Buka INVIROTECH 2026, Menteri Jumhur Tegaskan Aksi Iklim Tak Bisa Ditunda Lagi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa krisis lingkungan dan perubahan iklim tidak lagi bisa dipandang sebagai ancaman masa depan, melainkan persoalan nyata yang harus segera ditangani melalui aksi konkret dan kolaboratif.

Pernyataan itu disampaikan Jumhur saat membuka Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (INVIROTECH) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (11/6/2026).

“Menjaga lingkungan dan mengatasi krisis iklim bukan lagi agenda masa depan, melainkan pekerjaan yang harus dilakukan hari ini,” ujar Jumhur.

Menurutnya, kondisi lingkungan saat ini menunjukkan tekanan yang semakin serius, mulai dari pencemaran air, udara, dan tanah, kenaikan suhu bumi, hingga kerusakan hutan dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Read also:  Kemenhut Siapkan Aturan Baru Pengenaan Sanksi Administratif, Buka Ruang Masukan Publik

“Krisis lingkungan sudah terjadi. Air, udara, dan tanah tercemar, suhu bumi meningkat, hutan dan lahan rusak, serta kita kehilangan banyak keanekaragaman hayati yang merupakan kekayaan bersama,” kata Jumhur.

Ia menegaskan pembangunan ekonomi tidak boleh lagi dipertentangkan dengan perlindungan lingkungan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan penguatan tata kelola lingkungan dan transisi menuju pembangunan hijau.

“Pembangunan tidak boleh lagi ditempatkan berhadapan dengan perlindungan lingkungan. Keduanya harus berjalan bersama,” tegasnya.

Jumhur mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemimpin dalam aksi iklim global karena didukung kekayaan biodiversitas, bentang alam yang luas, generasi muda kreatif, serta potensi inovasi yang terus berkembang.

Read also:  Kemenhut Lepasliarkan Lima Orangutan ke Taman Nasional Betung Kerihun, Sudah Lulus Sekolah Hutan

Namun, ia mengingatkan seluruh potensi tersebut harus dikelola secara bertanggung jawab dan berorientasi jangka panjang.

“Pertumbuhan ekonomi harus semakin hijau, industri harus semakin bersih, kota harus semakin sehat, desa harus semakin lestari. Pemerintah daerah harus semakin kuat dalam tata kelola lingkungan, dunia usaha harus semakin patuh dan inovatif, dan masyarakat harus semakin sadar,” ujarnya.

INVIROTECH 2026 digelar pada 11–13 Juni 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Kegiatan tersebut diikuti 99 peserta dari unsur kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta, organisasi internasional, komunitas, startup, dan perguruan tinggi.

Pameran dan konferensi lingkungan itu mengusung tema “Green Solution Technology for Climate Action” dengan menampilkan berbagai inovasi teknologi pengelolaan sampah dan limbah, pengendalian pencemaran, waste to energy, energi terbarukan, konservasi air dan tanah, hingga digitalisasi lingkungan.

Read also:  Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Klaim Indonesia Tak Lagi Impor Solar

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani, mengatakan INVIROTECH 2026 menjadi sarana mempercepat adopsi teknologi hijau dan memperkuat investasi lingkungan.

“INVIROTECH 2026 tidak hanya menjadi ajang menampilkan teknologi dan inovasi lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempercepat replikasi praktik baik, memperluas jejaring kerja sama, serta mendorong investasi hijau,” kata Rasio.

Dalam kesempatan itu, Menteri Jumhur juga mengajak seluruh elemen bangsa membangun etika lingkungan melalui semangat pertobatan ekologis guna memulihkan lingkungan yang rusak dan mengubah perilaku terhadap alam. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kebijakan Kehutanan Masih Bertumpu pada Interpretasi Tunggal, Sederhanakan Keragaman Sejarah, Sosial, Budaya

Ecobiz.asia – Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ahmad Maryudi, menilai kebijakan kehutanan di Indonesia masih bertumpu pada interpretasi tunggal mengenai penguasaan...

KLH Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular, Jombang Jadi Contoh

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong transformasi pengelolaan sampah nasional dari sistem kumpul-angkut-buang menuju ekonomi sirkular yang mampu menciptakan nilai...

Menteri LH Siapkan Aturan PRO, Produsen Wajib Tanggung Biaya Pengelolaan Sampah Kemasan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) akan mewajibkan produsen menanggung biaya pengelolaan sampah kemasan melalui skema Packaging Recovery Organization (PRO) sebagai...

Cegah Karhutla, KLH Minta Perusahaan Bantu Restorasi Gambut di Sekitar Konsesi

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meminta perusahaan pemegang konsesi kehutanan, perkebunan kelapa sawit, dan kawasan industri ikut merestorasi ekosistem gambut...

Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Klaim Indonesia Tak Lagi Impor Solar

Ecobiz.asia – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program mandatori biodiesel 50% (B50) di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Pemerintah mengklaim implementasi...

TOP STORIES

Pertamina EP Bunyu Tanam 1.000 Mangrove dan Durian, Perkuat Ekosistem Pesisir dan Ekonomi Warga

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field menanam 1.000 bibit pohon yang terdiri atas 900 mangrove dan 100 durian di Desa Bunyu Selatan,...

Indonesia Prepares Hydrogen-Diesel Bus Pilot to Advance Clean Transport

Ecobiz.asia – Indonesia is preparing to pilot a Hydrogen-Diesel Dual Fuel (H2 DDF) bus as part of its efforts to introduce hydrogen into the...

Kebijakan Kehutanan Masih Bertumpu pada Interpretasi Tunggal, Sederhanakan Keragaman Sejarah, Sosial, Budaya

Ecobiz.asia – Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ahmad Maryudi, menilai kebijakan kehutanan di Indonesia masih bertumpu pada interpretasi tunggal mengenai penguasaan...

Pemerintah Siapkan Uji Coba Bus Hidrogen-Diesel, Target Diluncurkan di GHES 2026

Ecobiz.asia – Pemerintah mulai menyiapkan uji coba bus berbahan bakar campuran hidrogen dan solar (Hydrogen-Diesel Dual Fuel/H2 DDF) sebagai langkah awal penerapan hidrogen di...

Champion Tidak Dilahirkan tapi Dibentuk, Mengapa Keteladanan Menjadi Investasi Terbesar dalam Membangun Masa Depan Bangsa

Oleh: Diah Y. Suradiredja (Founder of Natural Resources Development Center) Tulisan ini disusun sebagai sebuah Thought Leadership Paper, bukan sebagai artikel populer maupun kajian akademik yang...