Ecobiz.asia – Pemerintah mempercepat pemulihan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara dengan menyiapkan penyelesaian administrasi hingga Oktober 2026 dan investasi sekitar US$270 juta. Langkah ini ditargetkan mengembalikan kapasitas pembangkit menjadi 330 megawatt (MW) pada 2027–2028 sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan pemerintah memprioritaskan penyelesaian seluruh proses administrasi sebelum memasuki tahap pemulihan kapasitas produksi.
“Yang pertama dari sisi administrasi kita akan selesaikan sampai dengan Oktober 2026 ini. Setelah urusan administrasi selesai, pada 2027–2028 kita kejar peningkatan kapasitas produksi,” kata Yuliot usai meninjau PLTP Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (31/7).
Menurut Yuliot, pemulihan kapasitas pembangkit membutuhkan tambahan investasi sekitar US$270 juta untuk mengembalikan produksi ke kapasitas terpasang sebesar 330 MW.
“Perlu ada tambahan investasi baru sekitar US$270 juta untuk mengembalikan kapasitas menjadi 330 MW dari potensi panas bumi yang mencapai sekitar 1.100 MW,” ujarnya.
Saat ini, produksi listrik PLTP Sarulla berada di kisaran 220 MW, lebih rendah dari kapasitas terpasang akibat perubahan tekanan uap di reservoir panas bumi yang memengaruhi kinerja pembangkit.
Pemerintah bersama operator telah menyiapkan langkah teknis dan administrasi untuk memulihkan kapasitas eksisting. Setelah pembangkit kembali beroperasi optimal, pengembangan lanjutan akan dilakukan secara bertahap guna memanfaatkan potensi panas bumi Sarulla yang diperkirakan mencapai 1.100 MW.
PLTP Sarulla yang berlokasi di Kecamatan Pahae Julu dan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, dioperasikan oleh Sarulla Operations Ltd. (SOL). Pembangkit ini memiliki tiga unit berkapasitas masing-masing 110 MW, yakni Unit Silangkitang (beroperasi komersial pada Maret 2017), Unit Namora-I-Langit 1 (Oktober 2017), dan Unit Namora-I-Langit 2 (Mei 2018).
Pemerintah menilai pemulihan PLTP Sarulla menjadi bagian penting dalam meningkatkan pasokan listrik berbasis energi baru terbarukan sekaligus mendukung target penguatan ketahanan energi nasional dan peningkatan bauran energi bersih. ***



