APHI Fasilitasi Peningkatan Kapasitas Perusahaan Kehutanan Masuk ke Pasar Karbon

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menjalankan program peningkatan kapasitas bagi perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) untuk mempercepat pengembangan proyek dan perdagangan karbon sektor kehutanan.

Ketua Umum APHI Soewarso mengatakan peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan mendesak agar perusahaan kehutanan mampu memanfaatkan peluang yang terbuka setelah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon dan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 tentang Tata Cara Perdagangan Karbon melalui Offset Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Kehutanan.

“Anggota APHI akan menjadi pelaku utama dalam pengembangan perdagangan karbon sektor kehutanan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas anggota APHI menjadi kebutuhan yang sangat penting agar peluang yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal,” kata Soewarso saat membuka seri diskusi perdagangan karbon yang digelar APHI bekerja sama dengan Fairatmos di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Read also:  Di Forum Iklim London, Menhut Umumkan Penerbitan Kredit Karbon Kehutanan Terbesar Indonesia

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama kedua pihak dalam mendampingi perusahaan kehutanan memasuki pasar karbon.

Menurut Soewarso, regulasi tersebut menjadi momentum penting karena memberikan kepastian usaha sekaligus memperluas pemanfaatan hutan, tidak hanya sebagai penghasil kayu tetapi juga penyedia jasa lingkungan berupa karbon yang memiliki nilai ekonomi.

“Bagi pemegang PBPH, perkembangan kebijakan tersebut membuka peluang untuk mengembangkan model bisnis multiusaha kehutanan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan pasar global,” ujarnya.

Read also:  SRUK Resmi Meluncur, Indonesia Jadi yang Pertama Terapkan Standar Data Karbon CDSC

Meski demikian, Soewarso mengingatkan pengembangan proyek karbon masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pemahaman regulasi, penyediaan data yang kredibel, penerapan metodologi, kesiapan kelembagaan dan sumber daya manusia, hingga tingginya biaya pengembangan proyek.

Selain itu, pelaku usaha juga dihadapkan pada tantangan kepastian pasar, fluktuasi harga karbon, akses pembiayaan, serta tuntutan menghasilkan kredit karbon yang memiliki integritas tinggi.

Melalui kerja sama dengan Fairatmos, APHI akan mendukung peningkatan pemahaman, pemetaan kesiapan, serta penguatan kapasitas perusahaan anggota dalam mengembangkan proyek karbon yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Read also:  Kemenhut Bentuk Indonesia Forestry Carbon Hub, Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon

Soewarso berharap implementasi Permen Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 dapat berjalan secara efektif, sederhana, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah, terutama dalam penguatan kapasitas pelaku usaha, penyediaan sistem pendukung seperti Sistem Registry Unit Karbon (SRUK), serta fasilitasi akses menuju pasar karbon yang kredibel dan berkelanjutan.

Menurutnya, perdagangan karbon harus menjadi instrumen untuk memperkuat model multiusaha kehutanan, meningkatkan kontribusi sektor kehutanan terhadap target penurunan emisi Indonesia, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IBCSD dan IDCTA Dorong Penguatan Pasar Karbon Nasional untuk Tingkatkan Daya Saing Industri

Ecobiz.asia – Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA), didukung IDX Carbon, menggelar Forum Strategis Kesiapan Pasar Karbon...

Pemerintah Tawarkan Papua sebagai Destinasi Investasi Karbon Berbasis Masyarakat

Ecobiz.asia – Pemerintah mengundang investor dalam dan luar negeri untuk mengembangkan proyek karbon di Papua. Kawasan dengan tutupan hutan tropis yang luas itu dinilai memiliki...

OJK Ajak Industri Bergabung di Bursa Karbon, Buka Peluang Tingkatkan Daya Saing Global

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak pelaku industri untuk segera mendaftar sebagai pengguna jasa Bursa Karbon Indonesia dan mulai aktif bertransaksi, baik sebagai...

ESGIN-Agraus Resources Bangun Kemitraan Strategis, Bidik Pengembangan Proyek Iklim dan Ekonomi Karbon

Ecobiz.asia -- PT ESGIN Global Partners (ESGIN) dan PT Agraus Resources menandatangani Heads of Agreement (HoA) sebagai langkah awal membangun kemitraan strategis untuk mempercepat...

Penjelasan POJK 10 Tahun 2026 Tentang Perdagangan Karbon Melalui Bursa Karbon, Link Download

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Perubahan atas POJK Nomor 14 Tahun...

TOP STORIES

Pertamina EP Bunyu Tanam 1.000 Mangrove dan Durian, Perkuat Ekosistem Pesisir dan Ekonomi Warga

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field menanam 1.000 bibit pohon yang terdiri atas 900 mangrove dan 100 durian di Desa Bunyu Selatan,...

Indonesia Prepares Hydrogen-Diesel Bus Pilot to Advance Clean Transport

Ecobiz.asia – Indonesia is preparing to pilot a Hydrogen-Diesel Dual Fuel (H2 DDF) bus as part of its efforts to introduce hydrogen into the...

Kebijakan Kehutanan Masih Bertumpu pada Interpretasi Tunggal, Sederhanakan Keragaman Sejarah, Sosial, Budaya

Ecobiz.asia – Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ahmad Maryudi, menilai kebijakan kehutanan di Indonesia masih bertumpu pada interpretasi tunggal mengenai penguasaan...

Pemerintah Siapkan Uji Coba Bus Hidrogen-Diesel, Target Diluncurkan di GHES 2026

Ecobiz.asia – Pemerintah mulai menyiapkan uji coba bus berbahan bakar campuran hidrogen dan solar (Hydrogen-Diesel Dual Fuel/H2 DDF) sebagai langkah awal penerapan hidrogen di...

Champion Tidak Dilahirkan tapi Dibentuk, Mengapa Keteladanan Menjadi Investasi Terbesar dalam Membangun Masa Depan Bangsa

Oleh: Diah Y. Suradiredja (Founder of Natural Resources Development Center) Tulisan ini disusun sebagai sebuah Thought Leadership Paper, bukan sebagai artikel populer maupun kajian akademik yang...