Pertamina dan GAPULIMGI Bangun Ekosistem Nasional Minyak Jelantah Berkelanjutan untuk Pengembangan Energi Hijau

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pertamina bersama GAPULIMGI (Gabungan Pengusaha Limbah Minyak Goreng Indonesia) memperkuat kolaborasi strategis untuk membangun ekosistem nasional pengelolaan minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) yang berkelanjutan.

Kerja sama ini menempatkan masyarakat sebagai aktor kunci dalam rantai pasok bahan baku energi hijau, khususnya untuk mendukung pengembangan sustainable aviation fuel (SAF).

Ketua GAPULIMGI Tommy Lim mengatakan, kolaborasi dengan Pertamina menjadi langkah penting untuk mempercepat terbentuknya ekosistem UCO yang terstruktur dan berstandar nasional. Menurut dia, kerja sama ini tidak hanya memperkuat rantai pasok, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi pelaku pengumpulan, UMKM, dan masyarakat.

Read also:  Pertamina EP Bunyu Tanam 1.000 Mangrove dan Durian, Perkuat Ekosistem Pesisir dan Ekonomi Warga

“Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun rantai pasok UCO nasional. Lebih dari 60 persen konsumsi minyak goreng nasional berasal dari rumah tangga dan UMKM, sehingga potensi minyak jelantah terbesar justru berada di tingkat masyarakat,” ujar Tommy, Senin (16/2/2026).

Ia menambahkan, tanpa partisipasi aktif masyarakat, rantai pasok UCO nasional tidak akan optimal. Selain memastikan pasokan yang stabil, pelibatan masyarakat juga dinilai penting untuk menekan praktik ilegal, seperti daur ulang minyak jelantah menjadi minyak konsumsi, sekaligus mendukung pencapaian target energi berkelanjutan.

Read also:  Grup Pertamina Hulu Indonesia Tanam 2.800 Mangrove, Perkuat Blue Carbon dan Ketahanan Pesisir

Dalam mendorong partisipasi publik, GAPULIMGI berperan sebagai pusat edukasi dan advokasi melalui penyusunan materi edukasi, pelatihan, kampanye publik, serta kolaborasi dengan sekolah, komunitas, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

Asosiasi ini juga mendorong skema pengumpulan UCO yang fleksibel, mulai dari rumah tangga yang menyalurkan minyak jelantah melalui bank sampah, drop point, atau pengepul resmi, hingga UMKM kuliner yang difasilitasi melalui aggregator terdaftar dengan skema pengambilan berkala dan insentif yang jelas.

Sejalan dengan itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan bahwa kolaborasi pengelolaan minyak jelantah merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong transisi energi yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Read also:  Pertamina dan Boeing Jajaki Pengembangan Ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia

“Melalui kolaborasi dengan GAPULIMGI, Pertamina mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan UMKM dalam rantai pasok energi hijau, sehingga transisi energi dapat berjalan seiring dengan penciptaan nilai sosial,” kata Baron.

Menurut Baron, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari komunitas hingga pelaku usaha, menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem UCO yang berkelanjutan dan transparan. Inisiatif ini juga sejalan dengan visi pemerintah, termasuk agenda Asta Cita, khususnya dalam mendukung swasembada energi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Grup Pertamina Hulu Indonesia Tanam 2.800 Mangrove, Perkuat Blue Carbon dan Ketahanan Pesisir

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama anak perusahaan dan afiliasinya menanam lebih dari 2.800 bibit mangrove di berbagai wilayah pesisir Kalimantan dan...

PHM Perkuat Ekosistem Bank Sampah Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk 43 Unit

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Balikpapan melalui penyaluran bantuan sarana dan prasarana (sarpras) kepada...

PDC Latih Warga Rokan Hilir Olah Minyak Jelantah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) membekali masyarakat di tiga desa di Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, dengan keterampilan mengolah minyak...

PIS Restorasi Terumbu Karang di Bali Barat, Tanam 100 Fragmen dan Edukasi Anak Pesisir

Ecobiz.asia – PT Pertamina International Shipping (PIS) memperkuat upaya pelestarian ekosistem laut melalui restorasi terumbu karang dan program edukasi maritim di Desa Pejarakan, Bali...

PGE Bukukan Laba Bersih Tumbuh 15,48%, Bidik Kapasitas Panas Bumi 1 GW pada 2028

Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 15,48 persen sekaligus menegaskan komitmennya mempercepat pengembangan panas bumi nasional. Perseroan...

TOP STORIES

Grup Pertamina Hulu Indonesia Tanam 2.800 Mangrove, Perkuat Blue Carbon dan Ketahanan Pesisir

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama anak perusahaan dan afiliasinya menanam lebih dari 2.800 bibit mangrove di berbagai wilayah pesisir Kalimantan dan...

PHM Perkuat Ekosistem Bank Sampah Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk 43 Unit

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Balikpapan melalui penyaluran bantuan sarana dan prasarana (sarpras) kepada...

Kemenhut Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Kemarau dan Ancaman Karhutla

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi puncak musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul prediksi kemarau yang lebih...

Indonesia, Australia Boost Forest Governance Cooperation at APEC Meeting

Ecobiz.asia — Indonesia and Australia have agreed to strengthen cooperation on forest governance, legal timber trade, and sustainable forest management as both countries seek...

Indonesia Introduces New Standards for Carbon Market Validators

Ecobiz.asia – Indonesia has introduced new national competency standards for independent carbon validators and verifiers, marking another step in strengthening the integrity of its...