Diminati Investor Korea, KLH Buka Peluang Pemanfaatan Metana di TPA Sampah

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) membuka peluang pengembangan proyek penurunan emisi metana dari tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah sebagai bagian dari penguatan ekonomi karbon nasional.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, mengatakan emisi metana dari TPA memiliki potensi besar untuk dikurangi sekaligus menghasilkan nilai ekonomi karbon.

“Ini soal karbon. Bukan hanya yang menghasilkan oksigen yang bisa menghasilkan nilai ekonomi karbon, tetapi menghilangkan emisi juga bisa menghasilkan keuntungan,” kata Jumhur saat peresmian kembali Rumah Kolaborasi dan Konsultasi Iklim dan Karbon (RKKIK) di Kantor KLH/BPLH Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Read also:  Dekarbonisasi Jadi Tuntutan Industri Tambang, Wamen LH Minta Emisi Dilaporkan ke SIGN-SMART

Menurut Jumhur, salah satu potensi besar berada di Bantargebang, Bekasi. Ia mengungkapkan pernah ada investor asal Korea Selatan yang tertarik mengembangkan proyek pengelolaan metana di lokasi tersebut.

“Empat atau lima tahun lalu ada perusahaan dari Korea yang siap membenahi Bantargebang, termasuk menutup open dumping dan membersihkan gas metana. Pendapatan dari karbon sekitar US$20 juta,” ujarnya.

Menurutnya, skema tersebut tetap memberikan manfaat besar bagi Indonesia karena mampu mempercepat penurunan emisi gas rumah kaca nasional.

“Sebetulnya yang menerima manfaat kita juga, karena metananya hilang dan penurunan emisi kita cepat terpenuhi,” katanya.

Jumhur menilai potensi serupa tidak hanya berada di Bantargebang, tetapi hampir di seluruh TPA open dumping di Indonesia.

Read also:  Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ia meminta jajaran KLH/BPLH segera menghitung total produksi gas metana dari TPA sampah nasional untuk melihat peluang pengembangan proyek karbon berbasis pengurangan emisi.

“Gas metana itu dampaknya lebih dari 30 kali dibanding CO2. Kalau ini dibenahi, jangan-jangan nanti banyak pihak rebutan ingin menyelesaikan masalah open dumping,” ujarnya.

KLH/BPLH saat ini juga tengah menyusun roadmap pengurangan emisi metana di Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Model tersebut diharapkan dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia.

Read also:  Perkuat Tata Kelola Bursa Karbon, OJK Kedepankan Integritas Pasar dan Perlindungan Konsumen

“Teknologinya tidak jauh berbeda dan bisa dioffset dengan harga tertentu sehingga manfaatnya kembali ke masyarakat,” kata Jumhur.

Berdasarkan laporan terbaru Emmett Institute, Pusat studi hukum dan kebijakan lingkungan serta perubahan iklim, Fakultas Hukum University of California Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, yang merupakan TPST terbesar di kawasan Asia Tenggara merupakan penghasil metana terbesar kedua di dunia setelah TPA Campo de Mayo di Buenos Aires, Argentina.

Kedua tempat pembuangan sampah tersebut tertangkap oleh satelit Carbon Mapper sebagai produsen metana terbesar hingga mencapai lebih dari 6 ton perjam. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Ecobiz.asia – Kementerian Pertanian mengatur tata cara perdagangan karbon melalui mekanisme offset emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor pertanian, mencakup subsektor persawahan, peternakan,...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

Perkuat Tata Kelola Bursa Karbon, OJK Kedepankan Integritas Pasar dan Perlindungan Konsumen

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat regulasi perdagangan karbon melalui Bursa Karbon Indonesia dengan menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 10 Tahun 2026 dan...

KLH Dorong Pemda Siapkan Proyek Karbon, Bisa Jadi Sumber Pendapatan Daerah

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mendorong pemerintah daerah mulai mengidentifikasi dan menyiapkan proyek-proyek karbon agar dapat memanfaatkan peluang perdagangan...

TOP STORIES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...