Optimalkan Aset BMN, PHR Raih Penghargaan dari Kementerian Keuangan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendapat apresiasi dari Kementerian Keuangan atas upayanya mengelola aset Barang Milik Negara (BMN) Hulu Migas. 

PHR mendapatkan predikat Terbaik Pertama sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan Tingkat Optimalisasi Aset terbesar 2024 serta Terbaik Kedua KKKS dengan Tingkat Pengelolaan Aset Teraktif 2024.

“Industri hulu migas dan batubara memiliki peran vital dalam perekonomian Indonesia, baik melalui penerimaan negara, alokasi gas domestik, maupun investasi di sektor eksplorasi dan eksploitasi,” jelas Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara Purnama T. Sianturi di Jakarta, Jumat (21/3/2025).

Baca juga: Resmikan Upgraded Pematang Substation, PHR Siap Pacu Produksi

Read also:  PGE Siapkan Fondasi Bisnis Green Hydrogen, Pilot Project Ulubelu Mulai Beroperasi November

Ia menambahkan, sektor ini berkontribusi pada pendapatan negara baik melalui pajak maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP). 

Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2023, BMN Hulu Migas dan BMN eks PKP2B tercatat sebagai Aset Lainnya dengan nilai mencapai Rp630,4 triliun dan Rp2,94 triliun. Kontribusi besar ini mencerminkan potensi penerimaan negara yang terus dioptimalkan. 
 
Meski demikian, ia mengaku ada sejumlah tantangan dalam hal pengelolaan aset hulu migas, diantaranya masalah pencatatan aset dan pemanfaatannya oleh pihak ketiga tanpa izin. 

Ia menegaskan pihaknya akan terus berupaya memastikan semua aset tercatat dengan baik dan sesuai ketentuan. Salah satunya, dengan mempercepat sertifikasi aset hulu migas untuk memastikan aspek legalitas dan optimalisasi penggunannya.
 
Sementara itu, Pj Corporate Secretary PHR Regional 1 – Sumatera Eviyanti Rofraida mengatakan apresiasi ini akan semakin menambah semangat untuk terus berkontribuasi positif melalui upaya terbaik dalam pengelolaan aset.
 
“Aset BMN Hulu Migas sangat penting bagi aktivitas operasional. Kami selalu upayakan yang terbaik dengan terus menjaga sinergi demi optimalisasi aset milik negara. Kami juga mohon sinergi dari berbagai pihak untuk pengamanan BMN,” ungkapnya.

Read also:  PHM Ubah Limbah Makanan Menjadi Pendorong Ekonomi Sirkular di Pesisir Kalimantan Timur

Baca juga: Inovasi PHR Zona 1, Kombinasi Velocity String dan SSD Maksimalkan Produksi

Salah satu yang aktif dilakukan PHR adalah dengan upaya pensertifikatan lahan BMN Tanah Hulu Migas. Langkah ini sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan No. 140/PMK.06/2020 tentang Pengelolaan BMN Hulu Migas. 

Sertifikat Hak Pakai yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) merupakan alas hak tertinggi yang sah dan memberikan perlindungan hukum untuk memastikan kelangsungan kegiatan operasi usaha hulu migas di lapangan berjalan dengan lancar.  

Read also:  Danantara Buka Lagi Pendaftaran Mitra Proyek PSEL, Bidik Investor Global

Penerbitan sertifikat merupakan wujud kolaborasi yang sinergis dari seluruh stakeholders pertanahan, baik BPN, Kementerian Keuangan, SKK Migas, serta PHR selaku KKKS. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Dua Bulan Beroperasi, DSI Petakan Ekspor Komoditas Strategis Senilai US$14 Miliar

Ecobiz.asia — PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI telah membangun visibilitas atas sekitar 6.500 deklarasi ekspor komoditas strategis dengan nilai lebih dari US$14...

PGN Gagas Perluas Akses Gas Bumi di Yogya Lewat Skema CNG

Ecobiz.asia -- Keterbatasan jaringan pipa gas bumi mendorong PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) memperluas...

PGN Dorong Pemanfaatan Jargas sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Sleman

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di Sleman, Yogyakarta, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah...

PHE Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong percepatan pengembangan natural hydrogen di Indonesia sebagai salah satu sumber energi masa depan...

PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Ecobiz.asia -- PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mengajukan tambahan alokasi gas bumi untuk kebutuhan compressed...

TOP STORIES

Perusahaan Global Kejar Net Zero, Pasar Kredit Karbon Indonesia Terbuka Luas

Ecobiz.asia — Perubahan perilaku perusahaan global dalam mengejar target net zero berpotensi menjadi sumber baru permintaan kredit karbon, termasuk dari Indonesia. Wakil Ketua Indonesia Carbon...

Veritask: New Framework for Carbon Trading in the Waste Sector

On 12 August 2026, the Minister of Environment/Head of the Environmental Control Agency of the Republic of Indonesia enacted Regulation of the Minister of...

Gold Standard, Verra Launch Tool for Article 6.2 Reporting

Ecobiz.asia – Gold Standard and Verra have launched a new tool to help countries report corresponding adjustments (CAs) for carbon credits authorized under Article...

Prabowo Launches 100 GW Solar Program, Sets Three-Year Deadline

Ecobiz.asia — Indonesia has launched a national program to develop 100 gigawatts peak (GWp) of solar power capacity, with an estimated investment of about...

Prabowo Mulai Program PLTS 100 GWp, Sesumbar Rampung dalam Tiga Tahun

Ecobiz.asia — Pemerintah resmi memulai program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) dengan nilai investasi sekitar US$73 miliar...