Indonesia Perkuat Kolaborasi Global untuk Pengelolaan Gambut Tropis di COP30

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Indonesia mendorong penguatan kerja sama internasional dalam perlindungan dan pengelolaan gambut tropis melalui penandatanganan deklarasi bersama antara Forestry Interim Secretariat of the International Tropical Peatlands Centre (ITPC) dan Greifswald Mire Centre (GMC) di Paviliun Indonesia, COP30 UNFCCC, Belém, Jumat (21/11/2025).

Deklarasi tersebut ditandatangani oleh Direktur Greifswald Mire Centre Franziska Tanneberger dan Wakil Ketua Forestry Interim Secretariat ITPC Bambang Supriyanto, dan disaksikan Penasihat Senior Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim Haruni Krisnawati.

Read also:  Indonesia Usulkan Hasil Hutan Bukan Kayu Masuk Agenda Strategis APEC EGILAT

Indonesia menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kontribusi kawasan gambut dalam pencapaian target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Haruni menyebutkan Indonesia memiliki sekitar 24 juta hektare Kesatuan Hidrologis Gambut, sebagian besar berada di kawasan hutan negara. Ekosistem gambut tersebut diperkirakan menyimpan 89 gigaton karbon—setara sekitar 20 tahun emisi global bahan bakar fosil.

Read also:  KPH Berperan Penting Mitigasi Karhutla, Pengembangan Bioekonomi Jadi Strategi

“Restorasi yang efektif dan pengelolaan berkelanjutan dapat menurunkan emisi 1,3–2,6 GtCO₂e per tahun,” kata Haruni.

Tanneberger menyatakan kolaborasi berbasis sains penting untuk memastikan kebijakan dan praktik di lapangan didukung informasi yang kredibel dan perangkat teknis yang dapat langsung diterapkan. Sementara itu Bambang Supriyanto menegaskan bahwa ITPC akan memperluas peran sebagai pusat kolaborasi untuk negara-negara pemilik gambut tropis di Asia Tenggara, Cekungan Kongo, dan Amazon.

Read also:  Kemenhut Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Kemarau dan Ancaman Karhutla

“Kerja sama dengan Greifswald Mire Centre akan memperkuat pemetaan, pemantauan, riset, serta pertukaran pembelajaran, termasuk melalui pelatihan dan konferensi,” ujarnya.

Deklarasi ini juga menggarisbawahi dukungan mitra global seperti UNEP, FAO, CIFOR, dan lembaga riset nasional, serta menempatkan pengelolaan gambut dalam kerangka konvensi internasional seperti UNFCCC, UNCBD, UNCCD, Ramsar, Perjanjian Paris, Brazzaville Declaration, Global Peatlands Initiative, dan Peatland Breakthrough. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Prabowo Mulai Program PLTS 100 GWp, Sesumbar Rampung dalam Tiga Tahun

Ecobiz.asia — Pemerintah resmi memulai program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) dengan nilai investasi sekitar US$73 miliar...

Revisi Aturan Pengelolaan Hutan, Organisasi Masyarakat Sipil Soroti Penguatan KPH hingga Evaluasi Perizinan

Ecobiz.asia – Sebanyak 14 organisasi masyarakat sipil menyoroti sejumlah aspek tata kelola dalam revisi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 8 Tahun 2021...

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Kebekaran Hutan, Satu Izin Dibekukan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) setelah ditemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Prabowo Dorong ‘Ubi Bombing’ untuk Perkuat Pemadaman Karhutla

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan inovasi bahan pemadam kebakaran berbahan baku ubi atau singkong untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)....

Presiden Prabowo Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan, Perkuat Operasi Pemadaman

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan di tengah kondisi cuaca yang sangat kering akibat fenomena...

TOP STORIES

Prabowo Launches 100 GW Solar Program, Sets Three-Year Deadline

Ecobiz.asia — Indonesia has launched a national program to develop 100 gigawatts peak (GWp) of solar power capacity, with an estimated investment of about...

Prabowo Mulai Program PLTS 100 GWp, Sesumbar Rampung dalam Tiga Tahun

Ecobiz.asia — Pemerintah resmi memulai program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) dengan nilai investasi sekitar US$73 miliar...

Revisi Aturan Pengelolaan Hutan, Organisasi Masyarakat Sipil Soroti Penguatan KPH hingga Evaluasi Perizinan

Ecobiz.asia – Sebanyak 14 organisasi masyarakat sipil menyoroti sejumlah aspek tata kelola dalam revisi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 8 Tahun 2021...

Indonesia Sanctions Six Companies Over Forest Fires, Freezes One Permit

Ecobiz.asia – Indonesia's Ministry of Forestry has imposed administrative sanctions on six forest concession holders after inspections found forest and land fires across a...

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Kebekaran Hutan, Satu Izin Dibekukan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) setelah ditemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...