Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperkuat ekspansi bisnis dan kapabilitas global melalui kerja sama dengan Iceland Drilling Company Limited, perusahaan asal Islandia yang berpengalaman dalam pengeboran sumur panas bumi bersuhu tinggi.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dirangkai dalam Commemoration Ceremony di Jakarta, 20 Agustus 2026. MoU tersebut berlaku selama dua tahun.

Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan menjajaki peluang penyediaan onshore drilling rig dan aksesoris untuk pasar Indonesia maupun internasional. Kolaborasi juga membuka peluang pengembangan bisnis di sektor panas bumi, minyak dan gas (migas), serta jasa energi lainnya.

Read also:  Indonesia Faces a New Waste Challenge as Renewable Energy Expansion Accelerates

Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kapabilitas sekaligus memperluas pasar internasional.

“Pertamina Drilling terbuka untuk berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan kelas dunia. Kolaborasi ini penting untuk meningkatkan kapabilitas, memperluas pengalaman, sekaligus membuka peluang bisnis tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri,” ujar Avep.

Menurut dia, Pertamina Drilling telah memiliki pengalaman dalam kegiatan geothermal drilling, baik melalui penyediaan rig maupun associated drilling services, termasuk dengan pendekatan integrated project management (IPM).

Sementara itu, Iceland Drilling telah beroperasi sejak 1945 dan memiliki spesialisasi dalam pengeboran sumur geothermal bersuhu tinggi. Perusahaan tersebut tercatat memiliki pengalaman mengebor hampir 300 sumur geothermal bersuhu tinggi sejak 1970.

Read also:  Ahmad Yani Terpilih sebagai Ketua API, Fokus Dorong Pengembangan Panas Bumi

Pengalaman tersebut mencakup pengembangan teknologi pengeboran geothermal dan keterlibatan dalam Iceland Deep Drilling Project (IDDP).

Duta Besar Islandia untuk Indonesia Hreinn Palsson menyambut positif kerja sama kedua perusahaan. Menurutnya, pengembangan energi geothermal di Islandia dilakukan secara bertahap selama puluhan tahun hingga menjadi salah satu fondasi perekonomian dan ketahanan energi negara tersebut.

Pemanfaatan geothermal di Islandia kini tidak hanya untuk pemanasan dan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga pembangkitan listrik serta berbagai kegiatan ekonomi lainnya.

Read also:  Prabowo Launches 100 GW Solar Program, Sets Three-Year Deadline

COO Iceland Drilling Company Ltd. Sigsteinn Gretarsson mengatakan kombinasi potensi pasar Indonesia dan kapabilitas kedua perusahaan dapat menjadi momentum untuk membangun kerja sama strategis.

“Melalui potensi pasar Indonesia dan kapabilitas antara Pertamina Drilling dan Iceland Drilling dapat menjadi momentum untuk membangun kerja-sama strategis ke depan,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mengintegrasikan pengalaman dan teknologi kedua perusahaan, sekaligus memperkuat kapabilitas geothermal drilling serta membuka peluang bisnis pengeboran geothermal, migas, dan jasa energi lainnya di Indonesia maupun pasar internasional.

Kerja sama ini juga diharapkan menciptakan sinergi teknologi dan kapabilitas untuk menjawab kebutuhan industri energi di masa depan.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

House of Representatives Targets CCS Provisions in New Oil and Gas Law, Aims to Complete Deliberations This Year

Ecobiz.asia -- Indonesia’s House of Representatives (DPR RI) is targeting the inclusion of provisions on carbon capture and storage (CCS) and carbon capture, utilization...

Menteri Energi Bangladesh Apresiasi Inovasi PLN Nusantara Power

Ecobiz.asia -- Menteri Energi dan Mineral Bangladesh Iqbal Hassan Mahmood, MP mengapresiasi pengelolaan pembangkit dan inovasi energi bersih yang dikembangkan PT PLN Nusantara Power...

Gold Standard, Verra Launch Tool for Article 6.2 Reporting

Ecobiz.asia – Gold Standard and Verra have launched a new tool to help countries report corresponding adjustments (CAs) for carbon credits authorized under Article...

Prabowo Launches 100 GW Solar Program, Sets Three-Year Deadline

Ecobiz.asia — Indonesia has launched a national program to develop 100 gigawatts peak (GWp) of solar power capacity, with an estimated investment of about...

Indonesia Sanctions Six Companies Over Forest Fires, Freezes One Permit

Ecobiz.asia – Indonesia's Ministry of Forestry has imposed administrative sanctions on six forest concession holders after inspections found forest and land fires across a...

TOP STORIES

House of Representatives Targets CCS Provisions in New Oil and Gas Law, Aims to Complete Deliberations This Year

Ecobiz.asia -- Indonesia’s House of Representatives (DPR RI) is targeting the inclusion of provisions on carbon capture and storage (CCS) and carbon capture, utilization...

Grup PHI Perkuat Penanganan Karhutla di Wilayah Operasi Kalimantan

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasinya di Regional 3 Kalimantan memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan...

PHR Resmikan EPF Libo GS untuk Perkuat Produksi dan Keandalan Operasi Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan mengoperasikan Early Production Facility (EPF) baru di Libo Gathering Station (GS), Kabupaten Siak, Riau, untuk...

Menteri Energi Bangladesh Apresiasi Inovasi PLN Nusantara Power

Ecobiz.asia -- Menteri Energi dan Mineral Bangladesh Iqbal Hassan Mahmood, MP mengapresiasi pengelolaan pembangkit dan inovasi energi bersih yang dikembangkan PT PLN Nusantara Power...

ESGIN dan ASPEBINDO Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Indonesia

Ecobiz.asia -- PT ESGIN Global Partners (ESGIN) dan Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) memperkuat kolaborasi untuk mendorong pengembangan ekosistem perdagangan karbon...