Ecobiz.asia – Minat investor terhadap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dikembangkan Danantara Investment Management (DIM) melonjak tajam pada gelombang kedua seleksi mitra pengembang dan pengelola pengolahan sampah menjadi energi listrik. Dari total 85 entitas yang lolos Daftar Penyedia Terseleksi (DPT), mayoritas berasal dari perusahaan dan konsorsium asal China.
DIM mengumumkan hasil seleksi DPT untuk pemilihan mitra kerja sama Badan Usaha Pengembang dan Pengelola Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (BUPP PSEL) pada 21 Mei 2026. Seleksi ini merupakan lanjutan dari gelombang pertama yang sebelumnya dilakukan di Bekasi Kota, Bogor Raya, dan Denpasar Raya.
Jumlah peserta melonjak signifikan dari 24 peserta pada gelombang pertama menjadi 85 entitas pada gelombang kedua. Peningkatan tersebut mencerminkan tingginya minat investor global terhadap proyek pengolahan sampah menjadi energi yang akan dikelola PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), anak usaha DIM.
Dari daftar peserta yang lolos, perusahaan asal China mendominasi baik sebagai entitas tunggal maupun anggota konsorsium. Beberapa nama besar yang masuk DPT antara lain China Everbright Environment Group, China Tianying Inc, Beijing GeoEnviron Engineering & Technology, Chongqing Sanfeng Environment Group, Dynagreen Environmental Protection Group, Wangneng Environment, hingga Zhejiang Weiming Environment Protection.
Selain China, peserta juga berasal dari Singapura, Jepang, Korea Selatan, India, dan Prancis. Sejumlah perusahaan global seperti Keppel Seghers, Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering, Samsung E&A, Sumitomo Corporation, Veolia Environment SA, hingga SUEZ turut masuk dalam daftar.
CEO Denera sekaligus Director Investment DIM, Fadli Rahman, mengatakan peningkatan jumlah peserta menunjukkan tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap proyek PLTSa di Indonesia.
“Peningkatan jumlah peserta dari lokal maupun mancanegara menegaskan bahwa program PSEL memiliki daya tarik investasi yang kuat dan dijalankan dengan tata kelola yang kredibel,” ujar Fadli.
Ia menegaskan proses seleksi dilakukan secara transparan dan kompetitif untuk memperoleh mitra yang memiliki kemampuan teknis, finansial, dan pengalaman dalam pengembangan proyek pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.
“Seluruh proses seleksi mitra PSEL dilakukan secara transparan dan kompetitif sehingga menghasilkan mitra yang mampu mendukung pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkontribusi dalam penyelesaian darurat sampah di Indonesia,” katanya.
Partisipasi perusahaan nasional juga cukup besar. DIM mencatat sedikitnya 16 perusahaan lokal masuk dalam berbagai konsorsium DPT gelombang kedua. Beberapa di antaranya melibatkan PT Pertamina Power Indonesia, PT PLN Indonesia Power Renewables, PT Medco Power Indonesia, PT Bakrie Power, hingga sejumlah perusahaan swasta nasional.
Menurut DIM, keterlibatan perusahaan domestik menjadi bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mengamanatkan penguatan partisipasi industri nasional dalam pembangunan infrastruktur pengolahan sampah skala besar.
Tahap berikutnya, DIM akan menerbitkan Terms of Reference (ToR) kepada seluruh peserta yang lolos DPT sebagai dasar proses seleksi lanjutan dan penjajakan proyek pengembangan PLTSa di berbagai wilayah Indonesia.
Berikut Daftar Perusahaan dan Konsorsium yang lolos
- Beijing GeoEnviron Engineering & Technology (IEHC Consortium)
- Cevia Enviro Inc
- China Conch Venture Holdings Limited
- China Construction First Group Co.
- China Everbright Environment Group Limited
- China National Environmental Protection Group Co., Ltd. (CNEPG)
- China National Machinery Import & Export Corporation (CMC)
- China Sciences Ecorizon Tech Co., Ltd. (CSET)
- China Tianying Inc. (CNTY)
- Chongqing Sanfeng Environment Group Corporation Limited
- Dynagreen Environmental Protection Group Co., Ltd.
- GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd.
- Grandblue Environment Co., Ltd.
- Grandtop Yongxing Group Co., Ltd
- Hunan Construction Engineering Group Co., Ltd
- ITOCHU Corporation
- JFE Engineering Corporation
- Kanadevia Corporation
- Keppel Seghers
- Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering
- POSCO Eco & Challange Co., Ltd.
- PT Jinjiang Environment Indonesia
- PT MCC Technology Indonesia (MCC)
- QiaoYin City Management Co., Ltd
- Samsung E&A
- Sichuan Energy Investment Group Co., Ltd.
- SUEZ (Asia Pacific) Limited
- Sumitomo Corporation
- SUS Indonesia Holding Limited
- Tianjin TEDA Environmental Protection Co., Ltd.
- Veolia Environment SA
- Wangneng Environment Co., Ltd.
- Wuhan Tianyuan Group Co., Ltd
- Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd.
