HDI Jajaki Kolaborasi dengan BRIN Kembangkan Teknologi Hidrogen untuk Energi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Hidro Dinamika Internasional (HDI) menjajaki kerja sama riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempercepat pengembangan teknologi hidrogen di Indonesia. Penjajakan dilakukan melalui pemanfaatan fasilitas Reaktor TRIGA 2000 di Kawasan Sains Tamansari, Bandung, sebagai bagian dari upaya memperkuat riset dan inovasi energi bersih.

Direktur PT Hidro Dinamika Internasional Rudiyana Supriadi mengatakan kolaborasi dengan BRIN diharapkan dapat mendukung penelitian, pengujian teknologi, validasi ilmiah, hingga sertifikasi produk sehingga inovasi hidrogen yang dikembangkan memenuhi standar yang berlaku.

“Kami sangat membutuhkan pendampingan dan kolaborasi riset bersama BRIN sebagai lembaga yang memiliki kompetensi, infrastruktur penelitian, serta kewenangan dalam pengujian dan pengembangan teknologi nuklir. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi nasional yang siap diimplementasikan oleh industri,” ujar Rudiyana saat berkunjung ke Kawasan Sains Tamansari, Bandung, Senin (13/7).

Read also:  PLN EPI Uji Co-firing Amonia di PLTU Labuan Mulai 2027

Dalam pertemuan tersebut, HDI memaparkan sejumlah teknologi yang tengah dikembangkan, mulai dari produksi hidrogen, sistem penyimpanan energi berbasis silika, teknologi plasmalysis, hingga pemanfaatan hidrogen untuk sektor industri, transportasi, dan pembangkit listrik.

Menurut Rudiyana, perkembangan teknologi energi global semakin mengarah pada pemanfaatan energi rendah emisi. Berbagai negara telah mengembangkan teknologi nuklir generasi baru, termasuk Small Modular Reactor (SMR) dan reaktor nuklir portabel, yang dinilai berpotensi mendukung produksi hidrogen bersih sekaligus memenuhi kebutuhan energi sektor industri.

Read also:  Pemkab Aceh Tamiang, Fairatmos, Manka Jajaki Potensi Blue Carbon di 24.000 Hektare Mangrove

Ia menilai Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan teknologi tersebut melalui sinergi antara industri, pemerintah, dan lembaga riset. Dalam konteks itu, teknologi nuklir dapat menjadi salah satu sumber energi yang stabil untuk mendukung produksi hidrogen di masa depan.

Rudiyana juga menilai hidrogen memiliki prospek besar sebagai sumber energi alternatif seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional dan tantangan pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Hidrogen dapat diproduksi dari berbagai sumber energi dan dimanfaatkan pada sektor industri, transportasi, maupun pembangkit listrik.

Read also:  Pangkas Penggunaan BBM, PLN EPI Siapkan Gasifikasi Pembangkit 477 MW di Nusa Tenggara

Sementara itu, Ketua Tim Fasilitas Reaktor TRIGA 2000 Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran BRIN Abdul Rahim Iso Suwarso mengatakan Reaktor TRIGA 2000 merupakan infrastruktur riset yang dimanfaatkan untuk penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, produksi radioisotop, analisis material, pendidikan, serta pengembangan teknologi nuklir.

Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi aset strategis yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kolaborasi penelitian antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor industri dalam menghasilkan inovasi berbasis sains dan teknologi. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan Fauji Foundation dari Pakistan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit terintegrasi seluas 200.000 hektare...

PDC Raih Dua Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 lewat Website Karir dan Buletin Binar

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) meraih dua penghargaan dalam Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Website Karir PDC dan buletin internal Binar, masing-masing...

Pertamina, Transjakarta Targetkan Uji Coba Bus Hidrogen pada 2028

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menjajaki pengembangan ekosistem hidrogen untuk mendukung penggunaan energi rendah karbon di sektor transportasi publik,...

Pertamina, PAL Jaya Jajaki Pemanfaatan Limbah FOG untuk Biofuel dan SAF

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) menjajaki pemanfaatan limbah fat, oil, and grease (FOG) sebagai bahan baku alternatif biofuel, termasuk sustainable aviation fuel (SAF), melalui...

Pertamina EP Sangasanga Field Dukung Kelompok Wanita Tani Pertanian Hidroponik

Ecobiz.asia – Kelompok Wanita Tani (KWT) Rosella di Kelurahan Sarijaya, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berhasil memanen buah melon premium melalui budidaya...

TOP STORIES

RUU Migas 2026, FSPPB dan Muhammadiyah Desak Pertamina Jadi BUK Migas

Ecobiz.asia — Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong agar Pertamina ditetapkan sebagai Badan Usaha Khusus (BUK) Migas dalam...

Dunia Lirik Produk Hijau, Transisi Energi Jadi Kunci Daya Saing Ekspor Indonesia

Ecobiz.asia — Penggunaan energi bersih dalam proses produksi semakin menentukan daya saing produk di pasar global. Pemerintah menilai transisi energi menjadi kebutuhan strategis untuk...

IEEFA Nilai Target PLTS 100 GWp Menjanjikan, Tapi Ada Syaratnya

Ecobiz.asia — Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menjanjikan efisiensi...

Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan Fauji Foundation dari Pakistan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit terintegrasi seluas 200.000 hektare...

Ambisi 100 GWp Terancam Jadi Narasi Panggung, COP31 Jadi Momentum Pembuktian Prabowo

Ecobiz.asia — Ambisi pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) hingga 2029 berisiko berhenti sebagai komitmen di panggung internasional...