Prabowo Instruksikan Persiapan BBM E50, Susul Penerapan B50

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemerintah segera menyiapkan langkah konkret untuk mengembangkan bahan bakar minyak (BBM) campuran bioetanol 50% atau E50 di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Pemerintah belum menetapkan target waktu implementasi E50.

“Bapak Presiden tadi memerintahkan untuk segera menyusun langkah-langkah yang sama untuk kita membangun E50,” ujar Bahlil seusai rapat.

Read also:  Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, 57 Persen di Kawasan Hutan

Menurut Bahlil, pengembangan E50 diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan BBM domestik sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor, setelah pemerintah menjalankan kebijakan mandatori biodiesel.

Kebutuhan BBM nasional saat ini masih tinggi. Konsumsi solar mencapai sekitar 39 juta kiloliter per tahun, sedangkan konsumsi bensin berada pada kisaran 39–40 juta kiloliter per tahun.

“Ini sebagai bentuk daripada mendorong ketersediaan BBM dalam negeri,” kata Bahlil.

Selain rencana E50, sidang DEN yang dipimpin langsung Presiden Prabowo membahas ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Bahlil mengatakan stok BBM dan cadangan nasional saat ini berada pada kisaran 18–20 hari.

Read also:  KLH/BPLH Perluas Jejaring Internasional Lawan Sindikat Kejahatan Lingkungan

“Jadi masih alhamdulillah clear,” ujar Bahlil.

Untuk memperkuat ketahanan energi dalam jangka panjang, pemerintah juga akan mendorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi melalui eksplorasi cekungan dan blok baru serta optimalisasi sumur yang telah berproduksi dengan pemanfaatan teknologi.

Prabowo juga meminta pemerintah memantau sekitar 45.000 sumur minyak rakyat agar dikelola secara profesional dan tidak terjadi penyimpangan dalam penjualannya.

Read also:  KPH Diarahkan Jadi “Konduktor” Pengelolaan Hutan di Tingkat Tapak

Dalam sidang tersebut, DEN turut membahas rancangan Undang-Undang Migas. Menurut Bahlil, laporan DEN memuat rencana penguatan kelembagaan tata kelola sektor migas yang akan berada langsung di bawah Presiden.

Selain itu, Prabowo meminta pemerintah memperkuat kerja sama antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan energi nasional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pantauan Karhutla Kemenhut: Hotspot Kalteng dan Kalbar Turun Tajam, Sumsel Malah Naik

Ecobiz.asia — Jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional turun 400 titik menjadi 1.037 titik hingga Selasa (15/9/2026) malam....

B50 Sudah Mengalir di 94% SPBU, Pemerintah Kejar Deadline Transisi 1 Oktober

Ecobiz.asia — Implementasi biodiesel 50% atau B50 telah menjangkau 6.050 dari 6.412 SPBU di seluruh Indonesia atau sekitar 94%. Pemerintah kini mengejar penyelesaian transisi...

WWF Indonesia dan DIPI Dorong Transformasi Ritel untuk Perkuat Pangan Sehat dan Berkelanjutan

Ecobiz.asia — Transformasi sistem pangan di Indonesia perlu didorong dari hulu hingga hilir dengan melibatkan peritel sebagai penghubung utama antara produsen dan konsumen. Penguatan...

KKP Tetapkan 683.826,89 Ha Perairan di Maluku Tengah Jadi Kawasan Konservasi, Habitat Penting Hiu Martil

Ecobiz.asia — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan perairan Pulau Teon, Nila, dan Serua (TNS), Maluku Tengah, Maluku, seluas 683.826,89 hektare sebagai Kawasan Konservasi...

Kemenhut Blak-blakan Penegakan Hukum Karhutla, 31 Kasus Libatkan Perorangan hingga Korporasi

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap penanganan 31 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 10 provinsi dengan total areal terdampak mencapai 3.625 hektare....

TOP STORIES

IDXCarbon Gratiskan Biaya Pendaftaran, Incar Lebih Banyak Pengguna Jasa Karbon

Ecobiz.asia – Bursa karbon Indonesia (IDXCarbon) menggratiskan biaya pendaftaran dan keanggotaan bagi perusahaan yang ingin menjadi Pengguna Jasa Bursa Karbon (PJBK). Kebijakan tersebut ditujukan...

Incar Blue Carbon, Lampung Perluas Cakupan Tim Koordinasi Inisiatif Karbon

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Lampung memperluas cakupan kerja Tim Koordinasi Inisiatif Karbon dari semula berfokus pada karbon hutan menjadi pengembangan ekosistem karbon daratan dan...

PLN-Pelindo Resmikan OPS Tanjung Priok, Perkuat Elektrifikasi Maritim Menuju Green Port

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meresmikan dua unit Onshore Power Supply (OPS) berkapasitas total 1 megavolt ampere (MVA) di...

COP31 Jadi Momentum Indonesia Perkuat Peran dalam Diplomasi Iklim dan Biodiversitas

Ecobiz.asia — Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP31) yang akan berlangsung November nanti menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat perannya dalam tata kelola iklim global,...

IAPB Says Indonesia Can Help Shape High-Integrity Biodiversity Credit Market

Ecobiz.asia – Indonesia has an important role to play in shaping a high-integrity biodiversity credit market that can be scaled globally, according to Dame...