Kemenhut Buka Peluang Investasi Baru Skema Carbon Removal di 2,4 Juta Hektare Hutan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membuka peluang investasi perdagangan karbon di sekitar 2,4 juta hektare kawasan hutan lindung dan hutan produksi sebagai bagian dari upaya mendukung target restorasi 12 juta hektare lahan kritis yang dicanangkan pemerintah.

Kawasan tersebut menjadi bagian dari skema carbon removal untuk meningkatkan serapan karbon sekaligus mempercepat rehabilitasi hutan melalui investasi swasta.

Direktur Bina Usaha Pemanfaatan Hutan Kemenhut Ilham saat saat Webinar Nasional Transformasi Pemanfaatan Hutan Seri 8, Kamis (6/8/2026), menjelaskan, pemerintah menargetkan restorasi 12 juta hektare lahan kritis sebagai bagian dari komitmen pengendalian perubahan iklim.

Dari luasan tersebut, sekitar 6,5 juta hektare berada di dalam kawasan hutan dan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi proyek perdagangan karbon.

Read also:  KKP Siapkan Aturan Perdagangan Karbon Sektor Kelautan dan Perikanan, Begini Bocorannya

“Dari 6,5 juta hektare itu, sekitar 3,6 juta hektare merupakan kawasan yang belum berizin. Di wilayah inilah terdapat peluang investasi perdagangan karbon yang bisa dikembangkan melalui skema Multiusaha Kehutanan,” kata Ilham pada webinar bertajuk “Transformasi Pemanfaatan Hutan melalui Perdagangan Karbon yang Berintegritas dan Inklusif” tersebut.

Menurut dia, dari total kawasan yang belum berizin tersebut, sekitar 2,4 juta hektare berada di kawasan hutan lindung dan hutan produksi yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan investasi perdagangan karbon.

Namun, proyek yang dikembangkan tidak hanya mengandalkan penjualan kredit karbon, melainkan harus dipadukan dengan kegiatan usaha lain seperti pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) sesuai konsep Multiusaha Kehutanan.

Read also:  Menteri LH Dorong Koperasi Masuk Pasar Karbon: Manfaat Ekonomi Harus Kembali ke Rakyat

“Karena kita Multiusaha Kehutanan, jadi tidak boleh hanya usaha penyimpanan dan penyerapan karbon, tetapi harus dipadukan dengan usaha lain seperti hasil hutan bukan kayu,” ujar Ilham.

Sementara itu Deputi Direktur Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Yuki Yasarani mengatakan OJK bersama Kementerian Kehutanan sedang mengembangkan program Satu Karsa sebagai proyek percontohan (pilot project) pembiayaan karbon berbasis reforestasi dan agroforestri.

Program dengan target pengembangan hingga 1 juta hektare tersebut dirancang bukan hanya untuk memulihkan kawasan hutan, tetapi juga menguji model pembiayaan yang dapat direplikasi secara nasional.

Melalui Satu Karsa, OJK akan mengombinasikan berbagai instrumen pembiayaan dalam skema blended finance untuk menekan risiko investasi sekaligus meningkatkan kelayakan proyek (bankability). Program ini juga melibatkan masyarakat dan sektor jasa keuangan agar tercipta model pembiayaan karbon yang inklusif dan berkelanjutan.

Read also:  Kemitraan Indonesia–Norwegia Tunjukkan Model Baru Diplomasi Iklim Berbasis Kinerja

“Kita mulai pendekatannya dengan adanya pilot project supaya bisa jadi use case, bisa jadi pembuktian bahwa proyek di Indonesia ini benar-benar kredibel dan memiliki nilai tinggi secara global,” kata Yuki.

Menurut Yuki, keberhasilan proyek percontohan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi lembaga keuangan dalam menyalurkan pembiayaan ke proyek karbon lainnya.

OJK juga akan memfasilitasi business matching antara pengembang proyek dan lembaga jasa keuangan sehingga terbentuk pipeline proyek karbon yang kredibel, layak dibiayai, dan dapat direplikasi di berbagai daerah. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Asuransi Karbon Disiapkan, OJK Dorong Pembiayaan Berkelanjutan bagi Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan berbagai instrumen pembiayaan untuk memperkuat ekosistem perdagangan karbon nasional. Salah satu yang sedang dikembangkan adalah asuransi karbon...

KKP Siapkan Aturan Perdagangan Karbon Sektor Kelautan dan Perikanan, Begini Bocorannya

Ecobiz.asia - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyiapkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Pengelolaan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon Sektor Kelautan dan Perikanan...

Rancangan Peraturan Tentang Perdagangan Karbon Sektor Pertanian, Libatkan Petani dalam Proyek Offset

Ecobiz.asia — Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menyiapkan Peraturan Menteri Pertanian tentang Tata Cara Perdagangan Karbon Melalui Offset Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Pertanian sebagai...

Carbon Hub Kehutanan Harus Libatkan Masyarakat, Pakar UGM: Pastikan Pembagian Manfaat yang Adil

Ecobiz.asia – Peluncuran Indonesian Forestry Carbon Hub (IFCH) dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat tata kelola perdagangan karbon sektor kehutanan di Indonesia. Namun, keberhasilan...

Kemitraan Indonesia–Norwegia Tunjukkan Model Baru Diplomasi Iklim Berbasis Kinerja

Ecobiz.asia - Kemitraan Indonesia dan Norwegia dalam perlindungan hutan tropis dan pengendalian perubahan iklim dinilai telah melahirkan model baru kerja sama internasional yang lebih...

TOP STORIES

OJK Develops Carbon Insurance to Unlock Financing for Indonesia’s Carbon Projects

Ecobiz.asia – Indonesia's Financial Services Authority (OJK) is developing carbon insurance and other sustainable finance instruments to strengthen the country's carbon market ecosystem and...

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...

Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan,...

Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikat Green Terminal

Ecobiz.asia – Terminal LPG Tanjung Sekong milik PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), menjadi terminal LPG pertama di...

Asuransi Karbon Disiapkan, OJK Dorong Pembiayaan Berkelanjutan bagi Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan berbagai instrumen pembiayaan untuk memperkuat ekosistem perdagangan karbon nasional. Salah satu yang sedang dikembangkan adalah asuransi karbon...