NCI dan Infini Asia Luncurkan FIST 1.0 untuk Perkuat Pengelolaan Data Proyek Nature-based Solutions

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Nusantara Climate Initiative (NCI) bersama PT Inovasi Infini Asia (Infini Asia) meluncurkan Forest Integrated System for Transparency (FIST) Version 1.0, platform digital yang dirancang untuk memperkuat pengelolaan, integrasi, dan pemanfaatan data proyek Nature-based Solutions (NbS).

FIST 1.0 diluncurkan dan diserahkan kepada NCI di Bogor, Rabu (16/9/2026), menandai selesainya tahap pertama pengembangan platform tersebut.

Platform ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pengelolaan data dalam proyek NbS yang berasal dari berbagai lokasi dan alur kerja. Data tersebut mencakup informasi lapangan, geospasial, tematik, hingga data operasional yang perlu dikelola secara konsisten dan terintegrasi.

Vice President of Climate Strategy NCI Clarissa Rusli mengatakan FIST diharapkan dapat menyediakan informasi yang lebih terstruktur dan mudah ditelusuri, sekaligus memperkuat koordinasi serta pengambilan keputusan berbasis bukti.

Read also:  Verra Setujui Polis Asuransi Artio untuk Kelola Risiko Reversal Kredit Karbon

“Bagi NCI, nilai strategis FIST terletak pada kemampuannya menciptakan informasi yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri, meningkatkan koordinasi, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih berbasis bukti,” kata Clarissa dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui media sosial resmi NCI, Jumat (18/9/2026).

Menurut dia, setelah platform diserahkan, NCI bertanggung jawab memastikan sistem digunakan, dipelihara, dan terus dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi.

“Yang kami terima hari ini bukan hanya sebuah platform, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan platform ini digunakan, dipelihara, dan terus dikembangkan,” ujarnya.

Tahap pertama pengembangan FIST juga mencakup evaluasi proses pengembangan serta serah terima kepemilikan sistem, dokumentasi teknis, hak akses, dan pengetahuan operasional kepada NCI.

Read also:  Pemda DIY dan WWF Perluas Kerja Sama, Pengadaan Hijau Pangkas Emisi 48%

Pengembangan FIST dilakukan secara iteratif melalui pengujian, pelatihan, serta masukan dari tenaga ahli teknis dan pengguna di lapangan. Pengembangan selanjutnya akan mencakup pembersihan data secara berkala, tinjauan teknis, mekanisme umpan balik, serta penguatan keamanan sistem.

FIST menjadi fondasi yang menghubungkan informasi lapangan dengan monitoring, reporting dan dasbor pengambilan keputusan. Pemanfaatan platform dalam jangka panjang akan bergantung pada kedisiplinan pengelolaan data, konsistensi penggunaan, kejelasan kepemilikan, pemeliharaan sistem, serta pengembangan berkelanjutan.

Head of Impact and Strategic Assurance NCI Mukhammad Thoha Zulkarnain mengatakan FIST menyediakan referensi bersama bagi tim lapangan, teknis, dan manajemen dalam melakukan koordinasi dan pengambilan keputusan.

Read also:  BEI: Karhutla Berpotensi Tekan Ketersediaan Unit Karbon

“FIST memberikan referensi yang lebih konsisten bagi tim lapangan, tim teknis, dan manajemen untuk koordinasi dan pengambilan keputusan. Platform ini membantu memastikan data tidak sekadar dikumpulkan, tetapi dapat digunakan secara bermakna,” kata Thoha.

Sementara itu, CEO Infini Asia Mohammad Agus Salim mengatakan FIST mengintegrasikan data, perangkat, dan alur kerja dalam satu ekosistem untuk mendukung pemantauan, transparansi, dan pengambilan keputusan operasional NCI.

“FIST bukan sekadar aplikasi atau kumpulan fitur. Platform ini menyatukan data, perangkat, dan alur kerja dalam satu ekosistem terintegrasi untuk memperkuat pemantauan, transparansi, dan pengambilan keputusan operasional di NCI,” ujar Salim. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

BP BUMN Arahkan Perhutani Kembangkan Bisnis Karbon, Incar Pendapatan Rp1-2 Triliun

Ecobiz.asia – Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) mengarahkan Perum Perhutani mengembangkan perdagangan karbon sebagai sumber pendapatan baru sekaligus bagian dari transformasi bisnis perusahaan. Dalam jangka...

IDXCarbon Gratiskan Biaya Pendaftaran, Incar Lebih Banyak Pengguna Jasa Karbon

Ecobiz.asia – Bursa karbon Indonesia (IDXCarbon) menggratiskan biaya pendaftaran dan keanggotaan bagi perusahaan yang ingin menjadi Pengguna Jasa Bursa Karbon (PJBK). Kebijakan tersebut ditujukan...

Incar Blue Carbon, Lampung Perluas Cakupan Tim Koordinasi Inisiatif Karbon

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Lampung memperluas cakupan kerja Tim Koordinasi Inisiatif Karbon dari semula berfokus pada karbon hutan menjadi pengembangan ekosistem karbon daratan dan...

COP31 Jadi Momentum Indonesia Perkuat Peran dalam Diplomasi Iklim dan Biodiversitas

Ecobiz.asia — Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP31) yang akan berlangsung November nanti menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat perannya dalam tata kelola iklim global,...

Menteri LH Tegaskan Indonesia Bangun Biodiversity Credit Berbasis Tiga Prinsip Utama, Apa Saja?

Ecobiz.asia — Indonesia tengah mematangkan instrumen biodiversity credit sebagai skema pembiayaan konservasi dengan berpegang pada tiga prinsip utama, yakni integritas ilmiah, inklusi sosial, dan...

TOP STORIES

IDX Proposes Lower Non-Tax State Levy to Boost Carbon Trading on IDXCarbon

Ecobiz.asia – The Indonesia Stock Exchange (IDX) is preparing a proposal for an incentive and disincentive scheme to encourage companies to trade carbon units...

IIF Kantongi Akreditasi GCF, Buka Akses Pendanaan Iklim Global untuk Infrastruktur Berkelanjutan

Ecobiz.asia – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) resmi memperoleh status Accredited Entity (AE) dari Green Climate Fund (GCF) per 1 Juli 2026, membuka akses...

Petani Sawit Kecil Siap Hadapi EUDR Tapi Pertanyakan Insentif

Ecobiz.asia – Petani sawit kecil menyatakan siap memenuhi standar European Union Deforestation Regulation (EUDR), namun masih mempertanyakan dukungan dan insentif ekonomi untuk menanggung biaya...

WWF-Indonesia, CPOPC Partner to Strengthen Sustainable Palm Oil Supply Chains

Ecobiz.asia – WWF-Indonesia and the Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) signed a memorandum of understanding (MoU) on Friday (Sept. 18, 2026) in...

EcoGuard, CONFED Launch Digital Carbon Platform for 3 Million Philippine Coconut Farmers

Ecobiz.asia – Swiss climate-tech company EcoGuard Global and the Confederation of Coconut Farmers Organizations (CONFED) of the Philippines have launched the CONFED Carbon Office,...