...

Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan Fauji Foundation dari Pakistan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit terintegrasi seluas 200.000 hektare...

TOP STORIES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...