- Konsorsium Alam Lestari: Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc – PT Tumbuh Ganda Sejahtera – PT Energi Infranusantara
- Konsorsium Aruna Energi Lestari: PT Pertamina Power Indonesia – SUS Indonesia Holding Limited
- Konsorsium Baruna Energi Lestari: PT Pertamina Power Indonesia – Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc
- Konsorsium Bio Power: Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc – PT PLN Indonesia Power Renewables
- Konsorsium Bumi Biru Indonesia: SUS Indonesia Holding Limited – PT Indoplas Dewata Energi
- Konsorsium Bumi Green Energy: Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc – PT Bumi Karsa
- Konsorsium Bumi Lestari Indonesia: PT Chandra Capital Indonesia – Wangneng Environment Co., Ltd
- Konsorsium Cakra Energi Lestari: PT Pertamina Power Indonesia – Tianjin TEDA Environmental Protection Co., Ltd. – CITICC International Investment Limited
- Konsorsium Cakrawala Energi Andalas: SUS Indonesia Holding Limited – PT Uptrans Teknologi
- Konsorsium CEVIA Enviro Inc. – PT Adyawinsa Electrical & Power
- Konsorsium CEVIA Enviro Inc. – PT Daya Mulia Turangga
- Konsorsium CEVIA Enviro Inc. – PT Mega Power Mandiri
- Konsorsium Conch Venture Global Ekuitas Nusantara: China Conch Venture Holdings Limited – PT Global Ekuitas Nusantara
- Konsorsium Daaz Jinjiang Green Energy: PT Perkasa Eka Cipta Investama – PT Jinjiang Environment Indonesia
- Konsorsium Dharma Energi Lestari: GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co Ltd – PT Pertamina Power Indonesia
- Konsorsium Elang Energi Lestari: PT Pertamina Power Indonesia – Chongqing Sanfeng Environment Group Co Ltd
- Konsorsium Energi Sentosa Indonesia: PT Chandra Capita Indonesia – Veolia Environment SA
- Konsorsium Erajaya Eco Energi: Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc – PT Era Prima Indonesia
- Konsorsium Erajaya Solusi Energi: SUS Indonesia Holding Limited – PT Era Prima Indonesia
- Konsorsium Everbright Cemerlang Energy: China Everbright Environment Group Limited – PT Harmoni Development Indonesia – PT Bioregen Enviro Tech
- Konsorsium Fajar Energi Lestari: PT Pertamina Power Indonesia – GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co Ltd
- Konsorsium GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co Ltd – PT PLN Indonesia Power Renewables
- Konsorsium GeoEnviron Nusantara: Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc – Huanxing Environment Protection
- Konsorsium Grandblue Maharaksa: Grandblue – PT Maharaksa Biru Energi – PT Indoplas Dewata Energi
- Konsorsium Huanxing Environment Protection – Hunan Construction Engineering Group Co., Ltd
- Konsorsium Huanxing Environment Protection – PT Famindo Inovasi Teknologi
- Konsorsium Hunan Junxin Environmental Protection Co., Ltd – Ossia International Limited – PT Widya Karya Persada
- Konsorsium Hyderabad – Ramky – Re Sustainability
- Konsorsium Indonesia Energi Hijau: Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc – PT Awal Bross Putra Medika – PT Riau Perkasa Energi – PT Patimban Banyu Nagara Utama
- Konsorsium Langit Biru Indonesia: PT Chandra Capital Indonesia – PT Bioregen Enviro Tech
- Konsorsium Langit Cerah: PT Chandra Waste Energy – QiaoYin City Management Co., Ltd
- Konsorsium Masa Depan Energi Indonesia: PT Chandra Waste Energy – Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc
- Konsorsium Mentari Citra Lestari: PT Bakrie Power – PT Acritas Karya Persada – SUS Indonesia Holding Limited
- Konsorsium Nusantara Asri Energi: PT Chandra Capital Indonesia – SUS Indonesia Holding Limited
- Konsorsium Nusantara Energi Hijau: Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc – PT Sentosa Utama Abadi
- Konsorsium Nusantara Energy: Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc – Huanxing Environment Protection – PT Energi Global Solution
- Konsorsium PT Infra Daya Energia – SUS Indonesia Holding Limited
- Konsorsium PT Istana Karang Laut – PT Integral Nusantara Abadi – China TianYing
- Konsorsium PT Mega Power Mandiri – CEVIA Enviro Inc.
- Konsorsium Sinergi Mitra Citra: Samsung E&A – China TianYing – PT Medco Power Indonesia
- Konsorsium SSC: Samsung E&A – China Sciences Ecorizon Tech Co., Ltd. (CSET) – PT Energi Jaya Inovasi
- Konsorsium SUEZ (Asia Pacific) Limited – PT Insan Asia Nusantara – China Machinery Engineering Corporation
- Konsorsium Sumitomo Corporation – Kanadevia Corporation – PT Hanochem Tiaka Samudera
- Konsorsium Wangneng Chandra Enviropower: Wangneng Environment Co., Ltd – PT Chandra Waste Energy
- Konsorsium Wangneng GBSH: Wangneng Environment Co., Ltd – PT GBSH Global Media
- Konsorsium Weiming Nusantara New Energy Alliance: Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd – PT Ananta Energi Asia
- Konsorsium Weiming Nusantara New Energy League: Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. – PT Utomodeck Metal Work
- Konsorsium Weiming Nusantara New Energy Union: Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. – PT Pertamina Power Indonesia
- Konsorsium Wuhan Tianyuan Group Co., Ltd – CITICC International Investment Limited
- Konsorsium Wuhan Tianyuan Group Co., Ltd – SUS Indonesia Holding Limited
- Konsorsium ZNJJ Daaz Green Energy: PT Jinjiang Environment Indonesia – PT Perkasa Eka Cipta Investama ***



