Verra Luncurkan Program Scope 3, Buka Jalur Sertifikasi Aksi Iklim Rantai Nilai

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Verra meluncurkan Scope 3 Standard (S3S) Program, kerangka kerja untuk mengukur, memverifikasi, dan mensertifikasi hasil aksi iklim yang dilakukan dalam rantai nilai perusahaan.

Program tersebut memungkinkan pengembang proyek menggunakan kerangka sertifikasi independen untuk menerbitkan Scope 3 Units (S3Us), yang diharapkan dapat membuka peluang pembiayaan bagi proyek pengurangan dan penghilangan emisi di sepanjang rantai nilai perusahaan.

Scope 3 mencakup emisi tidak langsung yang berasal dari aktivitas sepanjang rantai nilai perusahaan, termasuk pemasok dan pelanggan. Menurut Verra, emisi tersebut umumnya menyumbang lebih dari 75% total jejak karbon perusahaan.

Verra menyebut lebih dari 40% perusahaan terbuka terbesar di dunia telah menetapkan target net zero yang mencakup emisi Scope 3. Namun, hingga kini belum tersedia sistem independen dan komprehensif untuk mensertifikasi pengurangan maupun penghilangan emisi yang dihasilkan dari investasi perusahaan dalam aksi iklim di rantai nilainya.

Read also:  Kemenhut Hitung Emisi Karbon Dampak Karhutla, Menhut: Kami Tekan di Bawah Benchmark 2015

Dalam program S3S, setiap satu S3U merepresentasikan satu ton metrik karbon dioksida ekuivalen (CO₂e) yang berhasil dikurangi atau dihilangkan dari atmosfer dalam rantai nilai perusahaan.

CEO Verra Mandy Rambharos mengatakan program tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan perusahaan terhadap mekanisme independen dalam mengukur dan melaporkan dampak aksi iklim di rantai nilai.

“Selama bertahun-tahun, komunitas lingkungan memperdebatkan apakah proyek aksi iklim seharusnya masuk dalam akuntansi Scope 3 dan klaim terkait. Sementara itu, perusahaan tetap memiliki ambisi untuk bertindak di bidang ini,” kata Rambharos dalam pernyataannya, Selasa (15/9/2026).

“Yang belum mereka miliki adalah cara yang kredibel dan independen untuk menghitung serta melaporkan dampak dari tindakan tersebut, yang menjadi kunci untuk mengalirkan pembiayaan ke aksi iklim semacam ini,” ujarnya.

Berjalan Bersama VCS

Program S3S akan berjalan berdampingan dengan Verified Carbon Standard (VCS) Program milik Verra. Dengan skema tersebut, proyek yang memenuhi syarat berpotensi menerbitkan S3U maupun kredit karbon konvensional.

Read also:  Indonesia Terus Kembangkan CCS, Teknologi Dinilai Jadi Jembatan Transisi Energi

Menurut Verra, mekanisme ini diharapkan memperluas pilihan pembiayaan bagi pengembang proyek sekaligus memperbesar kelompok calon pembeli.

Rambharos mengatakan S3S memanfaatkan pengalaman Verra dalam VCS untuk diterapkan pada pengurangan dan penghilangan emisi di dalam rantai nilai perusahaan. Program tersebut menggunakan panduan akuntansi dan pelaporan yang selaras serta sistem pelacakan.

Peluncuran Versi 1 memungkinkan pengembang proyek mendaftarkan proyek dalam Verra Registry. Pada tahap awal, program menggunakan metodologi VCS yang telah diadaptasi untuk pengelolaan lahan pertanian yang lebih baik dan produksi beton rendah karbon.

Verra berencana menambahkan metodologi untuk sektor lain seiring perluasan program, termasuk kehutanan, bahan bakar industri, super-pollutants, dan refrigerasi.

Pembaruan selanjutnya pada Versi 1 akan memungkinkan proses registrasi, validasi, dan verifikasi proyek yang telah masuk dalam pipeline, sehingga membuka jalan bagi penerbitan S3U pertama.

