Gold Standard Rilis Metodologi Kredit Karbon untuk Proyek Pensiun Dini PLTU

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Lembaga sertifikasi iklim Gold Standard meluncurkan metodologi baru untuk mendukung percepatan pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara sekaligus memastikan transisi menuju energi bersih tetap kredibel, layak secara finansial, dan adil bagi pekerja serta masyarakat terdampak.

Demikian dikutip dari akun resmi media sosial Gold Standard, Jumat (13/3/2026).

Salah satu ketentuan utama dalam metodologi tersebut mewajibkan proyek yang mengajukan sertifikasi untuk menggantikan produksi listrik historis dari PLTU dengan kapasitas energi terbarukan pada tingkat layanan yang setara.

Read also:  Industri Sambut Positif Permenhut 6/2026 Perdagangan Karbon Kehutanan

Ketentuan ini bertujuan mencegah munculnya kesenjangan pasokan listrik akibat penghentian operasi PLTU yang berpotensi digantikan oleh pembangkit berbahan bakar fosil lain dalam sistem kelistrikan.

Dalam kerangka tersebut, proyek juga harus menunjukkan proses dekomisioning permanen dan terverifikasi dari aset PLTU batubara, disertai pembangunan pembangkit energi terbarukan yang mampu menggantikan produksi listrik historis pembangkit yang dipensiunkan.

Read also:  Menhut Terbitkan Permenhut No 6 Tahun 2026, Atur Tata Cara Perdagangan Karbon Kehutanan

Metodologi ini juga mensyaratkan sejumlah pengamanan untuk mencegah kebocoran emisi atau substitusi emisi dalam jaringan listrik, serta memastikan keselarasan dengan jalur dekarbonisasi nasional.

Selain itu, sistem baseline emisi yang digunakan bersifat dinamis sehingga dapat menyesuaikan dengan perkembangan kebijakan iklim di masing-masing negara.

Menurut Gold Standard, kerangka tersebut dirancang untuk memastikan upaya penghentian PLTU batubara tetap menjaga keandalan dan keterjangkauan pasokan listrik, terutama di tengah volatilitas harga energi dan ketidakpastian pasokan yang berpotensi mempertahankan ketergantungan pada bahan bakar fosil. ***

Read also:  RI Undang Jepang Investasi Karbon Kehutanan, Skema JCM dan VCM

Link Metodologi KLIK

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Indonesia Siapkan Implementasi Nesting Karbon Kehutanan, Riau Jadi Percontohan

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia menyiapkan operasionalisasi kerangka kerja nesting karbon kehutanan guna mendorong transaksi berintegritas tinggi dan menarik investasi global. Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari...

Pertamina NRE Sediakan Kredit Karbon, Dukung Kampanye IDXCarbon “Aku Net-Zero Hero”

Ecobiz.asia — PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyediakan kredit karbon untuk mendukung kampanye “Aku Net-Zero Hero” yang diluncurkan bersama IDXCarbon, PT...

Industri Sambut Positif Permenhut 6/2026 Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Pelaku industri menyambut positif terbitnya Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 6 Tahun 2026 yang dinilai memberikan kepastian dan memperkuat fondasi pasar karbon...

KKP Jelaskan Mekanisme Perdagangan Karbon Biru, Wajib PKKPRL dan Teregistrasi di SRUK

Ecobiz.asia – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan mekanisme perdagangan karbon biru mensyaratkan integrasi antara kepastian tenurial ruang laut, sistem registrasi karbon,...

Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) Segera Diluncurkan, KLH Ajak Pengembang Proyek Ikut Uji Coba

Ecobiz.asia – Pemerintah segera meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai infrastruktur utama perdagangan karbon di Indonesia. Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan...

TOP STORIES

Pertamina Strengthens Domestic Bioethanol Development to Support E20 Target

Ecobiz.asia — Pertamina is strengthening the development of domestically sourced bioethanol through cross-sector collaboration to support the country’s E20 blending mandate targeted for 2028. The...

Kunjungi TPST BLE Banyumas, Presiden Prabowo Soroti Inovasi Sampah Jadi Genteng

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026), dan menyoroti...

Survei: Progres Energi Terbarukan Indonesia Stagnan Meski Permintaan Industri Tinggi

Ecobiz.asia — Survei terbaru yang dilakukan Petromindo Survey menunjukkan meningkatnya kekhawatiran pelaku industri terhadap lambatnya perkembangan energi terbarukan di Indonesia, meski permintaan dan ekspektasi...

Survey Finds Indonesia’s Renewable Energy Progress Stagnant Despite Strong Industry Demand

Ecobiz.asia — A recent survey conducted by Petromindo Survey highlights growing industry concern over the slow pace of renewable energy development in Indonesia, despite...

Target Dedieselisasi Dinilai Perlu Diperluas ke PLTU, PLTG

Ecobiz.asia — Rencana pemerintah mengganti 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dinilai perlu diperluas dengan menghentikan pembangunan pembangkit...