Jangan Terus Bebani TPA, Menteri LH: Pengelolaan Sampah Kota Harus Dimulai Dari Rumah

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak boleh lagi bertumpu pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Penegasan tersebut disampaikan Hanif saat kunjungan kerja ke Bandung dalam rangka percepatan penanganan sampah terintegrasi dari hulu ke hilir. Kegiatan diawali dengan aksi bersih Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) di kawasan Pasar Simpang Dago.

“Kita harus mulai dari rumah, pasar, dan pusat aktivitas lainnya. Kalau sampah dipilah sejak awal, beban TPA akan jauh berkurang,” kata Hanif, Sabtu (28/2/2026).

Read also:  TuK Indonesia Soroti Minimnya Partisipasi Publik dalam Revisi POJK Keuangan Berkelanjutan, Desak Pencegahan Greenwashing

Dalam kunjungan tersebut, Hanif meninjau Bank Sampah Dababersih Dago yang mengelola sampah berbasis komunitas. Ia menilai partisipasi warga dalam memilah sampah dapat menekan volume sampah residu sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari sampah anorganik.

Hanif juga meninjau kawasan Program Kampung Iklim (ProKlim) RW 19 Antapani Tengah, termasuk Program Gaslah (Petugas Pemilah Pengolahan Sampah) yang mendorong pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan permukiman.

Read also:  Kemenhut dan UNEP Tandatangani Implementing Arrangement untuk Perkuat Kerja Sama REDD+

Untuk jangka panjang, KLH meninjau calon lokasi pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di eks TPA Jelekong. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan.

Meski terdapat sejumlah inisiatif, Bandung masih masuk kategori pembinaan berdasarkan evaluasi kinerja pengelolaan sampah tahun 2025. Kota ini tercatat sebagai bagian dari 253 kabupaten/kota yang belum memenuhi standar pengelolaan sampah nasional.

Read also:  Di Markas PBB, Menhut Tegaskan Komitmen Presiden Prabowo pada Pengelolaan Hutan Lestari

“Perubahan perilaku masyarakat adalah kunci. Tanpa pemilahan di tingkat rumah tangga, pengelolaan sampah berkelanjutan sulit dicapai,” ujar Hanif.

Kunjungan ini menjadi bagian dari tindak lanjut komitmen nasional dalam Rakornas Pengelolaan Sampah 2026, termasuk target pengurangan sampah, penghentian praktik open dumping, dan pembatasan residu yang berakhir di TPA. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Menteri Jumhur Targetkan Persoalan Sampah Beres 2028, Waste To energy Berkontribusi 12%

Ecobiz.asia - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menargetkan persoalan sampah nasional dapat diselesaikan pada tahun 2028 dengan dukungan...

Indonesia-GGGI Partnership Targets US$2 Billion in Green Investment by 2030

Ecobiz.asia — Indonesia and the Global Green Growth Institute (GGGI) have launched the Green Indonesia Future Initiative (GIFT), a strategic partnership targeting the mobilization...

Kemenhut Tetapkan 10 Hutan Adat dan Luncurkan Roadmap Percepatan Hutan Adat

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan meluncurkan Peta Jalan (Roadmap) Percepatan Penanganan dan Penetapan Status Hutan Adat 2025-2029 sekaligus menyerahkan 10 Surat Keputusan (SK) penetapan Hutan...

Hari Lingkungan Hidup 2026, KLH Dorong Aksi Iklim Lewat Pemilahan Sampah

Ecobiz.asia - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan pentingnya aksi nyata pengendalian perubahan iklim dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, termasuk...

Gakkum ESDM Bongkar Dugaan Tambang Ilegal di Gunung Botak, Tenaga Kerja Asing Terlibat

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM (Ditjen Gakkum ESDM) membongkar dugaan praktik pertambangan emas ilegal...

TOP STORIES

Ceria Corp Perkuat Komitmen ESG Lewat Program Green Legacy

Ecobiz.asia -- Ceria Corp mempertegas komitmennya terhadap keberlanjutan dengan menggelar program penanaman pohon Green Legacy di area revegetasi Emerald Puncak, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka,...

PGN dan Pertagas Perkuat Ketahanan Energi Nasional Melalui Operasional Penuh CISEM II

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina menggandeng anak perusahaan, PT Pertamina Gas (Pertagas), dalam memperkuat fondasi bisnis...

Menteri Jumhur Targetkan Persoalan Sampah Beres 2028, Waste To energy Berkontribusi 12%

Ecobiz.asia - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menargetkan persoalan sampah nasional dapat diselesaikan pada tahun 2028 dengan dukungan...

Pertamina dan SLB Perkuat Kolaborasi dalam Teknologi Hulu dan Solusi Rendah Karbon

Ecobiz.asia - PT Pertamina (Persero) dan SLB telah sepakat untuk menjajaki peluang penguatan kolaborasi dalam teknologi minyak dan gas bumi hulu, digitalisasi, dan solusi...

Carbon Digital Conference 2026 returns as Indonesia’s carbon market gains momentum under new forestry regulation

The Carbon Digital Conference (CDC) 2026 will return on 8-9 December 2026, bringing together carbon project developers, technology providers, policymakers, financiers, corporate buyers, investors,...