KLH Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular, Jombang Jadi Contoh

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong transformasi pengelolaan sampah nasional dari sistem kumpul-angkut-buang menuju ekonomi sirkular yang mampu menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja hijau. Kabupaten Jombang dinilai menjadi salah satu contoh daerah yang mulai menerapkan pendekatan tersebut.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat mengatakan sampah tidak lagi dapat dipandang sebagai limbah semata, tetapi harus dikelola sebagai sumber daya ekonomi. Hal itu disampaikannya saat meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjardowo di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (15/7).

Read also:  London Climate Action Week, Indonesia Dorong Pasar Biodiversity Credit yang Adil Bagi Masyarakat

“Secara umum, pengelolaan sampah di Kabupaten Jombang sudah berjalan baik dan tidak lagi hanya menggunakan pola kumpul, angkut, dan buang. Dari total timbulan sampah, sekitar 30 persen masuk ke TPA. Tinggal kita perkuat intervensinya agar ekonomi sirkular berjalan lebih optimal dan membuka lebih banyak pekerjaan hijau atau green jobs,” kata Jumhur.

Data KLH menunjukkan timbulan sampah di Kabupaten Jombang mencapai sekitar 530 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 180 ton diangkut ke TPA Banjardowo, sementara sisanya dikelola melalui berbagai skema pengurangan. TPA tersebut juga telah dilengkapi fasilitas pemilahan berkapasitas 25 ton per hari dan unit pengomposan berkapasitas 2 ton per hari untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Read also:  Pendanaan Adaptasi Iklim Terbuka Lebar, Akses dan Kualitas Proyek Masih Jadi Tantangan

Menurut Jumhur, transformasi sistem persampahan harus dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan pemilahan sampah dari rumah tangga, optimalisasi bank sampah, peningkatan kegiatan daur ulang, serta pelibatan masyarakat dan pelaku usaha. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi material yang masih dapat dimanfaatkan sekaligus mengurangi ketergantungan pada sistem landfill.

Selain itu, KLH tengah mengkaji penerapan skema pengelolaan sampah berbasis aglomerasi, yakni pemanfaatan fasilitas pengolahan secara bersama oleh sejumlah daerah yang berdekatan. Pemerintah akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jombang dan para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi kebutuhan peningkatan kapasitas pengolahan sekaligus menilai kelayakan teknis dan lingkungan penerapan sistem tersebut. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Menteri LH Siapkan Aturan PRO, Produsen Wajib Tanggung Biaya Pengelolaan Sampah Kemasan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) akan mewajibkan produsen menanggung biaya pengelolaan sampah kemasan melalui skema Packaging Recovery Organization (PRO) sebagai...

Cegah Karhutla, KLH Minta Perusahaan Bantu Restorasi Gambut di Sekitar Konsesi

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meminta perusahaan pemegang konsesi kehutanan, perkebunan kelapa sawit, dan kawasan industri ikut merestorasi ekosistem gambut...

Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Klaim Indonesia Tak Lagi Impor Solar

Ecobiz.asia – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program mandatori biodiesel 50% (B50) di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Pemerintah mengklaim implementasi...

ASEAN Perkuat Antisipasi El Niño dan Kabut Asap, Indonesia Dorong Kesiapsiagaan Regional

Ecobiz.asia - Negara-negara ASEAN memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap lintas batas yang dipicu fenomena El...

Transformasi Pengelolaan Sampah, Pembangunan Fasilitas PSEL Bali Dimulai

Ecobiz.asia - Pemerintah resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Pedungan, Kota Denpasar, Bali, sebagai langkah awal transformasi pengelolaan...

TOP STORIES

HDI Jajaki Kolaborasi dengan BRIN Kembangkan Teknologi Hidrogen untuk Energi

Ecobiz.asia – PT Hidro Dinamika Internasional (HDI) menjajaki kerja sama riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempercepat pengembangan teknologi hidrogen di...

Bio Farma Mulai Gunakan CNG, Pangkas Emisi dan Biaya Energi

Ecobiz.asia – PT Bio Farma (Persero) resmi bekerja sama dengan PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) untuk memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai sumber...

Rubicon Carbon Explores Blue Carbon Project Along Indonesia’s Northern Java Coast

Ecobiz.asia – U.S.-based carbon management company Rubicon Carbon is exploring the development of a community-based blue carbon project in Indonesia's North Java region, focusing...

IBCSD, IDCTA Push Stronger Carbon Market to Boost Indonesia’s Industrial Competitiveness

Ecobiz.asia – The Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) and the Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA), with support from IDX Carbon, have called...

IBCSD dan IDCTA Dorong Penguatan Pasar Karbon Nasional untuk Tingkatkan Daya Saing Industri

Ecobiz.asia – Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA), didukung IDX Carbon, menggelar Forum Strategis Kesiapan Pasar Karbon...