KLH Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular, Jombang Jadi Contoh

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong transformasi pengelolaan sampah nasional dari sistem kumpul-angkut-buang menuju ekonomi sirkular yang mampu menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja hijau. Kabupaten Jombang dinilai menjadi salah satu contoh daerah yang mulai menerapkan pendekatan tersebut.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat mengatakan sampah tidak lagi dapat dipandang sebagai limbah semata, tetapi harus dikelola sebagai sumber daya ekonomi. Hal itu disampaikannya saat meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjardowo di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (15/7).

Read also:  KKP Tetapkan 683.826,89 Ha Perairan di Maluku Tengah Jadi Kawasan Konservasi, Habitat Penting Hiu Martil

“Secara umum, pengelolaan sampah di Kabupaten Jombang sudah berjalan baik dan tidak lagi hanya menggunakan pola kumpul, angkut, dan buang. Dari total timbulan sampah, sekitar 30 persen masuk ke TPA. Tinggal kita perkuat intervensinya agar ekonomi sirkular berjalan lebih optimal dan membuka lebih banyak pekerjaan hijau atau green jobs,” kata Jumhur.

Data KLH menunjukkan timbulan sampah di Kabupaten Jombang mencapai sekitar 530 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 180 ton diangkut ke TPA Banjardowo, sementara sisanya dikelola melalui berbagai skema pengurangan. TPA tersebut juga telah dilengkapi fasilitas pemilahan berkapasitas 25 ton per hari dan unit pengomposan berkapasitas 2 ton per hari untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Read also:  Tak Lagi Fokus Kayu, Kemenhut Buka 5,67 Juta Hektare Hutan untuk Pangan, Energi dan Karbon

Menurut Jumhur, transformasi sistem persampahan harus dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan pemilahan sampah dari rumah tangga, optimalisasi bank sampah, peningkatan kegiatan daur ulang, serta pelibatan masyarakat dan pelaku usaha. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi material yang masih dapat dimanfaatkan sekaligus mengurangi ketergantungan pada sistem landfill.

Selain itu, KLH tengah mengkaji penerapan skema pengelolaan sampah berbasis aglomerasi, yakni pemanfaatan fasilitas pengolahan secara bersama oleh sejumlah daerah yang berdekatan. Pemerintah akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jombang dan para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi kebutuhan peningkatan kapasitas pengolahan sekaligus menilai kelayakan teknis dan lingkungan penerapan sistem tersebut. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kepatuhan Produsen Rendah, KLH Rancang Ulang Permen Peta Jalan Pengelolaan Sampah

Ecobiz.asia — Rendahnya kepatuhan produsen dalam menjalankan tanggung jawab pengurangan sampah mendorong Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merancang ulang regulasi tentang pengurangan...

Satgas PKH Kuasai Kembali 6,21 Juta Hektare Kawasan Hutan Jadi Sawit, 14.633,79 Hektare Jadi Tambang

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menguasai kembali kawasan hutan seluas 6.206.212,14 hektare pada sektor perkebunan sawit dan 14.633,79 hektare...

Beralih dari Energi Fosil, Hashim Ungkap Strategi Indonesia Kembangkan PLTS, Nuklir hingga Biofuel

Ecobiz.asia — Pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, mulai dari pengembangan pembangkit listrik tenaga surya...

Indonesia Sukses Swasembada Beras, Hashim Sebut Perluasan Sawah di Kawasan Hutan tak Lagi Diperlukan

Ecobiz.asia — Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengatakan tercapainya swasembada beras membuat pemerintah tidak lagi melihat kebutuhan untuk memperluas budidaya...

Pemerintah Didesak Segera Terbitkan Regulasi Safeguard AI dan Standar Data Center Hijau

Ecobiz.asia — Institute for Essential Services Reform (IESR) mendesak pemerintah segera menetapkan regulasi safeguard untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan standar data center hijau...

TOP STORIES

Indonesia Plans Special Unit to Tackle Methane, Black Carbon Emissions by 2027

Ecobiz.asia — Indonesia is preparing to establish a special unit to coordinate efforts to reduce emissions of super pollutants such as methane and black...

APP Group Becomes First Indonesian Company to Join RE100, Targets 100% Renewable Electricity

Ecobiz.asia – APP Group has become the first Indonesian company to join RE100, a global initiative led by The Climate Group that brings together...

PBPH Antusias Terapkan Multiusaha Kehutanan, Padukan Kayu dengan Agroforestri dan Karbon

Ecobiz.asia — Pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) mulai melihat model bisnis Multiusaha Kehutanan (MUK) sebagai peluang untuk mendiversifikasi usaha di tengah tekanan terhadap...

APP Group Gabung Inisiatif RE100, Bidik 100% Listrik Terbarukan

Ecobiz.asia — APP Group menjadi perusahaan Indonesia pertama yang bergabung dengan RE100, inisiatif global yang mendorong perusahaan menggunakan 100% listrik terbarukan dalam kegiatan operasionalnya...

Indonesia’s Nickel Industry Builds End-to-End Value Chain as Downstreaming Boosts Exports

Ecobiz.asia – Indonesia’s nickel industry now spans much of the value chain, from nickel ore processing to battery recycling, as the government’s downstreaming policy...