Kelola Manajemen Risiko dengan Inovatif, PLN Raih Penghargaan ASEAN Risk Award 2024

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) berhasil meraih penghargaan penghargaan kategori ASEAN Governance, Risk, Compliance Category 2 pada ajang ASEAN Risk Award (ARA) 2024.

PLN dinilai berkontribusi terhadap kemajuan praktik manajemen risiko dengan pemanfatan teknologi baru sebagai respons perubahan. 

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan penghargaan itu menjadi motivasi untuk dirinya dan seluruh insan PLN untuk terus melakukan upaya terbaik dalam mengimplementasikan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan manajemen kepatuhan.

Baca juga: Raih Penghargaan Cipta dan Cipta 2024, Dirut PLN Darmawan Prasodjo Tegaskan Komitmen Transisi Energi

Read also:  Situasi Global Bergejolak, Pemerintah Perlu Hitungan Presisi Jaga Ketahanan BBM

“Penghargaan ini menjadi momen berharga yang akan terus memotivasi bagi kami PLN Group sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). PLN akan selalu hadir dan menerapkan prinsip-prinsip GRC dalam menjalankan bisnis perusahaan,” ucap Darmawan di Jakarta, Rabu 7 Agustus 2024.

Pada Ajang itu, Darmawan Prasodjo juga berhasil meraih penghargaan Risk Professional of the Year 2024. Penghargaan diberikan karena Darmawan dinilai berhasil membangun tata kelola dan praktik manajemen risiko perusahaan yang inovatif di PLN.

Read also:  AMMAN Raih PROPER Hijau 2025, Dorong Inovasi Energi dan Pemberdayaan Masyarakat

Penganugerahan ASEAN Risk Award (ARA) 2024 digelar di Bangkok, Thailand, Jumat, 5 Juli 2024.

ARA merupakan ajang penghargaan tahunan untuk mengakui organisasi yang telah menunjukkan kemampuannya dalam menerapkan strategi manajemen risiko perusahaan secara efektif dalam mengatasi tantangan dan peluang kompleks yang muncul pada lingkungan bisnis se-Asia Tenggara.

ARA pertama kali diselenggarakan pada 2016, dan pada ARA 2024  mengusung tema “The Suistanibility ASEAN” dengan total 7 kategori terbagi 6 kategori untuk organisasi dan 1 kategori untuk individu.

Baca juga: EcoMatcher-VNV Advisory Luncurkan Proyek Pengurangan Karbon Lewat Penanaman Pohon TREES+, Ada di Indonesia

Read also:  IIGCE 2026 Digelar Agustus, Dorong Panas Bumi sebagai Baseload Transisi Energi

Darmawan menjelaskan, PLN telah menerapkan strategi manajemen risiko utama untuk mempertahankan misi dalam memenuhi kebutuhan energi ratusan jutaan masyarakat Indonesia. Strategi-strategi yang dibuat mencakup diversifikasi sumber energi dan fokus pada energi baru terbarukan (EBT) guna mengganti bahan bakar fosil ke energi ramah lingkungan.

“Ke depannya PLN akan terus mengembangkan komitmennya dalam menciptakan perusahaan yang berbisnis dengan tata kelola yang semakin baik,” tutur Darmawan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Situasi Global Bergejolak, Pemerintah Perlu Hitungan Presisi Jaga Ketahanan BBM

Ecobiz.asia -- Pemerintah perlu mengedepankan kehati-hatian dan perhitungan yang presisi dalam menetapkan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, di tengah...

IIGCE 2026 Digelar Agustus, Dorong Panas Bumi sebagai Baseload Transisi Energi

Ecobiz.asia — Indonesian Geothermal Association (INAGA) akan menggelar The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 pada 19–21 Agustus 2026 di Jakarta...

AMMAN Raih PROPER Hijau 2025, Dorong Inovasi Energi dan Pemberdayaan Masyarakat

Ecobiz.asia -- PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) meraih predikat PROPER Hijau dalam Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), menegaskan...

Kemenhut Luncurkan Program Ramah Hewan, Sediakan 10 Titik “Tempat Traktir Kucing”

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan program “Kemenhut Ramah Hewan” dengan menyediakan 10 titik “Tempat Traktir Kucing” di lingkungan kompleks Kemenhut Manggala Wanabakti Jakarta,...

PHM Gelar Safari Ramadan di Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk Anak Disabilitas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama Badan Dakwah Islam (BDI) PHM menggelar kegiatan Safari Ramadan di Balikpapan pada akhir pekan lalu sebagai...

TOP STORIES

Indonesia to Launch Carbon Registry System in July, Invites Developers for Trial Phase

Ecobiz.asia — Indonesia is set to launch its Carbon Unit Registry System (SRUK) in July 2026 as a key infrastructure to support the country’s...

Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) Segera Diluncurkan, KLH Ajak Pengembang Proyek Ikut Uji Coba

Ecobiz.asia – Pemerintah segera meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai infrastruktur utama perdagangan karbon di Indonesia. Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan...

Dapat Pendanaan Rendah Karbon, Venambak Eksekusi Proyek Tambak Udang Ramah Lingkungan di Sumbawa

Ecobiz.asia – PT Venambak Kail Dipantara mulai mengeksekusi proyek budidaya udang ramah lingkungan di Kabupaten Sumbawa setelah memperoleh pendanaan dari skema Low Carbon Development...

PIS–PGN Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon, Dari LNG hingga Hidrogen

Ecobiz.asia — PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjalin kerja sama untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan ekosistem...

Siapkan Investasi Awal Rp420 M, Eco Power Nusantara Kembangkan Proyek Biochar hingga Kredit Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia — PT Eco Power Nusantara menyiapkan investasi awal sekitar US$25 juta atau setara Rp420 miliar untuk pengembangan proyek biochar dan kredit karbon berbasis...