Kemenhut Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Kemarau dan Ancaman Karhutla

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi puncak musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul prediksi kemarau yang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering pada 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki saat menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla yang dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Rapat tersebut juga dihadiri Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Komisaris Jenderal Polisi Muhammad Fadil Imran, Inspektur Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Widada, para pejabat utama Mabes Polri, seluruh kapolda, wakapolda, dan kapolres dari wilayah rawan karhutla secara virtual.

Read also:  RSPO Perketat Pantauan Karhutla di Perkebunan Bersertifikat, Telusuri Penyebab Kebakaran

Selain Kemenhut, rapat diikuti perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Basarnas.

Dalam paparannya, Rohmat mengapresiasi sinergi antarlembaga yang dinilai berhasil menekan luas kebakaran hutan dan lahan dalam dua siklus El Nino terakhir.

Luas karhutla yang mencapai 2,61 juta hektare pada El Nino 2015 berhasil ditekan menjadi 1,64 juta hektare pada 2019 dan kembali turun menjadi 1,16 juta hektare pada 2023.

Meski demikian, ia mengingatkan hasil analisis BMKG menunjukkan kemarau dan fenomena El Nino pada 2026 diperkirakan datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan lebih kering sebagai awal siklus El Nino empat tahunan yang berpotensi berlanjut hingga 2027.

Read also:  Di Sidang PBB, Menteri Jumhur Tegaskan Pentingnya Aksi Iklim Berkeadilan

Rohmat menegaskan pencegahan harus tetap menjadi prioritas utama karena setiap hektare hutan dan lahan yang berhasil diselamatkan memiliki nilai lebih besar dibandingkan upaya pemadaman setelah kebakaran meluas.

“Mari kita terus menjaga semangat kolaborasi yang terbukti telah berhasil. Kita hadapi El Nino 2026–2027 dengan satu komando, satu tujuan, dan satu semangat melindungi hutan, masyarakat, serta masa depan bangsa Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Wakapolri Dedi Prasetyo mengatakan rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan pada 28 Juli 2026 mengenai antisipasi fenomena El Nino, cuaca ekstrem, dan karhutla.

Read also:  Menhut Ungkap Pengaruh BP-GMN terhadap Konsesi PBPH dan Perkebunan di Lahan Gambut

Menurutnya, arahan Presiden menjadi pedoman bagi Polri untuk memperkuat langkah mitigasi sejak dini melalui patroli terpadu, penguatan deteksi dini, kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia menambahkan Polri juga akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar kebijakan pemerintah dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan, mulai dari pencegahan, penanganan kebakaran, penegakan hukum, hingga pemulihan pascabencana. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Bali Butuh Rp623,28 Triliun untuk Capai Emisi Nol Bersih 2045, Kesiapan Proyek Jadi Tantangan

Ecobiz.asia – Provinsi Bali membutuhkan investasi hijau sebesar Rp623,28 triliun hingga 2045 untuk mencapai target emisi nol bersih. Namun, keterbatasan fiskal daerah dan kesiapan...

Negosiasi INC on Plastic Pollution Alot, Indonesia Tak Tinggal Diam Tangani Sampah Plastik

Ecobiz.asia – Negosiasi perjanjian internasional untuk mengatasi polusi plastik, Intergovernmental Negotiating Committee (INC) on Plastic Pollution* masih menemui jalan buntu meski telah berlangsung sejak...

BPGMN Perkuat Pengelolaan Gambut dan Pemantauan Permukaan Air untuk Tekan Karhutla, 40 Cm Jadi Warning

Ecobiz.asia — Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) akan memperkuat pengelolaan gambut melalui pemetaan risiko kebakaran, pemodelan kondisi kekeringan, dan pemantauan tinggi muka...

RUU Migas 2026, FSPPB dan Muhammadiyah Desak Pertamina Jadi BUK Migas

Ecobiz.asia — Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong agar Pertamina ditetapkan sebagai Badan Usaha Khusus (BUK) Migas dalam...

TOP STORIES

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi PertaPURE untuk mengolah air terproduksi (produced water) dari kegiatan produksi...