Schneider Electric-ITB Kerja Sama Ciptakan Generasi Muda Unggul Sektor Energi dan Otomasi  

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Schneider Electric menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengintegrasikan kurikulum pendidikan berbasis teknologi pada program studi Teknik Fisika. 

Melalui kerja sama ini, Schneider Electric memperkenalkan EcoStruxure Automation Expert, sebuah solusi otomasi universal pertama di dunia, ke dalam kurikulum bernama IEC 61499 EcoStruxure Automation Expert. 

Mulai semester genap tahun akademik 2024/2025, mahasiswa FTI ITB akan mempelajari mata kuliah yang dirancang oleh Schneider Electric, yang juga akan memberikan pelatihan dan workshop berbasis inovasi kepada staf pengajar ITB guna memastikan kualitas pengajaran yang optimal.

Baca juga: Schneider Electric Raih Penghargaan Kesetaraan Gender WEPs Awards 2024 dari UN Women

Read also:  PHM Perkuat Ekosistem Bank Sampah Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk 43 Unit

Martin Setiawan, Cluster President of Schneider Electric Indonesia & Timor Leste mengatakan, kolaborasi ini membuka peluang besar untuk mempercepat transformasi digital dengan mempersiapkan para pemimpin masa depan yang akan menggerakkan industri di masa mendatang. 

“Langkah ini menjadi inisiatif pertama Schneider Electric secara global, sekaligus wujud nyata upaya kami menjembatani dunia akademik dan industri,” katanya dikutip Senin (6/1/2025).

PKS antara Schneider Electric dan FIT ITB telah ditandatangani pada Desember 2024. “Melalui kerja sama ini, kami akan berbagi wawasan serta mendukung mitra kami dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan, sekaligus mempercepat adopsi teknologi yang dapat mentransformasi industri secara global,” ujar Martin.

Read also:  Bio Farma Mulai Gunakan CNG, Pangkas Emisi dan Biaya Energi

Kolaborasi untuk Mempersiapkan Generasi Muda Menghadapi Tantangan Industri Berbasis AI dan Otomasi

Prof. Brian Yuliarto, Dekan Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung menjelaskan kerja sama yang dijalin merupakan langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda untuk bersaing di era industri yang telah mengadopsi teknologi AI dan otomasi secara luas.

Baca juga: Schneider Electric Pamerkan Solusi Ramah Lingkungan untuk Jaringan Listrik di Indonesia di Electricity Connect 2024

 

Mahasiswa akan dibekali keterampilan praktis dalam mengelola sistem otomasi yang fleksibel, terintegrasi dengan berbagai perangkat lunak, dan tidak terkendala oleh sistem tertutup. 

Read also:  Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengembangkan tenaga kerja terampil di Indonesia, guna memenuhi permintaan 350.000 pekerja di sektor kelistrikan.

“Kerja sama ini membuka peluang besar bagi mahasiswa kami untuk mendapatkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri berbasis AI dan otomasi, khususnya di sektor energi dan otomasi. Kami optimis kolaborasi ini dapat melahirkan pemimpin masa depan yang akan mendukung transformasi digital di sektor energi dan otomasi, sekaligus berkontribusi pada pengembangan tenaga kerja terampil di Indonesia,” ujar dia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...

Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan,...

Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikat Green Terminal

Ecobiz.asia – Terminal LPG Tanjung Sekong milik PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), menjadi terminal LPG pertama di...

Danantara Buka Lagi Pendaftaran Mitra Proyek PSEL, Bidik Investor Global

Ecobiz.asia – PT Danantara Investment Management (DIM) melalui anak usahanya PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) kembali membuka pendaftaran Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk...

Perta Daya Gas Perkuat Infrastruktur Gas untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

Ecobiz.asia – PT Perta Daya Gas (PDG) menegaskan komitmennya memperkuat pengembangan infrastruktur dan layanan gas bumi guna mendukung ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya...

TOP STORIES

Masuk Pasar Karbon Skema Jurisdictional REDD, Riau Tunggu Persetujuan Menteri Keuangan

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau tinggal selangkah lagi memasuki pasar karbon internasional melalui skema Jurisdictional REDD+. Saat ini, pemerintah daerah menunggu penerbitan Letter of...

Türkiye, Ghana and Luxembourg Join The Coalition to Grow Carbon Markets

Ecobiz.asia – Türkiye, Ghana and Luxembourg have joined the Coalition to Grow Carbon Markets, bringing the number of participating governments to 14 and signaling...

Pertamina Exceeds First-Half 2026 Decarbonization Target by 118%

Ecobiz.asia - Indonesia's state-owned energy company PT Pertamina (Persero) exceeded its first-half 2026 decarbonization target by 118%, driven by emissions reduction initiatives across its...

OJK Develops Carbon Insurance to Unlock Financing for Indonesia’s Carbon Projects

Ecobiz.asia – Indonesia's Financial Services Authority (OJK) is developing carbon insurance and other sustainable finance instruments to strengthen the country's carbon market ecosystem and...

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...