Menteri LH Tegaskan Indonesia Bangun Biodiversity Credit Berbasis Tiga Prinsip Utama, Apa Saja?

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Indonesia tengah mematangkan instrumen biodiversity credit sebagai skema pembiayaan konservasi dengan berpegang pada tiga prinsip utama, yakni integritas ilmiah, inklusi sosial, dan tata kelola yang transparan. Instrumen ini disiapkan untuk melindungi keanekaragaman hayati sekaligus membuka pembiayaan berkelanjutan dari sektor swasta.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan ketiga prinsip tersebut menjadi dasar dalam pengembangan biodiversity credit Indonesia.

“Indonesia memandang bahwa pengembangan biodiversity credit harus dibangun berdasarkan tiga prinsip utama, yaitu integritas ilmiah, inklusi sosial, dan tata kelola yang transparan,” tegas Jumhur dalam International Workshop on Biodiversity Credit Implementation di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Read also:  JDS dan ITB Bahas Tantangan dan Peluang CCS/CCUS di Indonesia

Pengembangan instrumen tersebut membutuhkan fondasi kebijakan, pedoman operasional, dan perangkat pengaturan yang disesuaikan dengan kondisi ekologis, sosial-ekonomi, budaya, serta kelembagaan Indonesia.

Dari sisi sosial, KLH/BPLH menempatkan masyarakat lokal dan masyarakat adat sebagai bagian penting dalam pengembangan biodiversity credit. Mereka dipandang sebagai penjaga alam sekaligus pemegang pengetahuan tradisional yang bernilai dalam pengelolaan keanekaragaman hayati.

Read also:  Isometric Perluas Pasar ke Kredit Karbon Pencegahan Deforestasi, Siapkan Protokol Baru

Pemerintah juga mendorong keterlibatan sektor swasta melalui investasi hijau untuk mendukung konservasi berbasis masyarakat. Manfaat ekonomi dari pelestarian alam, kata pemerintah, perlu dibagikan secara adil kepada pihak-pihak yang berperan menjaga kelestarian lingkungan.

Forum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Indonesia untuk bertukar pengalaman dalam menyiapkan kerangka biodiversity credit nasional dan memperkuat kolaborasi global untuk mendukung Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework. Pembahasan juga diarahkan untuk mendukung persiapan menuju COP17 Convention on Biological Diversity (CBD) di Armenia.

Co-Chair International Advisory Panel on Biodiversity Credit (IAPB) Dame Amelia Fawcett menilai Indonesia memiliki peran penting dalam membentuk pasar biodiversity credit yang berintegritas tinggi dan dapat dikembangkan dalam skala global.

Read also:  Potensi Kredit Karbon Riau Capai 11,7 Juta Ton CO₂e per Tahun, Nilainya Bisa US$235 Juta

“Indonesia memiliki peran penting dalam membentuk pasar kredit keanekaragaman hayati berintegritas tinggi yang dapat dikembangkan dalam skala besar, sampai di tingkat global,” kata Amelia. Menurut dia, pasar yang dirancang dan diatur secara tepat dapat memobilisasi pendanaan swasta untuk konservasi dan restorasi, mendukung penghidupan masyarakat setempat, serta memperkuat ekonomi hijau. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Ecobiz.asia – Kementerian Pertanian mengatur tata cara perdagangan karbon melalui mekanisme offset emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor pertanian, mencakup subsektor persawahan, peternakan,...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

Perkuat Tata Kelola Bursa Karbon, OJK Kedepankan Integritas Pasar dan Perlindungan Konsumen

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat regulasi perdagangan karbon melalui Bursa Karbon Indonesia dengan menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 10 Tahun 2026 dan...

KLH Dorong Pemda Siapkan Proyek Karbon, Bisa Jadi Sumber Pendapatan Daerah

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mendorong pemerintah daerah mulai mengidentifikasi dan menyiapkan proyek-proyek karbon agar dapat memanfaatkan peluang perdagangan...

TOP STORIES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...