PERHAPI: Industri Tambang Tak Cukup Hanya Kejar Produksi, Harus Beri Manfaat Berkelanjutan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Industri pertambangan Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas hingga perubahan regulasi, pertambangan ilegal, serta tuntutan transisi energi. Di tengah kondisi tersebut, industri tambang dinilai tidak lagi cukup hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga harus mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Sudirman Widhy Hartono mengatakan dinamika global dan domestik menuntut industri pertambangan untuk terus beradaptasi.

Menurut dia, perkembangan geopolitik internasional serta perubahan keseimbangan pasokan dan permintaan mineral dan batubara global telah membuat harga komoditas pertambangan semakin fluktuatif.

Di dalam negeri, tantangan industri juga semakin beragam, antara lain masih maraknya aktivitas pertambangan ilegal, kasus pelanggaran hukum, serta perubahan regulasi yang mencakup perizinan lingkungan hidup, kehutanan, tata ruang dan kebijakan fiskal.

“Industri pertambangan harus menghadapi dinamika baik dari internal maupun eksternal. Mulai dari dinamika geopolitik internasional dan dinamika supply-demand komoditas mineral dan batubara di pasar internasional,” kata Widhy dalam sambutan pembukaan perayaan HUT ke-36 PERHAPI di Jakarta, Kamis (10/9).

Read also:  MedcoEnergi Salurkan Bantuan Logistik bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Namun, di tengah berbagai tekanan tersebut, terdapat perkembangan menarik. Widhy mencatat penurunan produksi sejumlah komoditas, termasuk nikel dan batubara, tidak serta-merta diikuti penurunan penerimaan negara.

“Meski dari sisi produksi beberapa komoditas seperti nikel dan batubara dipangkas, penerimaan dari kedua sektor ini mengalami kenaikan,” ujarnya.

Menurut Widhy, kondisi tersebut menunjukkan bahwa ukuran kinerja sektor pertambangan tidak semata-mata dapat dilihat dari volume produksi. Efisiensi, nilai tambah, optimalisasi penerimaan dan pengelolaan sumber daya menjadi semakin penting dalam menentukan kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian nasional.

Di saat yang sama, industri juga menghadapi tuntutan transformasi akibat transisi energi, elektrifikasi, perkembangan teknologi dan kebutuhan meningkatkan efisiensi operasional.

“Dunia pertambangan didorong untuk terus melakukan adaptasi terkait perkembangan global,” kata Widhy.

Dorong solusi lintas pemangku kepentingan

Dalam kondisi tersebut, PERHAPI menilai peran organisasi profesi menjadi semakin penting. Memasuki usia ke-36 tahun, organisasi yang beranggotakan lebih dari 14.000 orang tersebut terus mendorong pengembangan pengetahuan, teknologi dan kompetensi di bidang pertambangan. Anggota PERHAPI berasal dari berbagai latar belakang, termasuk aparatur sipil negara, akademisi dan praktisi pertambangan yang tersebar di instansi pemerintah, lembaga pendidikan dan dunia usaha.

Read also:  Agincourt Resources Buka OlympiAR 2026, Dorong Talenta Geosains dan Praktik Tambang Berkelanjutan

Widhy mengatakan PERHAPI berupaya memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah dan pelaku usaha untuk mencari solusi yang dapat diterapkan secara adil bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Kami tentunya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang masih tetap mempercayai kami untuk terus berperan dalam memberikan kontribusi untuk memajukan sektor industri pertambangan yang kita cintai ini,” ujarnya.

Menurut dia, kepercayaan dari pemerintah, industri dan masyarakat menjadi modal penting bagi PERHAPI untuk terus berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sektor pertambangan. Dalam perayaan HUT ke-36 tersebut, PERHAPI juga menggelar forum diskusi bertema “Industri Mineral dan Batubara, Kondisi Saat Ini dan Kontribusinya bagi Masa Depan Bangsa dan Negara.”

Read also:  PLN Nusantara Power Raih 12 Penghargaan EBTKE 2026, Tegaskan Kepeloporan Energi Bersih

Forum tersebut mempertemukan regulator dan pelaku industri untuk membahas kondisi terkini sektor mineral dan batubara sekaligus mencari arah kebijakan dan solusi bagi masa depan industri. Widhy berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai ruang diskusi, tetapi dapat menjadi masukan bagi PERHAPI dalam menyusun rekomendasi dan program organisasi ke depan.

“Diharapkan forum ini bisa menjadi bekal awal bagi kami untuk dapat ditindaklanjuti dalam program kegiatan organisasi berikutnya dalam rangka menyusun masukan dan rekomendasi yang positif dan konstruktif kepada pemerintah maupun seluruh stakeholder di industri pertambangan minerba,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan bahwa PERHAPI telah menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam pengembangan sektor pertambangan.

“PERHAPI telah menjadi mitra strategis pemerintah. Sebagai organisasi profesi yang anggotanya adalah profesional pertambangan, kontribusi PERHAPI masih sangat dibutuhkan untuk memajukan pertambangan ke depan,” kata Tri.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Agincourt Resources Buka OlympiAR 2026, Dorong Talenta Geosains dan Praktik Tambang Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) kembali menggelar Olympiad Agincourt Resources (OlympiAR) 2026, kompetisi geosains...

PLN Nusantara Power Raih 12 Penghargaan EBTKE 2026, Tegaskan Kepeloporan Energi Bersih

Ecobiz.asia -- PLN Nusantara Power (PLN NP) kembali menorehkan prestasi dalam pengembangan energi bersih dengan meraih 12 penghargaan pada ajang Apresiasi Energi Baru, Terbarukan,...

IndoEBTKE ConEx 2026 Dorong Eksekusi Proyek EBT dan Percepatan Investasi Hijau

Ecobiz.asia -- Forum The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 akan menjadi ajang untuk mempercepat realisasi proyek energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) di Indonesia,...

Ahmad Yani Terpilih sebagai Ketua API, Fokus Dorong Pengembangan Panas Bumi

Ecobiz.asia — Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Ahmad Yani, terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API)/Indonesian Geothermal Association (INAGA)...

MedcoEnergi Salurkan Bantuan Logistik bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7...

TOP STORIES

Pangkas Penggunaan BBM, PLN EPI Siapkan Gasifikasi Pembangkit 477 MW di Nusa Tenggara

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyiapkan jaringan logistik Liquefied Natural Gas (LNG) untuk memasok gas ke pembangkit berkapasitas total 477...

MNK Rokan Jadi Pijakan Awal Pertamina Kembangkan Ekosistem Migas Non-Konvensional

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjadikan pengembangan Migas Non Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan sebagai pijakan awal untuk membangun kapabilitas dan...

Pertamina NRE Launches Multi-Feedstock Bioethanol Centre in Lampung, Puts Sorghum to the Test

Ecobiz.asia — PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) has launched a Bioethanol Development Centre in Tegineneng, Pesawaran, Lampung, as a pilot facility...

Indonesia Starts New Climate Transparency Reports, Updates Emissions Data

Ecobiz.asia – Indonesia has begun preparing its second and third Biennial Transparency Reports (BTR2 and BTR3) to report progress on climate action, including greenhouse...

Pertamina NRE Bangun Pusat Pengembangan Bioetanol di Lampung, Bidik Produksi 1 Juta KL

Ecobiz.asia — PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) meluncurkan Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, sebagai fasilitas percontohan untuk mengembangkan...