Pemerintah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi, Target Terbit Mei 2026

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah mulai menyusun peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon nasional dan memenuhi target net zero emission (NZE) pada 2060. Sektor transportasi menjadi fokus karena menyumbang porsi signifikan emisi gas rumah kaca dari sektor energi.

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan peta jalan tersebut ditargetkan rampung dan diluncurkan pada Mei 2026. Penyusunan roadmap dibahas dalam pertemuan lintas kementerian dan lembaga serta forum “Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi” di Jakarta, Senin (26/1/2026).

“Tema yang kita bahas hari ini adalah dekarbonisasi transportasi di Indonesia. Ini isu penting dan mendesak karena krisis iklim dan pemanasan global. Salah satu faktor penentunya adalah bagaimana kita memproduksi dan menggunakan energi,” ujar AHY.

Indonesia telah meratifikasi Perjanjian Paris 2015 dan menegaskan kembali komitmen penurunan emisi di berbagai forum internasional. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen tersebut dalam Sidang Umum PBB pada September 2025, dengan target NZE pada 2060.

Read also:  Kemenhut Perbarui Rencana Kehutanan Nasional, Fokus Seimbangkan Ekonomi, Ekologi, dan Kesejahteraan

AHY menekankan komitmen internasional tersebut harus diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret dan terukur. Menurutnya, sektor transportasi membutuhkan peta jalan yang jelas agar penurunan emisi berlangsung konsisten dalam jangka menengah dan panjang.

Berdasarkan pemetaan pemerintah, sektor energi menjadi penyumbang emisi terbesar di Indonesia. Transportasi menyumbang sekitar 22 persen emisi sektor energi, dengan transportasi darat mendominasi hingga 89 persen. Sementara transportasi laut, udara, dan perkeretaapian menyumbang porsi lebih kecil.

“Data ini menunjukkan tantangan terbesar ada pada transportasi darat, seiring pertumbuhan jumlah kendaraan yang terus meningkat,” kata AHY.

Pemerintah mendorong penguatan transportasi publik sebagai langkah utama dekarbonisasi, tidak hanya di Jabodetabek, tetapi juga di kota-kota metropolitan lain. Peningkatan kapasitas dan kualitas layanan angkutan massal seperti bus rapid transit dan kereta api menjadi prioritas.

Read also:  Indonesia Undang China Investasi Proyek PLTS 100 GW

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan transisi penggunaan bahan bakar yang lebih efisien dan rendah emisi untuk kendaraan eksisting, sebelum elektrifikasi transportasi diterapkan secara lebih luas.

Tahap berikutnya adalah percepatan adopsi kendaraan listrik berbasis baterai. AHY menilai peningkatan proporsi kendaraan listrik akan menurunkan jejak karbon sektor transportasi secara signifikan dalam jangka menengah dan panjang.

“Jika proporsi kendaraan listrik meningkat, maka pada 2030 hingga 2045 dan seterusnya, emisi dari sektor transportasi dapat ditekan secara nyata,” ujarnya.

Perkeretaapian juga dipandang berperan strategis dalam dekarbonisasi. Pemerintah melanjutkan pengembangan commuter line, kereta listrik, angkutan barang berbasis rel, serta reaktivasi jalur rel yang tidak aktif. Penyusunan dan penetapan regulasi jaringan Trans-Sumatera, Trans-Kalimantan, dan Trans-Sulawesi turut menjadi bagian dari agenda.

Read also:  Menteri LH Siapkan Aturan PRO, Produsen Wajib Tanggung Biaya Pengelolaan Sampah Kemasan

Di subsektor udara, pemerintah menyiapkan regulasi implementasi bahan bakar penerbangan ramah lingkungan atau sustainable aviation fuel (SAF). Sementara di subsektor laut, konsep pelabuhan hijau menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi.

AHY juga menyebut pemanfaatan skema karbon offset dalam subsektor transportasi akan dipertimbangkan untuk mendukung pencapaian target emisi. Peta jalan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi Indonesia pada forum internasional, termasuk COP 31 di Turki pada November 2026.

“Kami berupaya mengawal penetapan peta jalan dekarbonisasi transportasi ini untuk jangka menengah dan jangka panjang,” kata AHY.

Peta jalan tersebut akan menjadi dasar kebijakan nasional untuk menurunkan emisi sektor transportasi sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur di Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Menteri LH Ungkap Minat Investasi Hijau di Indonesia Meningkat: Harus Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa investasi hijau dan berbagai instrumen aksi iklim harus memberikan...

Pemerintah Percepat Pemulihan PLTP Sarulla, Siapkan Investasi Baru Optimalkan Potensi Panas Bumi 1.100 MW

Ecobiz.asia – Pemerintah mempercepat pemulihan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara dengan menyiapkan penyelesaian administrasi hingga Oktober 2026...

Kemenhut Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Kemarau dan Ancaman Karhutla

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi puncak musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul prediksi kemarau yang lebih...

Indonesia Usulkan Hasil Hutan Bukan Kayu Masuk Agenda Strategis APEC EGILAT

Ecobiz.asia – Indonesia mengusulkan agar produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) menjadi bagian dari agenda strategis The 30th Meeting of the APEC Experts Group...

Pemerintah Kebut Operasional PLTA Batang Toru, Perkuat Sistem Kelistrikan Sumatera

Ecobiz.asia – Pemerintah mempercepat pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sumatera yang masih...

TOP STORIES

Menteri LH Ungkap Minat Investasi Hijau di Indonesia Meningkat: Harus Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa investasi hijau dan berbagai instrumen aksi iklim harus memberikan...

ANTAM Dukung Gerak Hijau 2026, Salurkan 5.000 Bibit Mangrove dan Kampanyekan Ekonomi Sirkular

Ecobiz.asia – PT ANTAM Tbk mendukung pelaksanaan Gerak Hijau 2026 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) di kawasan Car Free Day...

Pertamina, West Java Partner to Turn Landfill Methane into Low-Carbon Hydrogen and Biofuel

Ecobiz.asia – Indonesia's state-owned energy company PT Pertamina has partnered with the West Java provincial government to develop low-carbon hydrogen, biomethane, and waste-based biofuels...

Pemerintah Percepat Pemulihan PLTP Sarulla, Siapkan Investasi Baru Optimalkan Potensi Panas Bumi 1.100 MW

Ecobiz.asia – Pemerintah mempercepat pemulihan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara dengan menyiapkan penyelesaian administrasi hingga Oktober 2026...

ESGIN Bidik Investasi Proyek Ekonomi Hijau Pertanian dan Industri Tapioka di Lampung

Ecobiz.asia -- PT ESGIN Global Partners berkomitmen berinvestasi dalam pengembangan proyek ekonomi hijau di sektor pertanian dan industri pengolahan tepung tapioka di Provinsi Lampung....