ESGIN Bidik Investasi Proyek Ekonomi Hijau Pertanian dan Industri Tapioka di Lampung

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT ESGIN Global Partners berkomitmen berinvestasi dalam pengembangan proyek ekonomi hijau di sektor pertanian dan industri pengolahan tepung tapioka di Provinsi Lampung. Investasi tersebut akan difokuskan pada penerapan pertanian rendah karbon (climate-smart agriculture) serta proyek penangkapan emisi metana di industri tapioka yang berpotensi menghasilkan energi terbarukan dan kredit karbon.

“Lampung memiliki seluruh fondasi untuk menjadi pusat green economy berbasis pertanian di Indonesia. ESGIN berkomitmen untuk berinvestasi pada proyek-proyek strategis yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus manfaat lingkungan, mulai dari Climate Smart Agriculture, biochar hingga methane removal project pada industri pengolahan tepung tapioka,” ujar Vice President & Indonesia Regional Head PT ESGIN Global Partners, Yayang Ruzaldy, dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7).

Komitmen investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT ESGIN Global Partners, Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Lampung, dan Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) mengenai pengembangan ekosistem ekonomi hijau pada sektor pertanian dan industri pengolahan singkong.

Read also:  Danantara Tetapkan Delapan Mitra Pengembang PSEL Tahap II, Nilai Investasi Capai Rp25 Triliun

Selain oleh Yayang Ruzaldy, kesepakatan itu ditandatangani juga oleh Ketua DPD HKTI Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta perwakilan PPTTI dalam rangkaian Musyawarah Daerah HKTI Provinsi Lampung. Acara tersebut juga dihadiri Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional HKTI Abdul Kadir Karding yang mewakili Ketua Umum HKTI Sudaryono.

Melalui kolaborasi tersebut, ESGIN akan berperan sebagai investor sekaligus pengembang infrastruktur ekonomi hijau, mulai dari penyusunan studi kelayakan, pembangunan proyek, implementasi sistem Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV), hingga pengembangan dan monetisasi kredit karbon.

Read also:  ESGIN-Agraus Resources Bangun Kemitraan Strategis, Bidik Pengembangan Proyek Iklim dan Ekonomi Karbon

Pada sektor pertanian, ESGIN bersama HKTI akan mendorong penerapan Climate Smart Agriculture (CSA), pemanfaatan biochar, dan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) pada lahan sawah untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.

Sementara itu, di sektor industri, ESGIN bersama PPTTI akan mengembangkan proyek penangkapan emisi metana (methane capture) pada pabrik-pabrik pengolahan tepung tapioka. Limbah cair industri akan diolah menjadi biogas sebagai sumber energi terbarukan, sekaligus membuka peluang pendapatan baru melalui perdagangan kredit karbon.

Yayang mengatakan integrasi investasi hijau, teknologi digital, pembiayaan hijau, dan pasar karbon diharapkan mampu menciptakan model pembangunan yang meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

“Melalui integrasi investasi, Digital MRV, Artificial Intelligence, blockchain, Green Finance, dan Carbon Market, kami ingin menciptakan model pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat daya saing industri, dan mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia,” katanya.

Read also:  Agincourt Resources Pertahankan Investasi Pendidikan Rp5,29 Miliar di Tengah Pemulihan Operasi

Seluruh proyek akan didukung implementasi Digital MRV berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), citra satelit, Internet of Things (IoT), drone, dan blockchain untuk memastikan transparansi serta akurasi pengukuran emisi sesuai standar nasional maupun internasional.

Lampung dipilih sebagai lokasi implementasi perdana karena merupakan produsen singkong terbesar di Indonesia dengan produksi sekitar 7,5 juta ton per tahun dan memiliki industri pengolahan tepung tapioka yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi hijau berbasis pertanian dan agroindustri yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...

Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan,...

Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikat Green Terminal

Ecobiz.asia – Terminal LPG Tanjung Sekong milik PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), menjadi terminal LPG pertama di...

Danantara Buka Lagi Pendaftaran Mitra Proyek PSEL, Bidik Investor Global

Ecobiz.asia – PT Danantara Investment Management (DIM) melalui anak usahanya PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) kembali membuka pendaftaran Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk...

Perta Daya Gas Perkuat Infrastruktur Gas untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

Ecobiz.asia – PT Perta Daya Gas (PDG) menegaskan komitmennya memperkuat pengembangan infrastruktur dan layanan gas bumi guna mendukung ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya...

TOP STORIES

Masuk Pasar Karbon Skema Jurisdictional REDD, Riau Tunggu Persetujuan Menteri Keuangan

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau tinggal selangkah lagi memasuki pasar karbon internasional melalui skema Jurisdictional REDD+. Saat ini, pemerintah daerah menunggu penerbitan Letter of...

Türkiye, Ghana and Luxembourg Join The Coalition to Grow Carbon Markets

Ecobiz.asia – Türkiye, Ghana and Luxembourg have joined the Coalition to Grow Carbon Markets, bringing the number of participating governments to 14 and signaling...

Pertamina Exceeds First-Half 2026 Decarbonization Target by 118%

Ecobiz.asia - Indonesia's state-owned energy company PT Pertamina (Persero) exceeded its first-half 2026 decarbonization target by 118%, driven by emissions reduction initiatives across its...

OJK Develops Carbon Insurance to Unlock Financing for Indonesia’s Carbon Projects

Ecobiz.asia – Indonesia's Financial Services Authority (OJK) is developing carbon insurance and other sustainable finance instruments to strengthen the country's carbon market ecosystem and...

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...