ICVCM Setujui Dua Metodologi Verra untuk Pengurangan Metana dari Budidaya Padi dan TPA Sampah

MORE ARTICLES

Ecobiz.asiaIntegrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM) menyetujui dua metodologi tambahan milik Verra yang memenuhi standar Core Carbon Principles (CCP). Kedua metodologi tersebut mencakup proyek karbon untuk mengurangi emisi metana dari budidaya padi dan pengelolaan gas metana dari tempat pembuangan akhir (TPA).

Berdasarkan pernyataan Verra yang dikutip Jumat (21/8/2026), persetujuan tersebut memperluas jenis proyek karbon yang dapat memperoleh label CCP, sepanjang memenuhi seluruh persyaratan kelayakan yang berlaku.

Dua metodologi yang disetujui yakni VM0051 Improved Management in Rice Production Systems, v1.1 dan VMR0016 Flaring or Use of Landfill Gas (ACM0001 Revision), v1.0.

Read also:  Kemitraan Indonesia–Norwegia Tunjukkan Model Baru Diplomasi Iklim Berbasis Kinerja

Metodologi VM0051 digunakan untuk menghitung pengurangan emisi melalui perbaikan pengelolaan air dan tanaman pada sistem produksi padi yang tergenang. Metodologi tersebut terutama menargetkan pengurangan emisi metana yang dihasilkan selama proses budidaya padi.

Penerapan metodologi ini juga berpotensi membuka akses pembiayaan karbon bagi petani padi skala kecil, yang menjadi bagian besar dari produksi beras di Asia. Pembiayaan tersebut dapat digunakan untuk mendukung peralihan menuju praktik pertanian dengan emisi lebih rendah sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat berpenghasilan rendah.

Read also:  VCarboN Bidik Pasar Karbon Compliance, Dorong Akses Proyek Indonesia ke Korea Selatan

Sementara itu, metodologi VMR0016 mencakup proyek yang menangkap gas dari TPA untuk kemudian dibakar melalui flaring, dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik atau energi panas, maupun disalurkan kepada konsumen melalui jaringan distribusi, pipa khusus, atau truk.

Metodologi tersebut berlaku secara global dan dikembangkan agar selaras dengan CCP. VMR0016 menggantikan ACM0001 dan AMS-III.G sebagai metodologi mandiri untuk proyek gas TPA dalam program Verified Carbon Standard (VCS) milik Verra.

VMR0016 juga terkait dengan metodologi VT0009 Combined Baseline and Additionality Assessment, v1.0 milik Verra. Metodologi tersebut memungkinkan proyek yang menggunakan VMR0016 mengajukan label CCP untuk kredit karbon yang memenuhi persyaratan.

Read also:  Kemenhut Dorong Hutan Adat Masuk Pasar Karbon, Kampung Adat Kuta Dinilai Punya Potensi Besar

Dalam kerangka sebelumnya, hanya proyek pengolahan gas TPA menjadi listrik dengan kapasitas hingga 10 megawatt electrical (MWe) yang dapat mengajukan label CCP.

Metodologi VMR0016 juga memasukkan pendekatan ilmiah terbaru dengan mewajibkan penerapan faktor oksidasi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan terkini.

Kredit karbon yang dihasilkan dari kedua metodologi tersebut dapat memperoleh label CCP sepanjang proyek memenuhi seluruh persyaratan kelayakan yang berlaku. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

RBP dan Voluntary Carbon Market Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan Indonesia

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan mekanisme Results-Based Payment (RBP) dan pasar karbon sukarela (voluntary carbon market) menjadi instrumen yang saling melengkapi...

Sepuluh Provinsi Baru Terima Dana Karbon GCF, Total Komitmen Capai Rp761 Miliar

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menambah 10 provinsi penerima pendanaan Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF). Dengan penambahan tersebut,...

VCarboN Bidik Pasar Karbon Compliance, Dorong Akses Proyek Indonesia ke Korea Selatan

Ecobiz.asia – Pengembang proyek karbon VCarboN mulai membidik perluasan akses pasar karbon Indonesia, tidak hanya melalui voluntary carbon market (VCM) tetapi juga compliance carbon...

Masuk Pasar Karbon Skema Jurisdictional REDD, Riau Tunggu Persetujuan Menteri Kehutanan

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau tinggal selangkah lagi memasuki pasar karbon internasional melalui skema Jurisdictional REDD+. Saat ini, pemerintah daerah menunggu penerbitan Letter of...

Kemenhut Buka Peluang Investasi Baru Skema Carbon Removal di 2,4 Juta Hektare Hutan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membuka peluang investasi perdagangan karbon di sekitar 2,4 juta hektare kawasan hutan lindung dan hutan produksi sebagai bagian dari...

TOP STORIES

Ahmad Yani Terpilih sebagai Ketua API, Fokus Dorong Pengembangan Panas Bumi

Ecobiz.asia — Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Ahmad Yani, terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API)/Indonesian Geothermal Association (INAGA)...

ICVCM Approves Two More Verra Methodologies Under Core Carbon Principles

Ecobiz.asia – The Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM) has approved two additional Verra methodologies as meeting its Core Carbon Principles (CCPs),...

Karhutla di Sejumlah Wilayah, KLH Catat Penurunan Kualitas Udara

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mencatat penurunan kualitas udara di sejumlah provinsi yang terdampak potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Kemenhut Laporkan Penurunan Hotspot Nasional 56 Persen, Pastikan Pengendalian Karhutla Diperkuat

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan mencatat jumlah titik panas (hotspot) nasional turun 56,2 persen dalam sehari, dari 2.170 titik pada 19 Agustus menjadi 950 titik...

NHM Kembangkan Pertanian Modern 10 Hektare di Kao Barat untuk Dukung Ketahanan Pangan

Ecobiz.asia -- PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mendorong modernisasi sektor pertanian di Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melalui penerapan teknologi dan...