DEN Dorong Indonesian Bioenergy Index untuk Percepat Pengembangan Bioenergi Nasional

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong pembentukan Indonesian Bioenergy Index (IBI) sebagai acuan harga nasional bioenergi guna mempercepat pengembangan bioenergi dan mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060.

Usulan tersebut mengemuka dalam audiensi DEN dengan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) yang membahas pengembangan biomassa, biomethane, dan biohidrogen sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.

Anggota DEN Satya Widya Yudha mengatakan keberadaan indeks harga bioenergi diperlukan untuk menciptakan kepastian pasar, meningkatkan kepercayaan investor, serta memperkuat daya saing bioenergi nasional.

Dalam pertemuan tersebut, DEN juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan lintas sektor untuk mempercepat pengembangan bioenergi, termasuk kajian mandatori co-firing biomassa pada PLTU batu bara, penyusunan standar mutu dan sertifikasi bioenergi, serta penguatan sistem pelacakan (traceability) produk bioenergi.

Read also:  Minta PLN Segera Atasi Pemadaman Bergilir, Bahlil Singgung Manajemen Logistik Batu bara

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan Indonesia memiliki potensi biomassa dari limbah agro sekitar 80 juta ton per tahun. Namun, pemanfaatannya masih relatif rendah karena sebagian besar digunakan untuk kebutuhan industri dan ekspor.

“Pada 2025, PLN hanya menyerap sekitar 2,35 juta ton biomassa untuk kebutuhan pembangkit. Sementara ekspor biomassa sudah mencapai sekitar 8,5 juta ton dan sisanya digunakan sektor industri. Ini menunjukkan potensi bioenergi nasional masih sangat besar untuk dioptimalkan bagi kepentingan domestik,” kata Hokkop, Jumat (19/6/2026).

PLN EPI menargetkan penyerapan biomassa meningkat menjadi 10 juta ton pada 2030, naik dari target sekitar 3,65 juta ton pada 2026. Target tersebut diperkirakan mampu menghasilkan nilai ekonomi hampir Rp4 triliun dan menurunkan emisi sekitar 11 juta ton karbon ekuivalen.

Read also:  Kemenhut Luncurkan LEVERAGE, Penegakan Hukum Kehutanan Diperkuat dengan Platform Aduan Digital

Selain biomassa, PLN EPI juga mempercepat pengembangan Compressed Biomethane Gas (CBG) berbasis limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME). Indonesia memiliki hampir 3.000 pabrik kelapa sawit yang menghasilkan sekitar 130 juta ton POME setiap tahun.

Menurut Hokkop, pemanfaatan CBG berpotensi menggantikan sebagian kebutuhan energi pada pembangkit listrik berbahan bakar gas sekaligus menekan emisi metana dari sektor perkebunan sawit.

“Kami berharap kalau biomassa bisa menggantikan sekitar 10 persen kebutuhan energi PLTU, maka CBG juga bisa menggantikan sekitar 10 persen kebutuhan energi di PLTG, PLTMG maupun PLTGU,” ujarnya.

Anggota DEN Johni Jonathan Numberi menambahkan biomassa akan menjadi salah satu sumber energi penting dalam bauran energi nasional menuju NZE 2060. Menurutnya, co-firing biomassa menjadi solusi strategis karena sebagian besar PLTU di Indonesia masih memiliki umur operasi yang panjang.

Read also:  Kemenhut Tetapkan 10 Hutan Adat dan Luncurkan Roadmap Percepatan Hutan Adat

“PLTU kita rata-rata memiliki umur operasi yang panjang. Karena itu, co-firing biomassa menjadi langkah penting untuk mengurangi emisi sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik nasional,” kata Johni.

Selain biomassa dan biomethane, PLN EPI juga mulai mengembangkan biohidrogen sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Biohidrogen dinilai memiliki prospek besar seiring meningkatnya kebutuhan energi bersih global dan melimpahnya sumber biomassa di Indonesia.

Dalam rapat tersebut, DEN menyepakati tiga tindak lanjut utama, yakni mendorong dukungan kebijakan lintas sektor untuk pengembangan bioenergi, memfasilitasi sinkronisasi pembangunan infrastruktur energi dan logistik biomassa, serta membentuk forum koordinasi strategis dari hulu hingga hilir guna mempercepat pengembangan industri bioenergi nasional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kemenhut Siapkan Aturan Baru Pengenaan Sanksi Administratif, Buka Ruang Masukan Publik

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan tengah menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum administratif di sektor kehutanan melalui penyusunan Peraturan Menteri Kehutanan tentang...

Minta PLN Segera Atasi Pemadaman Bergilir, Bahlil Singgung Manajemen Logistik Batu bara

Ecobiz.asia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta PT PLN (Persero) segera mengambil langkah mitigasi yang terukur dan komprehensif untuk...

Plastic Smart Cities WWF Dorong Praktik Ekonomi Sirkular, Kurangi Polusi Plastik di Indonesia

Ecobiz.asia – Program Plastic Smart Cities (PSC) yang dijalankan WWF-Indonesia dinilai berhasil memperkuat sistem pengelolaan sampah dan mendorong praktik ekonomi sirkular sebagai upaya mengurangi...

Cegah Karhutla, Pemerintah Percepat Pembangunan Sekat Kanal dan Perkuat Budaya Ekologis Gambut

Ecobiz.asia – Pemerintah memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mempercepat pembangunan sekat kanal, menjaga tata kelola air gambut, serta membangun budaya...

El Nino Lalap 81.000 Hektare Lahan, Semua Pihak Diminta Siaga Hadapi Puncak Karhutla Juli-Oktober

Ecobiz.asia – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menghanguskan sekitar 81.000 hektare lahan di Indonesia hingga Mei 2026. Luasan tersebut diperkirakan masih berpotensi bertambah...

TOP STORIES

Kemenhut Siapkan Aturan Baru Pengenaan Sanksi Administratif, Buka Ruang Masukan Publik

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan tengah menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum administratif di sektor kehutanan melalui penyusunan Peraturan Menteri Kehutanan tentang...

Minta PLN Segera Atasi Pemadaman Bergilir, Bahlil Singgung Manajemen Logistik Batu bara

Ecobiz.asia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta PT PLN (Persero) segera mengambil langkah mitigasi yang terukur dan komprehensif untuk...

Agrinas Palma, South Korean Consortium Explore Green Energy Development from Palm Waste

Ecobiz.asia — Indonesia's state-owned plantation company PT Agrinas Palma Nusantara is exploring a partnership with a South Korean consortium to develop green energy and...

Indonesia, Malaysia and Thailand Advance Joint Environmental Agenda at IMT-GT Meeting

Ecobiz.asia — Indonesia, Malaysia and Thailand have reaffirmed their commitment to strengthening regional cooperation on climate resilience and environmental sustainability, with a renewed focus...

Indonesia Needs Policy and Infrastructure Breakthrough to Decarbonize Truck Fleet

Ecobiz.asia — Indonesia could dramatically reduce transport emissions, strengthen energy security and save trillions of rupiah in fuel subsidies by electrifying its freight truck...