Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Balikpapan melalui penyaluran bantuan sarana dan prasarana (sarpras) kepada 43 Bank Sampah Unit (BSU). Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas operasional bank sampah sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dan pengembangan ekonomi sirkular.
Bantuan diserahkan dalam acara yang berlangsung di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan pada 22 Juli 2026. Beragam fasilitas yang diberikan meliputi gerobak sampah, timbangan digital, mesin pencacah plastik, rehabilitasi atap, tempat sampah terpilah, gerobak sorong, hingga perbaikan shelter bank sampah.
Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengapresiasi konsistensi PHM dalam mendukung pengelolaan sampah di kota tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan PHM telah terjalin dalam berbagai program lingkungan.
Ia mencontohkan, sebelumnya PHM turut berkontribusi melalui program Waste to Energy for Community (Wasteco) di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Manggar, yang memanfaatkan gas metana dari timbunan sampah organik sebagai sumber energi terbarukan bagi masyarakat sekitar.
Head of Communication Relations & CID PHM, Achmad Krisna Hadiyanto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program Pemberdayaan dan Pelibatan Masyarakat (PPM) perusahaan yang berfokus pada pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas operasional bank sampah, terutama melalui penyediaan 36 unit timbangan duduk digital bagi bank sampah aktif di Balikpapan. Fasilitas itu dinilai dapat memperkuat sistem pencatatan hasil penimbangan sampah sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
“Melalui dukungan sarana dan prasarana ini, kami berharap kegiatan operasional bank sampah semakin optimal sehingga mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Senior Manager Projects PHM, Faisal Akbar, menambahkan bahwa kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Menurutnya, sebagai perusahaan yang bergerak di sektor energi, PHM berkomitmen menjalankan operasional yang sejalan dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Penguatan kapasitas bank sampah diharapkan tidak hanya meningkatkan pengelolaan sampah, tetapi juga mendukung terciptanya ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Sementara itu, General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan perusahaan akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Balikpapan dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membantu mengurangi timbulan sampah, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat melalui aktivitas ekonomi sirkular. ***



