Verra Luncurkan Program Scope 3, Buka Jalur Sertifikasi Aksi Iklim Rantai Nilai

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Verra meluncurkan Scope 3 Standard (S3S) Program, kerangka kerja untuk mengukur, memverifikasi, dan mensertifikasi hasil aksi iklim yang dilakukan dalam rantai nilai perusahaan.

Program tersebut memungkinkan pengembang proyek menggunakan kerangka sertifikasi independen untuk menerbitkan Scope 3 Units (S3Us), yang diharapkan dapat membuka peluang pembiayaan bagi proyek pengurangan dan penghilangan emisi di sepanjang rantai nilai perusahaan.

Scope 3 mencakup emisi tidak langsung yang berasal dari aktivitas sepanjang rantai nilai perusahaan, termasuk pemasok dan pelanggan. Menurut Verra, emisi tersebut umumnya menyumbang lebih dari 75% total jejak karbon perusahaan.

Verra menyebut lebih dari 40% perusahaan terbuka terbesar di dunia telah menetapkan target net zero yang mencakup emisi Scope 3. Namun, hingga kini belum tersedia sistem independen dan komprehensif untuk mensertifikasi pengurangan maupun penghilangan emisi yang dihasilkan dari investasi perusahaan dalam aksi iklim di rantai nilainya.

Dalam program S3S, setiap satu S3U merepresentasikan satu ton metrik karbon dioksida ekuivalen (CO₂e) yang berhasil dikurangi atau dihilangkan dari atmosfer dalam rantai nilai perusahaan.

Read also:  PHR Perkuat Budaya Inovasi melalui CIIF 2026, Cetak Added Value Creation Rp3,73 Triliun

CEO Verra Mandy Rambharos mengatakan program tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan perusahaan terhadap mekanisme independen dalam mengukur dan melaporkan dampak aksi iklim di rantai nilai.

“Selama bertahun-tahun, komunitas lingkungan memperdebatkan apakah proyek aksi iklim seharusnya masuk dalam akuntansi Scope 3 dan klaim terkait. Sementara itu, perusahaan tetap memiliki ambisi untuk bertindak di bidang ini,” kata Rambharos dalam pernyataannya, Selasa (15/9/2026).

“Yang belum mereka miliki adalah cara yang kredibel dan independen untuk menghitung serta melaporkan dampak dari tindakan tersebut, yang menjadi kunci untuk mengalirkan pembiayaan ke aksi iklim semacam ini,” ujarnya.

Berjalan Bersama VCS

Program S3S akan berjalan berdampingan dengan Verified Carbon Standard (VCS) Program milik Verra. Dengan skema tersebut, proyek yang memenuhi syarat berpotensi menerbitkan S3U maupun kredit karbon konvensional.

Read also:  PLN EPI Uji Co-firing Amonia di PLTU Labuan Mulai 2027

Menurut Verra, mekanisme ini diharapkan memperluas pilihan pembiayaan bagi pengembang proyek sekaligus memperbesar kelompok calon pembeli.

Rambharos mengatakan S3S memanfaatkan pengalaman Verra dalam VCS untuk diterapkan pada pengurangan dan penghilangan emisi di dalam rantai nilai perusahaan. Program tersebut menggunakan panduan akuntansi dan pelaporan yang selaras serta sistem pelacakan.

Peluncuran Versi 1 memungkinkan pengembang proyek mendaftarkan proyek dalam Verra Registry. Pada tahap awal, program menggunakan metodologi VCS yang telah diadaptasi untuk pengelolaan lahan pertanian yang lebih baik dan produksi beton rendah karbon.

Verra berencana menambahkan metodologi untuk sektor lain seiring perluasan program, termasuk kehutanan, bahan bakar industri, super-pollutants, dan refrigerasi.

Pembaruan selanjutnya pada Versi 1 akan memungkinkan proses registrasi, validasi, dan verifikasi proyek yang telah masuk dalam pipeline, sehingga membuka jalan bagi penerbitan S3U pertama.

Read also:  Salurkan Dana Bergulir Skala Mikro Berkelanjutan, BPDLH Gandeng JB Cocoa dan Rainforest Alliance

Sementara itu, Versi 2 akan memperkenalkan panduan dan persyaratan untuk menunjukkan hubungan perusahaan dengan produk dalam rantai nilainya yang terdampak langsung oleh suatu proyek. Versi tersebut juga akan menetapkan persyaratan penerbitan reportable units yang berasal dari S3U untuk digunakan perusahaan dalam pelaporan emisi gas rumah kaca dan klaim aksi iklim.

Program S3S dikembangkan dengan masukan lebih dari 100 pakar yang terlibat dalam Scope 3 Initiative Verra sejak 2022. Program tersebut telah melalui tahap uji coba pada 2022-2026 dengan melibatkan perusahaan dan organisasi dari berbagai sektor.

Verra menyatakan S3S dirancang untuk melengkapi sejumlah kerangka kerja iklim korporasi yang telah ada, termasuk Science Based Targets initiative Corporate Net-Zero Standard, Greenhouse Gas Protocol, ISO Net Zero Aligned Organizations Standard (ISO 14060), Advanced and Indirect Mitigation (AIM) Platform, serta Taskforce for Corporate Action Transparency (TCAT). ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Ecobiz.asia – Kementerian Pertanian mengatur tata cara perdagangan karbon melalui mekanisme offset emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor pertanian, mencakup subsektor persawahan, peternakan,...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

Perkuat Tata Kelola Bursa Karbon, OJK Kedepankan Integritas Pasar dan Perlindungan Konsumen

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat regulasi perdagangan karbon melalui Bursa Karbon Indonesia dengan menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 10 Tahun 2026 dan...

KLH Dorong Pemda Siapkan Proyek Karbon, Bisa Jadi Sumber Pendapatan Daerah

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mendorong pemerintah daerah mulai mengidentifikasi dan menyiapkan proyek-proyek karbon agar dapat memanfaatkan peluang perdagangan...

TOP STORIES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...