Jangan Terus Bebani TPA, Menteri LH: Pengelolaan Sampah Kota Harus Dimulai Dari Rumah

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak boleh lagi bertumpu pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Penegasan tersebut disampaikan Hanif saat kunjungan kerja ke Bandung dalam rangka percepatan penanganan sampah terintegrasi dari hulu ke hilir. Kegiatan diawali dengan aksi bersih Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) di kawasan Pasar Simpang Dago.

“Kita harus mulai dari rumah, pasar, dan pusat aktivitas lainnya. Kalau sampah dipilah sejak awal, beban TPA akan jauh berkurang,” kata Hanif, Sabtu (28/2/2026).

Read also:  Kemenhut Laporkan Penurunan Hotspot Nasional 56 Persen, Pastikan Pengendalian Karhutla Diperkuat

Dalam kunjungan tersebut, Hanif meninjau Bank Sampah Dababersih Dago yang mengelola sampah berbasis komunitas. Ia menilai partisipasi warga dalam memilah sampah dapat menekan volume sampah residu sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari sampah anorganik.

Hanif juga meninjau kawasan Program Kampung Iklim (ProKlim) RW 19 Antapani Tengah, termasuk Program Gaslah (Petugas Pemilah Pengolahan Sampah) yang mendorong pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan permukiman.

Read also:  Karhutla Meningkat, Pemerintah Perkuat Operasi Terpadu di Tiga Provinsi Kalimantan

Untuk jangka panjang, KLH meninjau calon lokasi pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di eks TPA Jelekong. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan.

Meski terdapat sejumlah inisiatif, Bandung masih masuk kategori pembinaan berdasarkan evaluasi kinerja pengelolaan sampah tahun 2025. Kota ini tercatat sebagai bagian dari 253 kabupaten/kota yang belum memenuhi standar pengelolaan sampah nasional.

Read also:  Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Kebekaran Hutan, Satu Izin Dibekukan

“Perubahan perilaku masyarakat adalah kunci. Tanpa pemilahan di tingkat rumah tangga, pengelolaan sampah berkelanjutan sulit dicapai,” ujar Hanif.

Kunjungan ini menjadi bagian dari tindak lanjut komitmen nasional dalam Rakornas Pengelolaan Sampah 2026, termasuk target pengurangan sampah, penghentian praktik open dumping, dan pembatasan residu yang berakhir di TPA. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...

Pantauan Kemenhut: Kalsel Nihil Hotspot, Pengendalian Karhutla di Kalbar-Kalteng Diperkuat

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah setelah pemantauan terbaru menunjukkan kedua provinsi...

Pemerintah Siapkan Panduan ESG untuk Perkuat Daya Saing Industri Mineral Kritis

Ecobiz.asia -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan World Resources Institute (WRI) Indonesia menindaklanjuti hasil...

Karhutla, Kemenhut Kembali Sanksi Administratif Lima Perusahaan PBPH

Ecobiz.asia - – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali menjatuhkan sanksi administratif kepada lima perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kalimantan Barat setelah ditemukan...

TOP STORIES

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...