PGN Kembangkan Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Targetkan Pasokan Hingga 25 MMSCFD

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mempercepat pengembangan gas metana batubara (Coalbed Methane/CBM) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, sebagai sumber pasokan gas nonkonvensional untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto mengatakan pengembangan CBM menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendiversifikasi pasokan gas domestik di tengah meningkatnya kebutuhan industri dan pembangkit listrik.

Menurut Arief, PGN telah menyiapkan skema teknis dan komersial untuk menyalurkan gas dari proyek tersebut dengan target pasokan yang meningkat secara bertahap, mulai dari 1 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) hingga mencapai 25 MMSCFD.

Read also:  PGE Siapkan Fondasi Bisnis Green Hydrogen, Pilot Project Ulubelu Mulai Beroperasi November

“PGN mengembangkan infrastruktur injection point sebagai titik pengumpul gas dari berbagai sumber, baik CBM, biomethane maupun sumber lainnya, sebelum dialirkan ke jaringan pipa transmisi yang telah tersedia,” ujar Arief dalam keterangannya, Minggu (6/7).

Berdasarkan data pemerintah, potensi CBM di wilayah Tanjung Enim diperkirakan mencapai sekitar 9,7 triliun kaki kubik (TCF) Original Gas in Place (OGIP) dengan nilai ekonomi sekitar US$15,4 miliar. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi sumber pasokan gas domestik baru yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Read also:  VCarboN Bidik Pasar Karbon Compliance, Dorong Akses Proyek Indonesia ke Korea Selatan

Selain CBM, PGN juga menjajaki pengembangan pasokan gas dari biomethane berbasis limbah kelapa sawit dan Synthetic Natural Gas (SNG). Ketiga sumber energi tersebut dinilai memiliki potensi besar, khususnya di Sumatera Selatan.

Untuk mendukung pengembangan proyek tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Penerima Gas (SPG) dan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pagardewa, Sumatera Selatan, pada Jumat (3/7).

Dalam kunjungan tersebut, Kantor Staf Presiden (KSP) menegaskan komitmennya mendorong percepatan proyek-proyek strategis nasional di sektor energi, termasuk pengembangan CBM Muara Enim. KSP juga mendorong percepatan penyelesaian berbagai hambatan lintas sektor, termasuk aspek perizinan dan penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), agar proyek dapat segera memasuki tahap komersialisasi.

Read also:  ADUPI, IDCTA dan ESGIN Bangun Infrastruktur Digital untuk Perkuat Industri Daur Ulang

Arief menyambut baik dukungan pemerintah terhadap pengembangan infrastruktur gas domestik. Menurutnya, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi faktor penting untuk mempercepat pemanfaatan sumber-sumber gas nonkonvensional.

Ia menambahkan, sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN siap mengintegrasikan pasokan gas dari berbagai sumber melalui jaringan pipa yang telah dimiliki sehingga dapat meningkatkan keandalan pasokan energi bagi pelanggan domestik. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Gagas Perluas Akses Gas Bumi di Yogya Lewat Skema CNG

Ecobiz.asia -- Keterbatasan jaringan pipa gas bumi mendorong PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) memperluas...

PGN Dorong Pemanfaatan Jargas sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Sleman

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di Sleman, Yogyakarta, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah...

NHM Kembangkan Pertanian Modern 10 Hektare di Kao Barat untuk Dukung Ketahanan Pangan

Ecobiz.asia -- PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mendorong modernisasi sektor pertanian di Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melalui penerapan teknologi dan...

PHE Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong percepatan pengembangan natural hydrogen di Indonesia sebagai salah satu sumber energi masa depan...

PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Ecobiz.asia -- PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mengajukan tambahan alokasi gas bumi untuk kebutuhan compressed...

TOP STORIES

Presiden Prabowo Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan, Perkuat Operasi Pemadaman

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan di tengah kondisi cuaca yang sangat kering akibat fenomena...

West Java Explores 900 Nm3/Hour Waste-to-Hydrogen Project at Sarimukti

Ecobiz.asia – The West Java Provincial Government is exploring a waste-to-hydrogen project at the Sarimukti regional waste facility with planned hydrogen production capacity of...

Indonesia Accelerates Industrial Decarbonisation Across Nine Sectors Toward 2050 Net Zero

Ecobiz.asia – Indonesia has identified nine industrial subsectors as priorities for decarbonisation as the government targets net-zero emissions in the industrial sector by 2050,...

Indonesia Faces a New Waste Challenge as Renewable Energy Expansion Accelerates

Ecobiz.asia – Indonesia is preparing to scale up renewable energy, but the country is also beginning to confront a less visible consequence of the...

SETI Shows Energy Efficiency Can Cut Industrial Costs by Billions of Rupiah

Ecobiz.asia – Energy-efficiency and clean-energy projects implemented under the Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) program have delivered significant cost-saving and emissions-reduction opportunities for...