Kemenhut Pilih 13 Taman Nasional Jadi Lokasi Pilot Inovasi Pembiayaan untuk Pemulihan Ekosistem

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan 13 taman nasional sebagai lokasi percontohan (pilot project) inovasi pembiayaan untuk mendukung pemulihan ekosistem dan penguatan pengelolaan kawasan konservasi.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, selain 13 taman nasional, pemerintah juga menetapkan dua lanskap prioritas, yakni Lanskap Peusangan dan Lanskap Bukit 30, sebagai bagian dari tahap awal implementasi.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional.

Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat Satgas yang digelar di Jakarta, Rabu (29/4/2026), yang dipimpin Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo selaku Ketua Satgas, didampingi Menteri Kehutanan sebagai wakil ketua. Rapat juga dihadiri Wakil Ketua Satgas Mari Elka Pangestu serta perwakilan mitra pembangunan dan organisasi non-pemerintah.

Read also:  Menteri LH Ungkap Minat Investasi Hijau di Indonesia Meningkat: Harus Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Hashim menegaskan bahwa pembentukan Satgas bertujuan mengoptimalkan mobilisasi sumber daya untuk menjaga ekosistem, sekaligus memastikan pendekatan pembiayaan tidak mengarah pada komersialisasi kawasan konservasi.

“Ecology before tourism. Tourism untuk mendukung ecology. Jadi kita harus kaji dan berpikir masak-masak,” ujarnya.

Raja Juli Antoni menambahkan, pemerintah akan mendorong berbagai skema pembiayaan inovatif untuk mendukung pengelolaan taman nasional yang lebih berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Read also:  Kemenhut Laporkan Penurunan Hotspot Nasional 56 Persen, Pastikan Pengendalian Karhutla Diperkuat

“Kita terus eksplorasi, termasuk mekanisme carbon trading dan blended finance yang melibatkan filantropi, investasi sektor swasta, dan sumber pendanaan lainnya,” katanya.

Melalui Satgas ini, pemerintah menjalankan dua strategi utama, yakni membangun prakondisi melalui reformasi regulasi, penguatan kelembagaan, dan desain kebijakan, serta memobilisasi pendanaan melalui kemitraan strategis dan pengembangan instrumen keuangan.

Selain pembiayaan, pemerintah juga menekankan penguatan kapasitas sumber daya manusia di lapangan, seperti Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan, dan penyuluh kehutanan, serta peningkatan sistem pemantauan berbasis teknologi guna menjamin transparansi dan akuntabilitas.

Read also:  Pemerintah Kebut Operasional PLTA Batang Toru, Perkuat Sistem Kelistrikan Sumatera

Melalui langkah ini, pemerintah berharap taman nasional dapat dikelola secara lebih optimal sebagai penyangga kehidupan yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari WWF-Indonesia. CEO WWF-Indonesia Aditya Bayunanda menyatakan skema tersebut berpotensi membuka akses pendanaan filantropi dan multilateral dalam skala besar untuk mendukung konservasi spesies ikonik. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Presiden Prabowo Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan, Perkuat Operasi Pemadaman

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan di tengah kondisi cuaca yang sangat kering akibat fenomena...

Karhutla di Sejumlah Wilayah, KLH Catat Penurunan Kualitas Udara

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mencatat penurunan kualitas udara di sejumlah provinsi yang terdampak potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Kemenhut Laporkan Penurunan Hotspot Nasional 56 Persen, Pastikan Pengendalian Karhutla Diperkuat

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan mencatat jumlah titik panas (hotspot) nasional turun 56,2 persen dalam sehari, dari 2.170 titik pada 19 Agustus menjadi 950 titik...

Karhutla Meningkat, Pemerintah Perkuat Operasi Terpadu di Tiga Provinsi Kalimantan

Ecobiz.asia — Pemerintah memperkuat operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan menyusul peningkatan hotspot berkepercayaan...

Gerakan Jemaat Jaga Bumi, KLH Dorong HKBP Perkuat Pilah Sampah Menuju Gereja Hijau

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong organisasi keagamaan mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan sampah melalui perubahan perilaku jemaat. Menteri LH/Kepala...

TOP STORIES

Presiden Prabowo Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan, Perkuat Operasi Pemadaman

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan di tengah kondisi cuaca yang sangat kering akibat fenomena...

West Java Explores 900 Nm3/Hour Waste-to-Hydrogen Project at Sarimukti

Ecobiz.asia – The West Java Provincial Government is exploring a waste-to-hydrogen project at the Sarimukti regional waste facility with planned hydrogen production capacity of...

Indonesia Accelerates Industrial Decarbonisation Across Nine Sectors Toward 2050 Net Zero

Ecobiz.asia – Indonesia has identified nine industrial subsectors as priorities for decarbonisation as the government targets net-zero emissions in the industrial sector by 2050,...

Indonesia Faces a New Waste Challenge as Renewable Energy Expansion Accelerates

Ecobiz.asia – Indonesia is preparing to scale up renewable energy, but the country is also beginning to confront a less visible consequence of the...

SETI Shows Energy Efficiency Can Cut Industrial Costs by Billions of Rupiah

Ecobiz.asia – Energy-efficiency and clean-energy projects implemented under the Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) program have delivered significant cost-saving and emissions-reduction opportunities for...