Pertamina Evakuasi 19 Pekerja dari Irak dan Dubai, Perjalanan Pulang Capai 14 Hari

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) berhasil mengevakuasi 19 Perwira yang bertugas di kawasan Timur Tengah, terdiri dari 11 pekerja di Basra, Irak dan 8 pekerja di Dubai, Uni Emirat Arab. Evakuasi dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

Proses pemulangan dari Basra ke Jakarta memakan waktu hingga 14 hari. Durasi yang cukup panjang ini disebabkan oleh penutupan sejumlah bandara internasional di kawasan Timur Tengah, termasuk di Kuwait City, Dubai, dan Doha.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Awang Lazuardi mengatakan koordinasi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam memastikan keselamatan para pekerja.

“Geopolitik yang dinamis tentu berpengaruh terhadap operasi kita di Irak. Alhamdulillah berkat koordinasi yang sangat baik antara PIEP, PHE, Pertamina serta dukungan Kementerian Luar Negeri dan KBRI di sejumlah negara, teman-teman bisa pulang dengan selamat,” kata Awang dalam keterangannya, Kamis (12/3).

Read also:  BPDLH Gandeng Perusahaan Global, Perkuat Pembiayaan Petani Agroforestri

Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha menegaskan keselamatan pekerja menjadi prioritas utama perusahaan. Menurutnya, PIEP menjalankan prosedur Health, Safety, Security and Environment (HSSE) serta Business Continuity Plan (BCP) secara disiplin dan terkoordinasi dengan Pertamina Holding, Subholding Upstream, serta otoritas terkait.

“Kami juga terus memonitor situasi secara real-time guna memastikan perlindungan optimal bagi seluruh personel,” ujar Syamsu.

Sebagai bagian dari langkah mitigasi, perusahaan juga melakukan asesmen terhadap rencana kontinjensi dan rute evakuasi alternatif guna mengantisipasi kemungkinan penutupan ruang udara di kawasan tersebut.

Pertamina Irak Eksplorasi & Produksi (PIREP) mengaktifkan Emergency Response Team (ERT) segera setelah menerima informasi mengenai eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Perusahaan juga memperkuat koordinasi dengan sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia, termasuk KBRI Baghdad, KBRI Kuwait City, KBRI Riyadh, dan KBRI Abu Dhabi, serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Read also:  Kemarau Lebih Kering, Kemenhut Perkuat Antisipasi Karhutla 2026

Dalam proses evakuasi, para pekerja menempuh perjalanan darat dari Basra menuju perbatasan Safwan sebelum memasuki Kuwait. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Dammam, Arab Saudi. Dari kota tersebut, para pekerja diterbangkan menuju Jeddah sebelum melanjutkan penerbangan ke Indonesia. Sebagian personel tiba di Jakarta pada 10 Maret 2026, sementara sisanya tiba sehari kemudian pada 11 Maret 2026.

PIEP juga memastikan komunikasi dengan keluarga para pekerja tetap terjaga selama proses evakuasi. Perusahaan menghubungi keluarga untuk menyampaikan kondisi terkini serta menyediakan layanan hotline 24 jam guna memberikan informasi dan dukungan yang diperlukan.

Tentang PIREP

PT Pertamina Irak Eksplorasi dan Produksi (PIREP) dibentuk pada 2013 untuk mengelola aset PT Pertamina (Persero) di Irak. Perusahaan beroperasi sekitar 50 kilometer di barat laut Kota Basra. PIREP mengelola kegiatan eksplorasi dan produksi minyak di Blok West Qurna-1 melalui skema Technical Service Contract (TSC) hingga 2045.

Read also:  Kemenhut dan Satgas PKH Garuda Tertibkan Sawit Ilegal, Pulihkan Mangrove di SM Karang Gading

Sejak 2023, perusahaan memiliki participating interest sebesar 20% di blok tersebut, yang merupakan salah satu ladang minyak raksasa dunia (super giant field).

Dalam skema TSC, perusahaan migas memperoleh pembayaran atas jasa teknis yang diberikan, berbeda dengan skema Production Sharing Contract (PSC) yang umum diterapkan di Indonesia, di mana kontraktor menanggung risiko dan biaya operasi dengan imbal hasil berupa bagian dari produksi.

Selain PIREP, kontraktor utama di Blok West Qurna-1 adalah PetroChina, bersama mitra lainnya yakni Basra Oil Company, Itochu, dan OEC. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Induk dan Anak Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Bengkulu, Kemenhut Lakukan Investigasi

Ecobiz.asia — Dua individu Gajah Sumatra ditemukan mati di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kasus tersebut tengah dalam proses investigasi untuk...

Presiden Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun, dari Biodiesel hingga Pengolahan Pala

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Langkah ini menjadi...

Laba Melonjak 4,5 Kali Lipat, Samator Indo Gas Awali 2026 dengan Momentum Kuat

Ecobiz.asia -- PT Samator Indo Gas Tbk (IDX: AGII) membuka tahun 2026 dengan performa yang mengesankan. Di tengah dinamika dunia usaha dan kebutuhan sektor...

Volume Naik, Fondasi Menguat: Samindo Jaga Ritme di Awal 2026

Ecobiz.asia -- Awal tahun menjadi panggung konsistensi bagi PT Samindo Resources Tbk (MYOH). Di tengah dinamika industri pertambangan batubara, Perseroan membuka 2026 dengan ritme...

Menteri Jumhur Resmi Nahkodai KLH, Tekankan Environmental Ethics sebagai Kunci Perlindungan Bumi

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) melakukan serah terima jabatan Menteri LH/Kepala BPLH dari Hanif Faisol Nurofiq kepada Moh. Jumhur Hidayat...

TOP STORIES

Asia Pacific Ports Advance Cross-Sector Hydrogen and E-Fuel Development

Ecobiz.asia — Ports across the Asia Pacific are accelerating efforts to develop hydrogen and e-fuel ecosystems through cross-sector collaboration, positioning the region as a...

Two Sumatran Elephants Found Dead in Bengkulu, Investigation Underway

Ecobiz.asia — Two Sumatran elephants have been found dead in Mukomuko Regency, Bengkulu Province, prompting an investigation by Indonesia’s Ministry of Forestry to determine...

Induk dan Anak Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Bengkulu, Kemenhut Lakukan Investigasi

Ecobiz.asia — Dua individu Gajah Sumatra ditemukan mati di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kasus tersebut tengah dalam proses investigasi untuk...

Vale Perkuat Kinerja ESG 2025, Investasi Lingkungan Naik 54,3%

Ecobiz.asia — PT Vale Indonesia Tbk memperkuat kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) sepanjang 2025 dengan peningkatan signifikan investasi lingkungan...

PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya Gandeng Xurya Resmikan PLTS Atap Terbesar di Indonesia Berkapasitas 22,5 MW

Ecobiz.asia -- Kebutuhan energi yang besar dan berkelanjutan di sektor industri mendorong semakin banyak pelaku manufaktur mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam...