Indonesia–Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat Periode Keempat, Perkuat Partisipasi Publik dalam Aksi Iklim

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Norwegia meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode Keempat guna memperkuat partisipasi publik dalam mendukung pencapaian aksi iklim sektor kehutanan dalam agenda Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.

Peluncuran program tersebut dilakukan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Menteri Pembangunan Internasional Norwegia Asmund Aukrust di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Pendanaan Small Grant bersumber dari kerja sama Indonesia–Norwegia melalui mekanisme Result-Based Contribution (RBC) yang disalurkan oleh Kementerian Kehutanan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

“Atas nama Pemerintah Indonesia, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Norwegia atas kerja sama yang sangat baik melalui mekanisme pendanaan berbasis hasil,” ujar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Read also:  Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Padam, Operasi Pemadaman Darat hingga Water Bombing Digencarkan

Ia menegaskan bahwa tantangan perubahan iklim dan pemanasan global bersifat nyata, sementara waktu untuk melakukan mitigasi semakin terbatas. Karena itu, kolaborasi internasional yang berbasis hasil dinilai semakin krusial untuk terus diperkuat.

Program Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan dikembangkan sebagai instrumen pendanaan guna melibatkan masyarakat secara aktif dan inklusif dalam pelestarian lingkungan serta penguatan ketahanan iklim.

Penerima manfaat program ini mencakup berbagai kelompok masyarakat sipil, mulai dari generasi muda, kelompok perhutanan sosial, hingga pegiat konservasi dan pelestarian alam.

Dalam tiga periode pelaksanaan sebelumnya, program ini telah menyalurkan dana sebesar Rp19,31 miliar kepada 561 kelompok masyarakat, dengan total 31.512 penerima manfaat yang tersebar di 36 provinsi.

Pada Periode Keempat, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp7 miliar dengan target sekitar 200 penerima hibah. Pengajuan usulan kegiatan dibuka pada 12–19 Februari 2026 dengan proses pendaftaran yang lebih mudah diakses. Masyarakat dapat mengajukan proposal secara daring melalui laman layanan-dana-masyarakat.bpdlh.id.

Read also:  Kemenhut Perbarui Rencana Kehutanan Nasional, Fokus Seimbangkan Ekonomi, Ekologi, dan Kesejahteraan

Dalam periode ini, tersedia tiga tema utama yang dapat dipilih oleh calon penerima hibah, yakni FOLU Goes to School yang berfokus pada pelibatan generasi muda dalam pelestarian lingkungan, FOLU Terra untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis lingkungan, serta FOLU Biodiversity yang mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.

Melalui skema tersebut, Kementerian Kehutanan membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya untuk berkolaborasi dalam agenda mitigasi perubahan iklim sekaligus memperkuat komitmen Indonesia menuju FOLU Net Sink 2030.

Sementara itu, Menteri Pembangunan Internasional Norwegia Asmund Aukrust menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia dalam melibatkan masyarakat dalam aksi iklim. Ia menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan krisis global yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja.

Read also:  Lindungi Masyarakat Pesisir dan Kepulauan, Wamen LH Galang Dukungan dari Negara-Negara Kepulauan Pasifik

“Tidak ada satu negara pun yang dapat mengatasi perubahan iklim sendirian. Karena itu, kemitraan seperti antara Norwegia dan Indonesia menjadi sangat penting,” kata Aukrust.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini Norwegia telah berkontribusi sebesar 216 juta dolar AS atas capaian Indonesia dalam menurunkan deforestasi melalui mekanisme Result-Based Contribution. Menurutnya, Small Grant Periode Keempat menjadi bukti bahwa dukungan internasional harus menjangkau masyarakat yang hidup paling dekat dengan hutan.

“Kami bangga dengan kemitraan dan persahabatan yang terjalin dengan Indonesia. Kami datang untuk mendengarkan, belajar, dan menegaskan bahwa kita berada dalam perjuangan ini bersama-sama,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Survei Terbaru Kemenhut Ungkap Populasi Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli, Kondisi Rentan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap hasil survei populasi terbaru yang menunjukkan populasi Orangutan Sumatera (Pongo abelii) diperkirakan mencapai 11.694 individu, sedangkan Orangutan Tapanuli...

Indonesia Undang China Investasi Proyek PLTS 100 GW

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia mengundang perusahaan-perusahaan asal China untuk berinvestasi dalam pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai bagian...

Panas Bumi, SAF hingga CCS Masuk Agenda Percepatan Kerja Sama Energi Indonesia-Jepang

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia dan Jepang mempercepat kerja sama pengembangan proyek energi bersih, mulai dari panas bumi, pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), Sustainable Aviation...

Kebijakan Kehutanan Masih Bertumpu pada Interpretasi Tunggal, Sederhanakan Keragaman Sejarah, Sosial, Budaya

Ecobiz.asia – Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ahmad Maryudi, menilai kebijakan kehutanan di Indonesia masih bertumpu pada interpretasi tunggal mengenai penguasaan...

KLH Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular, Jombang Jadi Contoh

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong transformasi pengelolaan sampah nasional dari sistem kumpul-angkut-buang menuju ekonomi sirkular yang mampu menciptakan nilai...

TOP STORIES

World Bank Approves US$200 Million to Support Thailand’s Low-Carbon Cities and Carbon Market

Ecobiz.asia – The World Bank Group has approved a US$200 million project to help Thailand accelerate investments in energy efficiency, renewable energy, and carbon...

European Commission Eases EU Carbon Market Rules, Draws Strong Reactions

Ecobiz.asia — The European Commission has proposed a sweeping overhaul of the European Union Emissions Trading System (EU ETS), easing several key carbon market...

Komisi Eropa Longgarkan Aturan Pasar Karbon (EU ETS), Tuai Reaksi Keras

Ecobiz.asia – Komisi Eropa mengusulkan reformasi besar terhadap European Union Emissions Trading System (EU ETS) untuk memperkuat daya saing industri dan mempercepat transisi energi....

WWF-Indonesia dan Jerhemy Owen Salurkan 250.000 Bibit Pohon untuk Pulihkan DAS Peusangan

Ecobiz.asia – WWF-Indonesia bersama kreator konten Jerhemy Owen menggalang partisipasi publik untuk menyalurkan 250.000 bibit pohon guna mendukung pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan...

Indonesia Invites Chinese Firms to Invest in 100 GW Solar Power Expansion

Ecobiz.asia – Indonesia has invited Chinese companies to invest in the development of 100 gigawatts (GW) of solar power capacity, as the government seeks...