ASPEBINDO Dorong Penyesuaian UU Energi untuk Perkuat Transisi Energi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) mendorong penyesuaian Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi guna memperkuat transisi energi, khususnya di sektor industri dan lingkungan.

Dorongan tersebut disampaikan dalam forum diskusi dan konsultasi publik yang diselenggarakan Badan Keahlian DPR RI melalui Pusat Pemantauan Pelaksanaan Undang-Undang, sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap implementasi kebijakan energi nasional, Senin (27/4/2026).

Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira, menilai transisi energi perlu didorong dengan target yang jelas serta mempertimbangkan kondisi riil di dalam negeri, baik dari sisi kapasitas maupun sumber daya.

Read also:  ESDM Mulai Uji Biodiesel B50 di Kereta Api, Persiapan Implementasi Nasional

“Indonesia perlu daya paksa dan target yang jelas. Revisi UU Energi diperlukan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional, termasuk mengurangi ketergantungan impor LPG,” ujarnya.

Ia menilai Indonesia memiliki potensi gas bumi yang besar, namun pemanfaatannya belum optimal sehingga ketergantungan terhadap impor energi masih tinggi.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Eksekutif ASPEBINDO, Aldi Baktiar Arsy Hatapayo, menyatakan bahwa UU Energi yang telah berlaku hampir dua dekade perlu disesuaikan dengan perkembangan global, termasuk mengacu pada prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).

Read also:  Usai Dilantik Jadi Menteri LH, Jumhur Hidayat Siap Benahi Isu Pengelolaan Sampah

Menurutnya, transisi energi perlu dilakukan secara bertahap melalui transformasi dari energi berbasis fosil (grey energy) menuju energi rendah karbon (blue energy) hingga energi terbarukan (green energy).

“UU Energi merupakan isu strategis yang berkaitan dengan komitmen Indonesia dalam pengembangan energi berkelanjutan,” kata Aldi.

Ia juga menyoroti aspek kelembagaan di sektor energi, khususnya di subsektor minyak dan gas bumi. Keberadaan SKK Migas dinilai masih bersifat sementara, sehingga diperlukan penguatan kelembagaan untuk memberikan kepastian hukum dan meningkatkan daya saing industri.

Read also:  DPRD Jadi Kunci Transformasi Sampah, Menteri LH Tekankan Peran Anggaran dan Regulasi

“Diperlukan lembaga yang memiliki legal standing kuat agar mampu berkontrak di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

ASPEBINDO berharap dapat terus terlibat dalam proses perumusan kebijakan energi nasional, termasuk dalam penyusunan regulasi turunan, guna membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi sektor swasta.

Masukan tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi kebijakan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kunjungi TPST BLE Banyumas, Presiden Prabowo Soroti Inovasi Sampah Jadi Genteng

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026), dan menyoroti...

Target Dedieselisasi Dinilai Perlu Diperluas ke PLTU, PLTG

Ecobiz.asia — Rencana pemerintah mengganti 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dinilai perlu diperluas dengan menghentikan pembangunan pembangkit...

Usai Dilantik Jadi Menteri LH, Jumhur Hidayat Siap Benahi Isu Pengelolaan Sampah

Ecobiz.asia - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup di Istana Negara, Jakarta, pada Senin...

Kurangi Ketergantungan Impor LPG, Pemerintah Kaji Pemanfaatan CNG Nasional

Ecobiz.asia — Pemerintah mengkaji pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi domestik untuk mengurangi ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan memperkuat kemandirian...

ESDM Mulai Uji Biodiesel B50 di Kereta Api, Persiapan Implementasi Nasional

Ecobiz.asia — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menguji implementasi biodiesel B50 di sektor perkeretaapian sebagai bagian dari persiapan penerapan...

TOP STORIES

Pertamina Strengthens Domestic Bioethanol Development to Support E20 Target

Ecobiz.asia — Pertamina is strengthening the development of domestically sourced bioethanol through cross-sector collaboration to support the country’s E20 blending mandate targeted for 2028. The...

Kunjungi TPST BLE Banyumas, Presiden Prabowo Soroti Inovasi Sampah Jadi Genteng

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026), dan menyoroti...

Survei: Progres Energi Terbarukan Indonesia Stagnan Meski Permintaan Industri Tinggi

Ecobiz.asia — Survei terbaru yang dilakukan Petromindo Survey menunjukkan meningkatnya kekhawatiran pelaku industri terhadap lambatnya perkembangan energi terbarukan di Indonesia, meski permintaan dan ekspektasi...

Survey Finds Indonesia’s Renewable Energy Progress Stagnant Despite Strong Industry Demand

Ecobiz.asia — A recent survey conducted by Petromindo Survey highlights growing industry concern over the slow pace of renewable energy development in Indonesia, despite...

Target Dedieselisasi Dinilai Perlu Diperluas ke PLTU, PLTG

Ecobiz.asia — Rencana pemerintah mengganti 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dinilai perlu diperluas dengan menghentikan pembangunan pembangkit...