Agrotech Bioenergy dan Monsoon Carbon Jajaki Pengembangan Kredit Karbon Biogas di Malaysia dan Indonesia

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Perusahaan energi terbarukan asal Malaysia, Agrotech Bioenergy Sdn Bhd, menggandeng pengembang proyek karbon Monsoon Carbon untuk menjajaki pengembangan proyek kredit karbon berbasis biogas dan biomethane di Malaysia dan Indonesia.

Kolaborasi tersebut difokuskan pada identifikasi peluang menghasilkan Verified Emission Reductions (VER) dari proyek energi terbarukan yang mampu mengurangi emisi gas metana sekaligus menggantikan penggunaan bahan bakar fosil.

Dalam pernyataannya yang dipublikasikan di laman Sosial Medianya, Agrotech Bioenergy menyebutkan kredit karbon akan menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kelayakan ekonomi proyek energi terbarukan sekaligus mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca di tengah meningkatnya komitmen dekarbonisasi berbagai sektor industri.

Read also:  Bappenas Luncurkan Peta Jalan Karbon Biru 2026–2045, Dorong Investasi dan Perlindungan Ekosistem Pesisir

Kedua perusahaan berencana menerapkan berbagai metodologi penghitungan karbon guna menghasilkan kredit karbon berintegritas tinggi dari proyek-proyek biogas dan biomethane.

Kerja sama tersebut juga akan melibatkan pemilik proyek, kelompok perkebunan, pabrik kelapa sawit, investor, serta pelaku pasar karbon untuk mempercepat pengembangan proyek karbon di Malaysia dan Indonesia.

Menurut Agrotech Bioenergy, inisiatif tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pengembang proyek energi terbarukan melalui pendapatan dari perdagangan karbon sekaligus membantu perusahaan memenuhi target keberlanjutan dan net zero emission.

Read also:  Incar Blue Carbon, Lampung Perluas Cakupan Tim Koordinasi Inisiatif Karbon

Agrotech Bioenergy merupakan perusahaan energi terbarukan yang berbasis di Malaysia dan berfokus pada pengembangan proyek biogas, biomethane, serta waste-to-energy, khususnya di sektor pertanian dan industri kelapa sawit. Perusahaan mengembangkan teknologi pemanfaatan limbah organik menjadi energi terbarukan dan produk ramah lingkungan.

Sementara itu, Monsoon Carbon merupakan perusahaan pengembang dan konsultan proyek karbon yang bergerak di pasar karbon sukarela. Perusahaan tersebut mendukung pengembangan, sertifikasi, hingga komersialisasi kredit karbon dari berbagai proyek, termasuk energi terbarukan, pengurangan emisi metana, dan Nature Based Solution. ***

Read also:  Pemetaan Digital Ungkap Potensi Karbon Lamun Indonesia, Nilainya Sangat Besar

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Ecobiz.asia – Kementerian Pertanian mengatur tata cara perdagangan karbon melalui mekanisme offset emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor pertanian, mencakup subsektor persawahan, peternakan,...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

Perkuat Tata Kelola Bursa Karbon, OJK Kedepankan Integritas Pasar dan Perlindungan Konsumen

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat regulasi perdagangan karbon melalui Bursa Karbon Indonesia dengan menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 10 Tahun 2026 dan...

KLH Dorong Pemda Siapkan Proyek Karbon, Bisa Jadi Sumber Pendapatan Daerah

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mendorong pemerintah daerah mulai mengidentifikasi dan menyiapkan proyek-proyek karbon agar dapat memanfaatkan peluang perdagangan...

TOP STORIES

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi PertaPURE untuk mengolah air terproduksi (produced water) dari kegiatan produksi...

Menjelang Pemberlakuan EUDR: Seberapa Siap Indonesia?

Oleh: Diah Suradiredja (Pemerhati perdagangan komoditas berkelanjutan dan berkeadilan) Ecobiz.asia - European Union Deforestation Regulation atau EUDR segera memasuki tahap penerapan. Regulasi ini berlaku bagi operator...