PGN Kembangkan Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Targetkan Pasokan Hingga 25 MMSCFD

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mempercepat pengembangan gas metana batubara (Coalbed Methane/CBM) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, sebagai sumber pasokan gas nonkonvensional untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto mengatakan pengembangan CBM menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendiversifikasi pasokan gas domestik di tengah meningkatnya kebutuhan industri dan pembangkit listrik.

Menurut Arief, PGN telah menyiapkan skema teknis dan komersial untuk menyalurkan gas dari proyek tersebut dengan target pasokan yang meningkat secara bertahap, mulai dari 1 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) hingga mencapai 25 MMSCFD.

Read also:  Gold Standard Luncurkan Metodologi G-RESET, Perluas Akses Pembiayaan Karbon untuk Proyek Energi Terbarukan

“PGN mengembangkan infrastruktur injection point sebagai titik pengumpul gas dari berbagai sumber, baik CBM, biomethane maupun sumber lainnya, sebelum dialirkan ke jaringan pipa transmisi yang telah tersedia,” ujar Arief dalam keterangannya, Minggu (6/7).

Berdasarkan data pemerintah, potensi CBM di wilayah Tanjung Enim diperkirakan mencapai sekitar 9,7 triliun kaki kubik (TCF) Original Gas in Place (OGIP) dengan nilai ekonomi sekitar US$15,4 miliar. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi sumber pasokan gas domestik baru yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Read also:  Progres PLTS Terapung Tembesi Batam Capai 74%, Proyek 46 MWp Masuki Tahap Lanjutan

Selain CBM, PGN juga menjajaki pengembangan pasokan gas dari biomethane berbasis limbah kelapa sawit dan Synthetic Natural Gas (SNG). Ketiga sumber energi tersebut dinilai memiliki potensi besar, khususnya di Sumatera Selatan.

Untuk mendukung pengembangan proyek tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Penerima Gas (SPG) dan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pagardewa, Sumatera Selatan, pada Jumat (3/7).

Dalam kunjungan tersebut, Kantor Staf Presiden (KSP) menegaskan komitmennya mendorong percepatan proyek-proyek strategis nasional di sektor energi, termasuk pengembangan CBM Muara Enim. KSP juga mendorong percepatan penyelesaian berbagai hambatan lintas sektor, termasuk aspek perizinan dan penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), agar proyek dapat segera memasuki tahap komersialisasi.

Read also:  Retrofit Mitsubishi Power Tambah Kapasitas PLTP Darajat Unit 3 Menjadi 129 MW

Arief menyambut baik dukungan pemerintah terhadap pengembangan infrastruktur gas domestik. Menurutnya, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi faktor penting untuk mempercepat pemanfaatan sumber-sumber gas nonkonvensional.

Ia menambahkan, sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN siap mengintegrasikan pasokan gas dari berbagai sumber melalui jaringan pipa yang telah dimiliki sehingga dapat meningkatkan keandalan pasokan energi bagi pelanggan domestik. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PLTS Terapung Karangkates Capai 70% Konstruksi, Bidik Produksi Listrik Perdana Desember

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mencatat progres konstruksi infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur,...

PDC Bersama Pertamina dan PHE Kembangkan Teknologi Geokimia untuk Eksplorasi Hidrogen Alami, Seperti Apa?

Ecobiz.asia — PT Patra Drilling Contractor (PDC), PT Pertamina (Persero), dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengembangkan teknologi geokimia untuk mendukung eksplorasi hidrogen alami...

Tarif, Infrastruktur, Insentif Jadi Kendala Investasi Panas Bumi

Ecobiz.asia -- Keekonomian proyek, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan minimnya insentif fiskal masih menjadi tiga tantangan utama investasi panas bumi di Indonesia, meskipun sumber energi...

PT Timah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi, Penggunaan PLTS dan EV Jadi Prioritas

Ecobiz.asia — PT Timah Tbk tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk mendukung target emisi nol bersih (net zero emission). Perusahaan menghadapi tantangan dalam mengganti...

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

TOP STORIES

ADM Capital Buka Peluang Pembiayaan Karbon di Riau, Integritas Proyek Jadi Kunci

Ecobiz.asia – Pengelola investasi ADM Capital menjajaki peluang pembiayaan proyek karbon di Riau setelah mulai menilai sejumlah proyek di pasar karbon sukarela di Kalimantan. Investment...

Calon Pembeli Internasional Menunggu, Riau Minta Percepatan Registrasi Program Karbon ART-TREES

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau meminta pemerintah pusat mempercepat registrasi program karbon hutan GREEN for Riau melalui standar Architecture for REDD+ Transactions–The REDD+ Environmental...

Selandia Baru Lanjutkan Program Energi Terbarukan di Maluku, Target Kurangi Ketergantungan Bahan Bakar Fosil

Ecobiz.asia – Program pengembangan energi terbarukan di Provinsi Maluku memasuki fase kedua melalui kemitraan Pemerintah Selandia Baru dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral...

Kabar Melegakan! Hotspot Terus Turun Jadi 93 Titik, Kemenhut Pastikan Tetap Siaga Kendalikan Karhutla

Ecobiz.asia — Penurunan jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia menjadi 93 titik pada Senin (26/10/2026), dari 147 titik sehari sebelumnya,...

PLTS Terapung Karangkates Capai 70% Konstruksi, Bidik Produksi Listrik Perdana Desember

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mencatat progres konstruksi infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur,...