Read also:  ESGIN dan ASPEBINDO Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Indonesia

Sementara itu, Versi 2 akan memperkenalkan panduan dan persyaratan untuk menunjukkan hubungan perusahaan dengan produk dalam rantai nilainya yang terdampak langsung oleh suatu proyek. Versi tersebut juga akan menetapkan persyaratan penerbitan reportable units yang berasal dari S3U untuk digunakan perusahaan dalam pelaporan emisi gas rumah kaca dan klaim aksi iklim.

Program S3S dikembangkan dengan masukan lebih dari 100 pakar yang terlibat dalam Scope 3 Initiative Verra sejak 2022. Program tersebut telah melalui tahap uji coba pada 2022-2026 dengan melibatkan perusahaan dan organisasi dari berbagai sektor.

Verra menyatakan S3S dirancang untuk melengkapi sejumlah kerangka kerja iklim korporasi yang telah ada, termasuk Science Based Targets initiative Corporate Net-Zero Standard, Greenhouse Gas Protocol, ISO Net Zero Aligned Organizations Standard (ISO 14060), Advanced and Indirect Mitigation (AIM) Platform, serta Taskforce for Corporate Action Transparency (TCAT). ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Susun Biennial Transparency Report, Indonesia Laporkan Capaian Pengurangan Emisi

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mulai menyusun Biennial Transparency Report (BTR) Kedua dan Ketiga untuk melaporkan perkembangan aksi iklim, termasuk...

Pemda DIY dan WWF Perluas Kerja Sama, Pengadaan Hijau Pangkas Emisi 48%

Ecobiz.asia – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) dan WWF-Indonesia memperluas kerja sama pembangunan berkelanjutan, termasuk penguatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) berkelanjutan...

Menteri LH: Pasar Karbon Harus Berbasis Aksi Nyata, Bukan Sekadar Transaksi

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menegaskan pasar karbon Indonesia harus dibangun berdasarkan aksi iklim yang terukur,...

TÜV SÜD Bangun Pusat Dekarbonisasi di Singapura, Siap Investasi US$24 Juta

Ecobiz.asia — Perusahaan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi global TÜV SÜD menginvestasikan lebih dari US$24 juta untuk membangun Global Decarbonisation Centre of Excellence (CoE) di...

Wamen LH: Perdagangan Karbon Bisa Jadi Insentif Dekarbonisasi Industri Nikel

Ecobiz.asia — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mengatakan mekanisme perdagangan karbon dapat menjadi insentif bagi industri nikel...

TOP STORIES

Verra Launches Scope 3 Standard Program to Certify Value Chain Climate Action

Ecobiz.asia – Verra has launched its Scope 3 Standard (S3S) Program, a framework designed to quantify, verify and certify the climate outcomes of projects...

Pantauan Karhutla Kemenhut: Hotspot Kalteng dan Kalbar Turun Tajam, Sumsel Malah Naik

Ecobiz.asia — Jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional turun 400 titik menjadi 1.037 titik hingga Selasa (15/9/2026) malam....

B50 Sudah Mengalir di 94% SPBU, Pemerintah Kejar Deadline Transisi 1 Oktober

Ecobiz.asia — Implementasi biodiesel 50% atau B50 telah menjangkau 6.050 dari 6.412 SPBU di seluruh Indonesia atau sekitar 94%. Pemerintah kini mengejar penyelesaian transisi...

Trans Mall Group Resmikan PLTS Atap Terluas di Indonesia, Kolaborasi dengan Xurya

Ecobiz.asia — Trans Mall Group meresmikan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di 16 lokasi yang tersebar di 14 kota dan 11 provinsi...

WWF Indonesia dan DIPI Dorong Transformasi Ritel untuk Perkuat Pangan Sehat dan Berkelanjutan

Ecobiz.asia — Transformasi sistem pangan di Indonesia perlu didorong dari hulu hingga hilir dengan melibatkan peritel sebagai penghubung utama antara produsen dan konsumen. Penguatan...