Indonesia Usulkan Hasil Hutan Bukan Kayu Masuk Agenda Strategis APEC EGILAT

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Indonesia mengusulkan agar produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) menjadi bagian dari agenda strategis The 30th Meeting of the APEC Experts Group on Illegal Logging and Associated Trade (EGILAT) sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan hutan lestari.

Usulan tersebut disampaikan Delegasi Indonesia yang dipimpin Direktur Iuran dan Penatausahaan Hasil Hutan Kementerian Kehutanan, Krisdianto, dalam pertemuan EGILAT yang berlangsung di Shenzhen, Tiongkok, pada 29–30 Juli 2026.

Forum teknis APEC tersebut mempertemukan para pejabat kehutanan dari negara-negara anggota untuk memperkuat kerja sama dalam pemberantasan pembalakan liar (illegal logging), mendorong perdagangan produk hasil hutan yang legal, serta memperkuat tata kelola kehutanan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.

Read also:  Rancang Peta Arahan, Kemenhut Siapkan 5,67 Juta Hektare Kawasan Hutan untuk Perizinan Berusaha

Dalam sesi pertukaran informasi, Indonesia menegaskan komitmennya mendukung tujuan utama EGILAT melalui penguatan perdagangan hasil hutan yang legal dan upaya pemberantasan pembalakan liar.

Selain mengusulkan penguatan peran HHBK, Indonesia juga menyampaikan perkembangan implementasi Timber Legality Guidance Template (TLGT).

Pemerintah saat ini tengah melakukan harmonisasi regulasi untuk memperkuat sistem verifikasi legalitas dan keberlanjutan hasil hutan agar selaras dengan perkembangan standar internasional tanpa mengurangi substansi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) yang telah diterapkan.

Pada sesi dialog bersama organisasi internasional, Indonesia menyampaikan apresiasi kepada International Tropical Timber Organization (ITTO) atas dukungannya terhadap berbagai program pengelolaan hutan lestari di Indonesia.

Read also:  Indonesia Siapkan 93 Proyek Hidrogen Senilai Rp32 Triliun untuk Dekarbonisasi Industri dan Transportasi

Pemerintah juga memperkenalkan sejumlah proposal kerja sama baru yang berfokus pada penguatan tata kelola kehutanan, rantai pasok kayu legal, dan pengembangan perhutanan sosial.

Delegasi Indonesia turut memaparkan perkembangan kemitraan dengan Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC). Kerja sama tersebut difokuskan pada penyusunan pedoman bersama, pelaksanaan proyek percontohan, serta penguatan sinergi antara sistem sertifikasi sukarela dengan SVLK Indonesia.

Krisdianto mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam forum EGILAT merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus memperkuat tata kelola kehutanan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Partisipasi Indonesia dalam EGILAT merupakan wujud komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus memperkuat tata kelola kehutanan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas kerja sama internasional dalam mendukung perdagangan hasil hutan yang legal dan berdaya saing,” katanya.

Read also:  Panas Bumi, SAF hingga CCS Masuk Agenda Percepatan Kerja Sama Energi Indonesia-Jepang

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang mendorong transformasi tata kelola kehutanan melalui penguatan legalitas hasil hutan, pengembangan produk hasil hutan bukan kayu, serta peningkatan nilai tambah ekonomi berbasis masyarakat.

Melalui forum EGILAT, Indonesia berharap kolaborasi antaranggota APEC semakin kuat dalam membangun tata kelola kehutanan yang mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Rancang Peta Arahan, Kemenhut Siapkan 5,67 Juta Hektare Kawasan Hutan untuk Perizinan Berusaha

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan alokasi sekitar 5,67 juta hektare kawasan hutan dalam Peta Arahan Pemanfaatan Hutan (PAPH) Tahun 2026 sebagai acuan penerbitan...

ClientEarth-CPI Indonesia Teken MoU, Percepat Transisi Energi Berkeadilan

Ecobiz.asia – ClientEarth dan Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat implementasi energi terbarukan dan transisi energi berkeadilan di Indonesia. Kerja...

Menteri Jumhur Ajak Akademisi Wujudkan Kedaulatan Ekologis Jelang 81 Tahun Indonesia Merdeka

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengajak kalangan akademisi menjadikan kedaulatan ekologis sebagai fondasi baru pembangunan Indonesia...

Kemenhut Perkuat Diplomasi Publik, Siapkan SDM Hadapi Negosiasi Kehutanan Global

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang diplomasi publik dan negosiasi internasional guna mendukung kepemimpinan Indonesia dalam tata kelola...

Menteri LH Ungkap Minat Investasi Hijau di Indonesia Meningkat: Harus Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa investasi hijau dan berbagai instrumen aksi iklim harus memberikan...

TOP STORIES

Masuk Pasar Karbon Skema Jurisdictional REDD, Riau Tunggu Persetujuan Menteri Keuangan

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau tinggal selangkah lagi memasuki pasar karbon internasional melalui skema Jurisdictional REDD+. Saat ini, pemerintah daerah menunggu penerbitan Letter of...

Türkiye, Ghana and Luxembourg Join The Coalition to Grow Carbon Markets

Ecobiz.asia – Türkiye, Ghana and Luxembourg have joined the Coalition to Grow Carbon Markets, bringing the number of participating governments to 14 and signaling...

Pertamina Exceeds First-Half 2026 Decarbonization Target by 118%

Ecobiz.asia - Indonesia's state-owned energy company PT Pertamina (Persero) exceeded its first-half 2026 decarbonization target by 118%, driven by emissions reduction initiatives across its...

OJK Develops Carbon Insurance to Unlock Financing for Indonesia’s Carbon Projects

Ecobiz.asia – Indonesia's Financial Services Authority (OJK) is developing carbon insurance and other sustainable finance instruments to strengthen the country's carbon market ecosystem and...

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...