RI–Korea Sepakati Kerja Sama Energi Bersih hingga CCS, Antisipasi Risiko Krisis Energi Global

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan menandatangani tiga kesepakatan strategis di sektor energi dan mineral, termasuk pengembangan penangkapan karbon (CCS) dan mineral kritis, sebagai langkah antisipasi potensi krisis energi global.

Penandatanganan dilakukan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Seoul, Rabu (1/4/2026), dan disaksikan Presiden Prabowo Subianto serta Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Blue House.

Tiga nota kesepahaman (MoU) yang disepakati mencakup kerja sama energi bersih, carbon capture and storage (CCS), serta pengembangan mineral kritis.

Read also:  Kemenhut–Barantin Sinergi Pencegahan Perdagangan Tumbuhan dan Satwa Liar Ilegal, Perkuat Biosekuriti

Bahlil menegaskan, kesepakatan ini menjadi langkah strategis kedua negara dalam menghadapi risiko gangguan pasokan energi di tengah dinamika geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah.

“Kerja sama ini sangat penting bagi kedua negara dalam mengantisipasi potensi krisis energi dan memperkuat ketahanan pasokan,” ujarnya.

Di sektor energi bersih, kolaborasi difokuskan pada pengembangan teknologi dan investasi, mencakup energi terbarukan, nuklir, hidrogen, penyimpanan energi, baterai, bioenergi, hingga jaringan listrik cerdas dan sistem energi untuk pulau mandiri.

Read also:  Kantong Gajah Sumatra Menyusut dari 42 Menjadi 21, Menhut Beberkan Aksi Penyelamatan

Sementara itu, kerja sama CCS diarahkan pada pengembangan proyek lintas batas, komersialisasi teknologi, serta riset industri untuk menekan emisi karbon.

Di sektor mineral kritis, kedua negara akan memperkuat kolaborasi mulai dari survei geosains, pengolahan dan pemurnian, hingga daur ulang, reklamasi tambang, serta peningkatan standar keberlanjutan dan investasi.

Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut mendorong peningkatan hubungan Indonesia–Korea Selatan menjadi kemitraan strategis yang lebih komprehensif dan konkret, termasuk percepatan implementasi kerja sama di tingkat kementerian.

Read also:  Di Markas PBB, Menhut Tegaskan Komitmen Presiden Prabowo pada Pengelolaan Hutan Lestari

Sementara itu, Presiden Lee menegaskan komitmen Korea Selatan untuk memperdalam kemitraan dengan Indonesia, termasuk menjadikan hubungan kedua negara sebagai kemitraan strategis komprehensif khusus.

Selain tiga MoU sektor energi dan mineral, kedua negara juga menukar total 10 kesepakatan kerja sama dalam kunjungan kenegaraan tersebut, mencerminkan penguatan diplomasi energi dan ekonomi Indonesia di kawasan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

TuK Indonesia Soroti Minimnya Partisipasi Publik dalam Revisi POJK Keuangan Berkelanjutan, Desak Pencegahan Greenwashing

Ecobiz.asia — Transformasi untuk Keadilan Indonesia (TuK Indonesia) mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan pengawasan praktik greenwashing dalam...

Peminat Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Danantara Membludak, Didominasi Perusahaan China

Ecobiz.asia – Minat investor terhadap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dikembangkan Danantara Investment Management (DIM) melonjak tajam pada gelombang kedua seleksi mitra...

Indonesia Perkuat Diplomasi Energi Bersih, Gandeng Afrika dan Asia Dorong Transisi Energi Global

Ecobiz.asia – Indonesia memperkuat diplomasi energi bersih dengan menggandeng Madagascar, Nepal, Kenya, dan Jerman dalam forum South-South and Triangular Cooperation on Renewable Energy (SSTC...

Survei: Publik Asia Tenggara Desak Bank Hentikan Pendanaan PLTU Batu Bara Industri

Ecobiz.asia – Mayoritas masyarakat di Asia Tenggara mendesak sektor perbankan menghentikan pembiayaan proyek batu bara baru, termasuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive yang...

Kemenhut Luncurkan Film Dokumenter “Merawat Esok”, Rekam Aksi Pengurangan Emisi Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan film dokumenter berjudul "Merawat Esok" yang merekam berbagai aksi pengurangan emisi karbon sektor kehutanan dan penggunaan lahan melalui...

TOP STORIES

Pertamina Drilling-Halliburton Perkuat Kerja Sama, Bidik Proyek Migas hingga Geothermal Global

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) dan PT Halliburton Indonesia melakukan kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU)...

NHM Tebar Kepedulian Idul Adha, 66 Ekor Sapi Kurban Didistribusikan di Halmahera Utara

Ecobiz.asia -- Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), pengelola Tambang Emas Gosowong, kembali menunjukkan komitmen sosialnya...

Indonesia Pushes High-Integrity Jurisdictional REDD+ Carbon Market Framework

Ecobiz.asia — Indonesia is stepping up efforts to build a high-integrity jurisdictional REDD+ carbon market, positioning forest carbon trading as a key financing instrument...

Dongkrak Kinerja Bisnis, Pertamina Optimalkan AI dan Digitalisasi

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat transformasi digital melalui pemanfaatan artificial intelligence (AI) dan digital analytics untuk meningkatkan efektivitas operasional sekaligus mendongkrak kinerja...

Perkuat Keandalan Pembangkit Termal dalam Mendukung Transisi Energi, PLN NP Kolaborasi dengan Mitsubishi Power

Ecobiz.asia – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkuat peran pembangkit listrik termal dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional di tengah percepatan transisi energi...