Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pemerintah tengah menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatra dan Gajah Kalimantan di tengah penyusutan drastis habitat satwa tersebut. Dari sebelumnya 42 kantong populasi gajah Sumatra, kini hanya tersisa 21 kantong.
Hal itu disampaikan Raja Juli Antoni dalam pertemuan bersama aktivis lingkungan dan influencer di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Menurut Menhut, kondisi gajah Sumatra dan gajah Kalimantan saat ini sudah berada dalam status sangat terancam punah atau critically endangered sehingga membutuhkan langkah lintas sektor yang lebih konkret.
“Inpres ini menunjukkan komitmen yang sangat kuat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menyelamatkan gajah kita. Fokus utama kami adalah bagaimana mengeksekusi ide-ide tersebut secara nyata di lapangan,” ujar Raja Juli Antoni.
Ia mengatakan naskah Inpres saat ini tengah menjalani proses sirkulasi administratif antar kementerian sebelum diterbitkan secara resmi.
Salah satu poin utama dalam beleid tersebut adalah integrasi pembangunan infrastruktur dengan perlindungan habitat satwa liar. Kementerian Kehutanan akan menyiapkan peta home range gajah yang wajib menjadi acuan pembangunan jalan maupun proyek infrastruktur lainnya.
Menurut Raja Juli, pembangunan jalan tol maupun proyek strategis nasional ke depan harus memperhatikan jalur pergerakan gajah, termasuk dengan penyediaan underpass atau terowongan agar konektivitas habitat tetap terjaga.
Dalam pertemuan yang turut dihadiri Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dan Direktur Jenderal KSDAE Satyawan Pudyatmoko itu, Menhut juga meminta 21 kantong gajah yang tersisa dipertahankan dan dipulihkan kualitas ekosistemnya.
Pemerintah juga akan membangun koridor satwa untuk menyambungkan habitat yang terfragmentasi akibat alih fungsi lahan maupun aktivitas ilegal.
“Penting bagi kita untuk memiliki data yang akurat. Dalam Strategi dan Rencana Aksi Konservasi harus ada target angka peningkatan populasi yang jelas misalnya dalam lima tahun ke depan,” kata Raja Juli.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan penanganan konflik manusia dan gajah di kawasan Way Kambas yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Salah satu opsi yang disiapkan adalah pembangunan barrier untuk mencegah konflik langsung antara manusia dan satwa liar. ***



