Bio Farma Mulai Gunakan CNG, Pangkas Emisi dan Biaya Energi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Bio Farma (Persero) resmi bekerja sama dengan PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) untuk memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai sumber energi di fasilitas produksinya di Bandung. Penggunaan CNG yang mulai dioperasikan pada Rabu (15/7/2026) ini menjadi yang pertama bagi Bio Farma sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi operasional.

Direktur Operasi Bio Farma Iin Susanti mengatakan CNG akan digunakan sebagai bahan bakar utama boiler yang menghasilkan uap untuk proses produksi, sementara solar tetap disiapkan sebagai bahan bakar cadangan melalui sistem dual fuel guna menjaga keandalan pasokan energi.

“Bio Farma berkomitmen menerapkan prinsip ESG, salah satunya melalui pemanfaatan bahan bakar yang lebih rendah emisi dan ramah lingkungan seperti CNG,” ujar Iin dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7).

Read also:  Perkuat Pasokan Gas Bumi, PGN Dapat Tambahan 5,45 BBTUD dari WK Tungkal

Menurut Bio Farma, penggunaan CNG diproyeksikan dapat menurunkan emisi karbon dioksida sekitar 24 persen dibandingkan penggunaan solar. Selain itu, perusahaan memperkirakan efisiensi biaya energi dapat mencapai sekitar 37 persen per tahun, bergantung pada tingkat utilisasi fasilitas, kebutuhan produksi, serta harga energi.

Fasilitas CNG yang dibangun mencakup shelter penerimaan gas, Pressure Regulating Station, sistem metering, jaringan pipa distribusi, serta integrasi dengan burner dan panel kontrol boiler. Sistem tersebut juga dilengkapi perangkat keselamatan seperti deteksi kebocoran gas, penghentian aliran otomatis, pengaturan tekanan, dan sistem proteksi kebakaran.

Read also:  PLN Nusantara Power Perluas Bisnis di Luar Pembangkitan, Raih Dua Penghargaan Marketing 2026

Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas pemanfaatan CNG ke sektor-sektor strategis, termasuk industri kesehatan.

“Kolaborasi dengan Bio Farma menjadi bagian dari komitmen kami memperluas manfaat CNG ke sektor-sektor esensial yang menopang kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan. Keandalan pasokan energi di fasilitas produksi seperti Bio Farma sangat penting karena menyangkut kesinambungan produksi yang berdampak langsung pada layanan kesehatan publik,” katanya.

PGN Gagas akan memasok sekitar 300.000 meter kubik CNG per bulan untuk memenuhi kebutuhan operasional Bio Farma. Volume tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi operasional hingga sekitar 40 persen dibandingkan sumber energi yang digunakan sebelumnya.

Read also:  Schneider Electric Hadirkan Altivar HVAC ATH600 untuk Dorong Efisiensi Energi Bangunan

Kerja sama ini juga menambah portofolio pelanggan layanan Gaslink milik PGN Gagas. Hingga Juni 2026, layanan CNG tersebut telah melayani lebih dari 600 pelanggan di sektor industri dan komersial dengan total penyaluran hampir 11 BBTUD.

PGN Gagas merupakan anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk yang menyediakan layanan distribusi gas di luar jaringan pipa melalui CNG dan liquefied natural gas (LNG). Bagi Bio Farma, yang merupakan produsen vaksin dengan produk dipasarkan ke lebih dari 150 negara, pasokan energi yang andal dinilai penting untuk menjaga kesinambungan proses produksi. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

ESGIN, KPCI dan KKDC Bangun Ekosistem Green Economy

Ecobiz.asia – PT ESGIN Global Partners (ESGIN), Koperasi Pangan Cendekia Indonesia (KPCI), dan Koperasi Kencana Darma Cendekia (KKDC) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan...

Ascenso Bidik Industri Tambang Indonesia dengan Ban Radial OTR hingga 49 Inci

Eciobiz.asia -- Produsen ban asal India, Ascenso Tyres, memperluas bisnisnya ke sektor pertambangan Indonesia melalui peluncuran portofolio All-Steel Radial Off-The-Road (R-OTR), termasuk ban berukuran...

TOP STORIES

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...