Susun Biennial Transparency Report, Indonesia Laporkan Capaian Pengurangan Emisi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mulai menyusun Biennial Transparency Report (BTR) Kedua dan Ketiga untuk melaporkan perkembangan aksi iklim, termasuk capaian pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia kepada masyarakat internasional.

Penyusunan BTR2 dan BTR3 dimulai melalui Lokakarya Awal Proyek BTR2-BTR3 di Jakarta, Selasa (8/9/2026), yang melibatkan perwakilan kementerian/lembaga, akademisi, organisasi masyarakat sipil, serta mitra pembangunan seperti United Nations Development Programme (UNDP).

Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH Ary Sudjianto mengatakan BTR menjadi sarana Indonesia menyampaikan perkembangan upaya penanganan perubahan iklim sekaligus memenuhi kewajiban transparansi dalam kerangka Perjanjian Paris.

Read also:  BP BUMN Arahkan Perhutani Kembangkan Bisnis Karbon, Incar Pendapatan Rp1-2 Triliun

“Laporan ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam memenuhi kewajiban transparansi perubahan iklim serta memberikan gambaran mengenai kemajuan yang telah dicapai,” kata Ary.

BTR memuat sejumlah informasi utama terkait aksi iklim Indonesia, termasuk data emisi GRK, perkembangan pengurangan emisi, serta kemajuan pencapaian target iklim nasional atau Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC).

Laporan tersebut juga mencakup informasi mengenai dukungan yang diterima Indonesia untuk menjalankan program pengendalian perubahan iklim hingga 2024.

Indonesia sebelumnya telah menyampaikan BTR pertama kepada United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) pada 2024. Penyampaian laporan transparansi tersebut dilakukan secara berkala setiap dua tahun sesuai ketentuan dalam kerangka Perjanjian Paris.

Read also:  TruCarbon dan AEI Gelar Webinar PSPK 1 & 2, Siapkan Emiten Hadapi Sustainability Disclosure 2027

Perbarui Data Emisi 2000-2024

KLH/BPLH menyusun BTR2 dan BTR3 sebagai lembaga penghubung resmi Indonesia dengan UNFCCC. Proses tersebut dilakukan bersama UNDP dan mendapat dukungan pendanaan dari Global Environment Facility (GEF).

Proyek BTR2-BTR3 ditujukan untuk membantu Indonesia menyusun laporan perubahan iklim sesuai standar internasional dalam kerangka Perjanjian Paris. Penyusunan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan data yang disampaikan akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Direktur Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) dan Monitoring, Pelaporan, dan Verifikasi (MPV) KLH/BPLH Mitta Ratna Djuwita menyampaikan gambaran umum proyek dan arah penyusunan laporan transparansi Indonesia.

Read also:  Verra Dapat Persetujuan ICVCM untuk Metodologi CCS, Empat Modul Dinyatakan Penuhi Standar CCP

Sementara itu, Center for Climate Risk and Opportunity Management (CCROM) IPB Rizaldi Boer menjelaskan cakupan BTR2, termasuk pembaruan data emisi nasional periode 2000-2024, penyempurnaan laporan, serta penyesuaian dengan ketentuan internasional.

Dari sisi kerja sama internasional, Regional Technical Advisor UNDP Natalia Vasyilvena menjelaskan dukungan UNDP dalam pelaksanaan proyek, termasuk pemantauan dan evaluasi.

Gender Focal Point UNDP Agnes Gurning menambahkan aspek kesetaraan gender juga menjadi bagian dalam penyusunan laporan dan agenda perubahan iklim agar kebijakan serta program dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Parlemen Godok RUU Perubahan Iklim Berkeadilan, Jaga Kepastian Aturan Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Parlemen mulai menyiapkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Iklim Berkeadilan untuk memberikan kepastian dan menjaga konsistensi regulasi bagi proyek-proyek karbon yang...

Tiga Start Up Iklim Dapat Suntikan Rp15 Miliar, Siap Uji Coba dan Komersialisasi di Indonesia

Ecobiz.asia – Tiga perusahaan start up teknologi iklim mendapat suntikan dana Rp15 miliar untuk menguji solusi mereka di Indonesia, menandai meningkatnya aliran modal ke...

Potensi Kredit Karbon Riau Capai 11,7 Juta Ton CO₂e per Tahun, Nilainya Bisa US$235 Juta

Ecobiz.asia — Provinsi Riau memiliki potensi menghasilkan hingga 11,7 juta ton kredit karbon setara karbon dioksida (CO₂e) per tahun dari perlindungan hutan, pemulihan gambut,...

PGE Dorong Pengembangan Panas Bumi Berbasis Konservasi Satwa Endemik, Kembangkan Agroforestri Aren

Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong, Sulawesi Utara, mengembangkan konservasi keanekaragaman hayati dengan melindungi satwa endemik Yaki (Macaca nigra) sekaligus...

Verra Dapat Persetujuan ICVCM untuk Metodologi CCS, Empat Modul Dinyatakan Penuhi Standar CCP

Ecobiz.asia – Metodologi carbon capture and storage (CCS) milik Verra mendapat persetujuan dari Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM) berdasarkan Core Carbon...

TOP STORIES

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Parlemen Godok RUU Perubahan Iklim Berkeadilan, Jaga Kepastian Aturan Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Parlemen mulai menyiapkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Iklim Berkeadilan untuk memberikan kepastian dan menjaga konsistensi regulasi bagi proyek-proyek karbon yang...

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Tiga Start Up Iklim Dapat Suntikan Rp15 Miliar, Siap Uji Coba dan Komersialisasi di Indonesia

Ecobiz.asia – Tiga perusahaan start up teknologi iklim mendapat suntikan dana Rp15 miliar untuk menguji solusi mereka di Indonesia, menandai meningkatnya aliran modal ke...