ADB Luncurkan Dana Regional Pengembangan ASEAN Power Grid, Modal Awal US$25 Juta

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Asian Development Bank meluncurkan dana perwalian multipihak untuk mendukung persiapan proyek infrastruktur energi dan transmisi lintas negara di Asia Tenggara, menjadi inisiatif pertama dengan skema tersebut di kawasan.

Dana bertajuk Regional Connectivity Fund for Energy in Southeast Asia (RCF) ini ditujukan untuk mempercepat pengembangan program ASEAN Power Grid yang menargetkan integrasi penuh jaringan listrik kawasan pada 2045.

Presiden ADB, Masato Kanda, mengatakan dana ini merupakan langkah penting dalam memperkuat konektivitas energi regional.

“ASEAN Power Grid merupakan salah satu peluang terbesar di Asia Tenggara, dengan potensi menghadirkan ketahanan energi bagi hampir 700 juta penduduk sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan,” ujar Kanda dalam pernyataannya, Selasa (7/4/2026).

Read also:  PLN IP Services Gandeng TMAI Kembangkan PLTS untuk Percepat Transisi Energi

RCF dibentuk di bawah ASEAN Infrastructure Fund dan diharapkan memperkuat kapasitas platform tersebut dalam menghadirkan proyek infrastruktur berdampak tinggi.

Pendanaan awal sekitar US$25 juta berasal dari kontribusi Australia, Kanada, Uni Eropa, Jerman, dan Inggris. Dana ini akan dikelola oleh ADB bekerja sama dengan AIF dan negara-negara anggota ASEAN.

Melalui skema ini, ADB akan menyediakan bantuan teknis dan hibah untuk mendukung kesiapan proyek, termasuk studi kelayakan, desain rekayasa, penataan struktur pembiayaan, serta kajian perlindungan lingkungan dan sosial.

Read also:  Indonesia Siapkan Tiga Skema Implementasi Biodiversity Credit, Apa Saja?

Selain itu, RCF juga akan mendukung layanan advis kebijakan, perbaikan regulasi, peningkatan kapasitas, serta pertukaran pengetahuan guna memperkuat ekosistem integrasi listrik regional.

Permintaan energi di Asia Tenggara diproyeksikan meningkat tiga kali lipat hingga 2050, sehingga mendorong kebutuhan konektivitas yang lebih kuat. ASEAN Power Grid diharapkan dapat meningkatkan akses terhadap listrik yang andal dan terjangkau, termasuk dari sumber energi terbarukan seperti surya, angin, dan hidro.

Read also:  PLN EPI Gandeng Green Marte Kembangkan Energi dari Sampah, Dorong Ekonomi Sirkular

ADB juga telah mengalokasikan hingga US$10 miliar dalam satu dekade ke depan untuk mendukung pengembangan ASEAN Power Grid dan investasi terkait, termasuk jaringan transmisi lintas negara, peningkatan jaringan nasional, serta proyek energi terbarukan yang mendukung perdagangan listrik regional.

Sebelumnya, ADB bersama Sekretariat ASEAN, ASEAN Centre for Energy, dan World Bank juga meluncurkan inisiatif pembiayaan ASEAN Power Grid guna mempercepat implementasi jaringan listrik kawasan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Dari Pernah Merugi hingga Raup Puluhan Juta, Petani Semangka di Musi Banyuasin Bangkit Bersama Program MedcoEnergi

Ecobiz.asia — Hamparan semangka yang kini dipanen Kelompok Sumpal Palawija Makmur di Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi...

Pasar Serap 5.202 Ton Kredit Karbon PalmCo, Pembeli Individu Meningkat

Ecobiz.asia – Partisipasi masyarakat dalam perdagangan karbon menunjukkan tren meningkat sepanjang 2025. Melalui platform IDX Carbon dan PTPN Carbon Hub, publik tercatat membeli 5.202...

PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Energi Kembangkan Bioenergi Sorgum di Gorontalo

Ecobiz.asia - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjajaki pengembangan bioenergi berbasis sorgum melalui kerja sama dengan PT Sorbu Agro Energi sebagai bagian...

PEP Bunyu Field dan FSPPB Tanam Pohon untuk Dukung Keberlanjutan Lingkungan

Ecobiz.asia -- PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field dan Federasi Serikat Pekerja Pertambangan & Gas Bumi Bersatu (FSPPB) menyelenggarakan kegiatan “Aksi Hijau May Day”...

Dua Dekade di Oman, MedcoEnergi Perkuat Ekspansi dan Kemitraan Strategis

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi; IDX: MEDC) menandai dua puluh tahun operasinya di Kesultanan Oman dan menegaskan kembali komitmen jangka panjangnya...

TOP STORIES

Direct Carbon Pricing Now Covers Nearly One-Third of Global Emissions: World Bank

Ecobiz.asia — Direct carbon pricing mechanisms now cover nearly one-third of global greenhouse gas emissions, while revenues generated from carbon pricing have surpassed US$107...

Indonesia, UNEP Sign Implementing Arrangement to Strengthen REDD+ Cooperation

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry and the United Nations Environment Programme have signed an Implementing Arrangement (IA) to strengthen cooperation on Reducing Emissions...

Indonesia, Norway Advance Fifth REDD+ Payment Under Agreed MRV Protocol

Ecobiz.asia — Norway has reaffirmed its commitment to strengthening its climate and forestry partnership with Indonesia and is preparing to disburse the fifth phase...

Dari Pernah Merugi hingga Raup Puluhan Juta, Petani Semangka di Musi Banyuasin Bangkit Bersama Program MedcoEnergi

Ecobiz.asia — Hamparan semangka yang kini dipanen Kelompok Sumpal Palawija Makmur di Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi...

Kemenhut Luncurkan Film Dokumenter “Merawat Esok”, Rekam Aksi Pengurangan Emisi Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan film dokumenter berjudul "Merawat Esok" yang merekam berbagai aksi pengurangan emisi karbon sektor kehutanan dan penggunaan lahan melalui...