PLN Nusantara Power Raih 12 Penghargaan EBTKE 2026, Tegaskan Kepeloporan Energi Bersih

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PLN Nusantara Power (PLN NP) kembali menorehkan prestasi dalam pengembangan energi bersih dengan meraih 12 penghargaan pada ajang Apresiasi Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Kamis (3/9), di Jakarta. Penghargaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian The 12th Indonesia EBTKE ConEx 2026 yang berlangsung pada 2–4 September 2026.

Pemberian apresiasi ini menjadi pengakuan atas konsistensi PLN NP dalam mengembangkan berbagai solusi energi bersih, mulai dari pemanfaatan biomassa, hidrogen hijau, waste-to-energy , energi surya, teknologi rendah karbon, hingga konservasi energi.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU mengatakan, percepatan pengembangan EBTKE membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar berbagai potensi energi bersih dapat dioptimalkan untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Read also:  Pertamina Perluas Akses Pasar Global 7 UMK di CAEXPO 2026

“Pengembangan energi baru dan terbarukan membutuhkan kolaborasi dan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. Kita perlu memastikan berbagai potensi dan proyek EBTKE dapat terus bergerak dari tahap perencanaan menuju implementasi nyata,” ujar Eniya.

Semangat tersebut sejalan dengan langkah PLN Nusantara Power yang terus mengembangkan inovasi energi bersih sekaligus melakukan transformasi pada pembangkit eksisting. Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya PLN NP menghadirkan solusi energi yang tidak hanya lebih rendah emisi, tetapi juga tetap mendukung keandalan dan ketahanan sistem kelistrikan nasional.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan, 12 penghargaan tersebut menjadi validasi atas kerja keras seluruh insan PLN NP dalam menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata, atas kerja keras seluruh insan PLN Nusantara Power dalam mengubah inovasi menjadi solusi energi kedepan. Kami akan terus memperkuat peran sebagai pionir pembangkitan hijau dengan menghadirkan energi yang semakin bersih, andal, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Ruly.

Read also:  TruCarbon dan AEI Gelar Webinar PSPK 1 & 2, Siapkan Emiten Hadapi Sustainability Disclosure 2027

Salah satu capaian utama PLN NP adalah keberhasilan meraih tiga penghargaan pada kategori Penilaian Kinerja Pelaksana Cofiring Biomassa pada PLTU, yakni Juara Aditama untuk UP Tenayan dan UP Paiton serta Juara Pratama untuk UP Pulang Pisau.

PLN NP merupakan pelopor co-firing biomassa di lingkungan PLN Group. Inisiatif yang dimulai melalui riset dan pengujian sejak 2018 tersebut mencapai operasi komersial pertama di PLTU Paiton pada 10 Juni 2020.

Read also:  PERHAPI: Industri Tambang Tak Cukup Hanya Kejar Produksi, Harus Beri Manfaat Berkelanjutan

Sepanjang 2025, co-firing biomassa PLN NP yang telah diterapkan secara komersial di 25 PLTU menghasilkan 1.041 GWh energi hijau dan berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 1,17 juta ton CO₂e. Hingga semester I 2026, program tersebut telah menghasilkan sekitar 490,5 GWh energi hijau dengan pengurangan emisi mencapai 590,9 ribu ton CO₂e.

Di bidang energi baru, PLN NP juga mendapatkan apresiasi atas pengembangan green hydrogen di UP Muara Karang dan UP Tanjung Awar-awar serta inovasi waste-to-energy di UP Indramayu. Sementara di bidang energi terbarukan, penghargaan diraih melalui UP Muara Karang, Tanjung Awar-awar, Brantas, Paiton, dan Cirata. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

TruCarbon dan AEI Gelar Webinar PSPK 1 & 2, Siapkan Emiten Hadapi Sustainability Disclosure 2027

Ecobiz.asia – Penerapan standar pengungkapan keberlanjutan PSPK 1 dan PSPK 2 mulai periode pelaporan tahunan 1 Januari 2027 mendorong emiten memperkuat kesiapan data, sistem...

Pertamina Perluas Akses Pasar Global 7 UMK di CAEXPO 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) memperluas peluang produk lokal tujuh Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mitra binaan untuk menjangkau pasar internasional dalam The 23rd...

PHI Raih Tujuh Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tujuh penghargaan dalam ajang International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awards 2026, sebagai bentuk apresiasi...

PERHAPI: Industri Tambang Tak Cukup Hanya Kejar Produksi, Harus Beri Manfaat Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- Industri pertambangan Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas hingga perubahan regulasi, pertambangan ilegal, serta...

Agincourt Resources Buka OlympiAR 2026, Dorong Talenta Geosains dan Praktik Tambang Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) kembali menggelar Olympiad Agincourt Resources (OlympiAR) 2026, kompetisi geosains...

TOP STORIES

Ambisi 100 GWp Terancam Jadi Narasi Panggung, COP31 Jadi Momentum Pembuktian Prabowo

Ecobiz.asia — Ambisi pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) hingga 2029 berisiko berhenti sebagai komitmen di panggung internasional...

Indonesia Dorong Pendanaan Konkret untuk Transisi Energi Berkeadilan di COP31

Ecobiz.asia — Indonesia akan mendorong realisasi dukungan pendanaan, penguatan kapasitas, dan bantuan teknis bagi negara berkembang dalam pelaksanaan transisi energi berkeadilan pada Konferensi Perubahan...

Pertamina Explores Sustainable Aviation Fuel From Urban Waste, Partners With PAL Jaya

Ecobiz.asia – Indonesia’s state-owned energy company PT Pertamina (Persero) is exploring the use of urban fat, oil and grease (FOG) waste as an alternative...

ICAO Joins Alliance to Boost Carbon Credit Supply for Aviation

Ecobiz.asia – The International Civil Aviation Organization (ICAO) has joined an alliance of more than 80 stakeholders working to accelerate the supply of eligible...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...