ANTAM Tebar Dividen Rp5,04 Triliun, Perkuat Langkah Menuju Pemimpin Ekosistem Baterai Nasional

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT ANTAM Tbk (ANTM) menutup tahun buku 2025 dengan pencapaian yang menjadi tonggak penting dalam sejarah perusahaan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas, perusahaan tambang pelat merah ini membukukan kinerja keuangan terbaik sepanjang berdiri sekaligus mempertegas perannya dalam agenda hilirisasi nasional.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (10/6), pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp5,04 triliun atau setara 70% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sisanya sebesar Rp2,16 triliun dialokasikan sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi bisnis dan berbagai proyek strategis perusahaan.

Keputusan tersebut didukung oleh lonjakan kinerja yang impresif sepanjang 2025. ANTAM mencatat pendapatan sebesar Rp84,64 triliun, meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan bahkan melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi Rp7,92 triliun, atau tumbuh 106% dibandingkan 2024.

Kinerja tersebut menunjukkan ketahanan model bisnis ANTAM di tengah dinamika industri pertambangan global. Optimalisasi portofolio komoditas, peningkatan efisiensi operasional, serta disiplin dalam menjalankan strategi bisnis menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan perusahaan.

Read also:  Pertamina dan Boeing Jajaki Pengembangan Ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia

Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menyebut pencapaian tersebut sebagai refleksi dari kuatnya fondasi bisnis perusahaan sekaligus keberhasilan dalam mengelola potensi sumber daya mineral nasional secara berkelanjutan.

“Di tengah dinamika pasar global dan tantangan industri, ANTAM berhasil mencatatkan kinerja operasional dan keuangan terbaik sepanjang sejarah Perseroan. Capaian ini mencerminkan kuatnya fundamental bisnis, efektivitas strategi yang dijalankan secara disiplin, serta komitmen seluruh insan ANTAM dalam mengoptimalkan potensi sumber daya mineral nasional untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Untung.

Namun, bagi ANTAM, capaian finansial bukanlah tujuan akhir. Perseroan kini tengah mempersiapkan langkah yang lebih besar melalui penguatan hilirisasi mineral dan pengembangan rantai pasok industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui rencana perusahaan menerima penugasan strategis dari pemerintah untuk mempercepat pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional berbasis nikel. Langkah ini sejalan dengan agenda hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam yang menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.

Read also:  PLN EPI dan eFUELS SEA Jajaki Ekspor Hidrogen Hijau Indonesia ke Singapura

Melalui penugasan tersebut, ANTAM akan terlibat dalam pembangunan rantai industri baterai secara menyeluruh, mulai dari kegiatan pertambangan nikel, pembangunan fasilitas pengolahan seperti RKEF/RKSBF dan HPAL, hingga refinery, prekursor, katoda, produksi sel baterai, serta fasilitas daur ulang baterai.

Pengembangan ekosistem terintegrasi ini akan dilakukan melalui kolaborasi antara ANTAM dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) bersama HYD Investment Limited, konsorsium yang beranggotakan Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., EVE Energy Co., Ltd., dan PT Daaz Bara Lestari Tbk.

Proyek tersebut dipandang sebagai salah satu langkah strategis Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok global kendaraan listrik yang terus berkembang. Selain meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri, ekosistem ini juga berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat ketahanan bisnis ANTAM dalam jangka panjang.

“Sejalan dengan agenda pembangunan nasional, ANTAM akan terus memperkuat pengembangan bisnis berbasis hilirisasi dan integrasi rantai nilai mineral. Melalui berbagai proyek strategis yang terintegrasi, ANTAM tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga mendukung penguatan kemandirian industri nasional serta posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global,” tambah Untung.

Read also:  Danantara dan Latitude Energy Jajaki Proyek Gasifikasi Batu Bara Pertama di Indonesia

Di samping agenda bisnis, RUPST 2025 juga menyetujui sejumlah perubahan dalam susunan pengurus perusahaan. Pemegang saham mengangkat Aryanto Wibowo sebagai Komisaris Perseroan, serta menunjuk I Dewa Wirantaya sebagai Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir dan Arini Kasmira sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Perubahan tersebut mencerminkan fokus baru ANTAM dalam memperkuat agenda hilirisasi dan transformasi bisnis di tengah meningkatnya peran Indonesia sebagai pusat industri mineral kritis dan kendaraan listrik dunia.

Dengan kombinasi kinerja keuangan yang solid, komitmen terhadap prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), serta keterlibatan dalam pembangunan ekosistem baterai nasional, ANTAM menempatkan diri tidak hanya sebagai perusahaan tambang, tetapi juga sebagai pemain kunci dalam transformasi industri berbasis sumber daya mineral yang berkelanjutan.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Perkuat Budaya HSSE untuk Jaga Keandalan Operasi dan Ketahanan Energi

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) memperkuat implementasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi menjaga keandalan operasional di tengah pertumbuhan bisnis dan meningkatnya...

Serahkan CLoA PSEL Tahap II, Danantara Alihkan Proyek Medan Raya ke Mitra Cadangan

Ecobiz.asia – PT Danantara Investment Management (DIM) mengganti mitra terpilih untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Medan Raya setelah konsorsium yang sebelumnya...

Pertamina Drilling dan ANP Timor Leste Perkuat Kerja Sama Pengembangan SDM Migas

Ecobiz.asia – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menjalin kerja sama dengan Autoridade Nacional do Petróleo (ANP) Timor Leste untuk meningkatkan kapasitas sumber...

Pertamina Bidik Tandan Kosong Sawit Jadi Bioetanol Pengganti BBM Impor

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) memperkuat strategi pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM) dengan mengoptimalkan pemanfaatan minyak sawit beserta limbahnya sebagai sumber bioenergi untuk...

PLN EPI dan eFUELS SEA Jajaki Ekspor Hidrogen Hijau Indonesia ke Singapura

Ecobiz.asia – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan perusahaan asal Singapura, eFUELS SEA Pte. Ltd., menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki pengembangan...

TOP STORIES

Pertamina Perkuat Budaya HSSE untuk Jaga Keandalan Operasi dan Ketahanan Energi

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) memperkuat implementasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi menjaga keandalan operasional di tengah pertumbuhan bisnis dan meningkatnya...

Indonesia Links Transport Decarbonization to Energy Security, Rolls Out Zero ODOL Roadmap

Ecobiz.asia - Indonesia is positioning transport decarbonization as a key pillar of its energy security strategy while rolling out a nine-point roadmap to eliminate...

PLN Expands EV Charging Network as Home Chargers Surpass 92,000

Ecobiz.asia – Indonesia's state-owned electricity company PT PLN (Persero) has significantly expanded the country's electric vehicle (EV) charging infrastructure, with the number of home...

Danantara Issues Conditional Letters of Award to Eight Partners for Indonesia’s Second-Phase WTE Projects

Ecobiz.asia - PT Danantara Investment Management (DIM) has officially issued Conditional Letters of Award (CLoA) to eight selected consortiums for the second phase of...

Indonesia Looks to Universities to Unlock White Hydrogen Potential

Ecobiz.asia – Indonesia's Deputy Minister of Higher Education, Science and Technology, Stella Christie, has called on universities to take a leading role in developing...