KLH-Freeport Restorasi Mangrove di Sumbawa, Menteri Jumhur Tegaskan Semangat Tobat Ekologis

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) meluncurkan program restorasi mangrove di Desa Labuhan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem pesisir sekaligus penguatan ekonomi hijau masyarakat.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat mengatakan rehabilitasi mangrove harus dimaknai sebagai bagian dari gerakan nasional “tobat ekologis”, yakni komitmen bersama untuk memperbaiki kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam di masa lalu.

“Gerakan penanaman mangrove harus menjadi gerakan nasional. Pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab bersama untuk memulihkan alam, khususnya ekosistem pesisir,” kata Jumhur saat peluncuran program di Sumbawa, Selasa (7/7/2026).

Read also:  Tobat Ekologis, 2.649 Sekolah Jalankan Aksi Pengelolaan Sampah hingga Konservasi Energi

Menurut Jumhur, konsep tobat ekologis yang diusung KLH untuk periode 2026–2028 menempatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan sebagai fondasi pembangunan. Karena itu, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan upaya perlindungan dan pemulihan lingkungan hidup.

Ia menjelaskan, restorasi mangrove tidak hanya berfungsi menjaga ekosistem pesisir dari abrasi, gelombang tinggi, dan intrusi air laut, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui peningkatan produktivitas perikanan, pengembangan ekowisata, serta berbagai usaha berbasis jasa lingkungan.

Read also:  MADANI Desak Penguatan Hukum IBSAP, Perkuat Perlindungan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Program tersebut merupakan kelanjutan kerja sama strategis antara pemerintah dan PT Freeport Indonesia yang dimulai pada 2023. Hingga pertengahan 2026, rehabilitasi mangrove di Nusa Tenggara Barat telah mencapai 484 hektare, terdiri atas 445 hektare di Kabupaten Sumbawa dan 39 hektare di Lombok Timur. Program padat karya itu juga melibatkan sekitar 1.500 masyarakat lokal dalam kegiatan pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan dengan total 1,5 juta bibit mangrove jenis Rhizophora sp.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengatakan rehabilitasi mangrove merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung perlindungan lingkungan dan peningkatan ketahanan masyarakat pesisir.

Read also:  Bali World of Care Dorong Mangrove Jadi Aset Blue Carbon Bernilai Ekonomi

“Melalui penanaman mangrove, PT Freeport Indonesia berupaya mendukung perlindungan lingkungan, peningkatan penyerapan karbon, serta penguatan ketahanan masyarakat pesisir. Kami berharap kolaborasi ini memberikan manfaat berkelanjutan bagi ekosistem dan masyarakat,” ujarnya.

Tony menambahkan, PTFI menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 2.000 hektare di luar wilayah operasional perusahaan. Hingga kini, lokasi yang telah terverifikasi mencapai 834 hektare, dengan realisasi penanaman di luar Papua seluas 666 hektare atau sekitar dua juta bibit mangrove. Sementara di Kabupaten Mimika, Papua, perusahaan telah menanam sekitar 5,5 juta bibit mangrove pada area seluas lebih dari 2.184 hektare. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Bali Butuh Rp623,28 Triliun untuk Capai Emisi Nol Bersih 2045, Kesiapan Proyek Jadi Tantangan

Ecobiz.asia – Provinsi Bali membutuhkan investasi hijau sebesar Rp623,28 triliun hingga 2045 untuk mencapai target emisi nol bersih. Namun, keterbatasan fiskal daerah dan kesiapan...

Negosiasi INC on Plastic Pollution Alot, Indonesia Tak Tinggal Diam Tangani Sampah Plastik

Ecobiz.asia – Negosiasi perjanjian internasional untuk mengatasi polusi plastik, Intergovernmental Negotiating Committee (INC) on Plastic Pollution* masih menemui jalan buntu meski telah berlangsung sejak...

BPGMN Perkuat Pengelolaan Gambut dan Pemantauan Permukaan Air untuk Tekan Karhutla, 40 Cm Jadi Warning

Ecobiz.asia — Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) akan memperkuat pengelolaan gambut melalui pemetaan risiko kebakaran, pemodelan kondisi kekeringan, dan pemantauan tinggi muka...

RUU Migas 2026, FSPPB dan Muhammadiyah Desak Pertamina Jadi BUK Migas

Ecobiz.asia — Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong agar Pertamina ditetapkan sebagai Badan Usaha Khusus (BUK) Migas dalam...

TOP STORIES

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi PertaPURE untuk mengolah air terproduksi (produced water) dari kegiatan produksi...