Volume Naik, Fondasi Menguat: Samindo Jaga Ritme di Awal 2026

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Awal tahun menjadi panggung konsistensi bagi PT Samindo Resources Tbk (MYOH). Di tengah dinamika industri pertambangan batubara, Perseroan membuka 2026 dengan ritme operasional yang terjaga—ditopang oleh optimalisasi armada alat berat dan kondisi cuaca yang bersahabat di area tambang.

Motor utama kinerja tetap berada pada aktivitas pengupasan lapisan tanah atau overburden removal. Sepanjang kuartal pertama 2026, volume segmen ini tumbuh solid 10% menjadi 8,42 juta bank cubic meter (bcm), dari 7,65 juta bcm pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini sekaligus menegaskan peran strategis overburden removal sebagai fondasi operasional Perseroan.

Read also:  Sustainability Report Berbasis PSPK 1 dan 2 Mulai 2027, Perusahaan Perlu Segera Bersiap

Kinerja tersebut turut mengalir ke lini produksi. Volume coal getting tercatat naik 7% secara tahunan menjadi 1,43 juta ton, dibandingkan 1,34 juta ton pada kuartal I 2025. Sementara itu, aktivitas coal hauling menunjukkan stabilitas dengan volume 5,86 juta ton, sedikit lebih tinggi dari capaian 5,75 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Konsistensi di lini operasional menjadi pijakan bagi performa keuangan. Secara konsolidasi, Samindo membukukan pendapatan sebesar US$40,96 juta pada tiga bulan pertama 2026. Di sisi profitabilitas, laba bersih tercatat US$3,75 juta—mencerminkan kemampuan Perseroan menjaga margin di tengah tekanan biaya melalui strategi efisiensi dan pemanfaatan aset yang disiplin.

Read also:  Transisi Energi Global Jadi Magnet Investasi, Indonesia Bidik 28 Komoditas untuk Hilirisasi Hijau

Corporate Secretary Samindo, Ahmad Zaki Natsir, menilai capaian ini sebagai refleksi ketahanan model bisnis Perseroan. “Solidnya volume overburden removal dan pencapaian target proporsional pada coal getting merupakan hasil dari disiplin eksekusi di lapangan serta kesiapan utilitas alat berat kami,” ujarnya.

Ke depan, manajemen menegaskan akan tetap fokus pada optimalisasi aset produktif serta pengendalian biaya yang ketat. Dengan fondasi operasional yang terjaga sejak awal tahun, Perseroan optimistis mampu mengamankan target tahunan sekaligus menjaga penciptaan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham.

Read also:  Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Sebagai perusahaan investment holding, Samindo Resources menjalankan bisnis jasa pertambangan batubara melalui sejumlah anak usaha, mencakup layanan overburden removal, coal getting, coal hauling, hingga pemetaan geologi dan pengeboran. Aktivitas ini ditopang pula oleh layanan pendukung seperti penyewaan kendaraan ringan, yang bersama-sama membentuk ekosistem operasional yang terintegrasi. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Kepatuhan Produsen Rendah, KLH Rancang Ulang Permen Peta Jalan Pengelolaan Sampah

Ecobiz.asia — Rendahnya kepatuhan produsen dalam menjalankan tanggung jawab pengurangan sampah mendorong Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merancang ulang regulasi tentang pengurangan...

Satgas PKH Kuasai Kembali 6,21 Juta Hektare Kawasan Hutan Jadi Sawit, 14.633,79 Hektare Jadi Tambang

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menguasai kembali kawasan hutan seluas 6.206.212,14 hektare pada sektor perkebunan sawit dan 14.633,79 hektare...

TOP STORIES

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Parlemen Godok RUU Perubahan Iklim Berkeadilan, Jaga Kepastian Aturan Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Parlemen mulai menyiapkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Iklim Berkeadilan untuk memberikan kepastian dan menjaga konsistensi regulasi bagi proyek-proyek karbon yang...

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Tiga Start Up Iklim Dapat Suntikan Rp15 Miliar, Siap Uji Coba dan Komersialisasi di Indonesia

Ecobiz.asia – Tiga perusahaan start up teknologi iklim mendapat suntikan dana Rp15 miliar untuk menguji solusi mereka di Indonesia, menandai meningkatnya aliran modal ke...