Agrinas Palma dan Konsorsium Korea Jajaki Pemanfaatan Limbah Sawit, dari Energi hingga Biochar

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan konsorsium Korea Selatan untuk mengembangkan energi hijau dan produk bernilai tambah dari limbah kelapa sawit, mulai dari biopellet, biochar, pupuk berbasis karbon hingga biodiesel.

Penjajakan tersebut dilakukan melalui pertemuan bisnis di Jakarta yang dihadiri jajaran manajemen kedua belah pihak, termasuk Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani serta perwakilan PT Astrum Dunia Inovasi, Hwasung Tech-Win Co., Ltd., dan PT Siborong Nusa Gemilang.

Salah satu fokus utama kerja sama adalah pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit atau Empty Fruit Bunch (EFB) yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Read also:  ANTAM Kembali Masuk Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Melalui dukungan teknologi dari Korea Selatan, biomassa sawit tersebut berpotensi diolah menjadi berbagai produk ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek pasar yang terus berkembang seiring meningkatnya permintaan terhadap energi terbarukan dan produk rendah emisi.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan pengembangan energi hijau berbasis biomassa merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat bisnis berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan.

Read also:  PLN EPI Jajaki Kolaborasi dengan KLH, Manfaatkan Limbah untuk Energi

“Pengembangan energi hijau dan pemanfaatan biomassa merupakan bagian dari upaya Agrinas Palma untuk menciptakan bisnis yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Ghani dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (17,6/2026).

Menurutnya, kerja sama dengan mitra Korea juga membuka peluang pengembangan produk hilir perkebunan yang berorientasi ekspor serta memperkuat transformasi Agrinas Palma menuju agroindustri modern yang berdaya saing global.

Read also:  Pertamina Drilling-Halliburton Perkuat Kerja Sama, Bidik Proyek Migas hingga Geothermal Global

Dalam pertemuan tersebut, konsorsium Korea memaparkan sejumlah teknologi pengolahan biomassa yang dapat diintegrasikan dengan fasilitas pengolahan kelapa sawit milik Agrinas Palma.

Selain menghasilkan energi terbarukan dan material ramah lingkungan, pemanfaatan biomassa sawit tersebut juga dinilai berpotensi mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca dan pengembangan proyek perdagangan karbon.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan melakukan pertukaran informasi teknis, penyusunan proposal kerja sama, serta studi kelayakan untuk menentukan model bisnis yang paling optimal bagi pengembangan energi hijau berbasis biomassa sawit. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

ANTAM Kembali Masuk Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Ecobiz.asia – PT ANTAM Tbk kembali terpilih sebagai konstituen tiga indeks Environmental, Social, and Governance (ESG) KEHATI untuk periode Juni–November 2026, yakni Indeks SRI-KEHATI,...

PHM Dorong Konservasi Pesisir dan Dekarbonisasi Lewat Penanaman Mangrove di Lamaru

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menanam 500 bibit pohon mangrove di Pantai Lamaru, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 13 Juni 2026 sebagai puncak...

PHE-Bareskrim Polri Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Operasi Hulu Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina memperpanjang kerja sama strategis dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Badan Reserse Kriminal...

Masuki Usia 18 Tahun, Pertamina Drilling Perkuat Implementasi Green Drilling

Ecobiz.asia - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menegaskan komitmennya menerapkan konsep green drilling atau pengeboran ramah lingkungan seiring peringatan hari jadinya yang...

100×100 Luncurkan Pendanaan US$100 Juta, Bidik Bangun 50 Perusahaan Iklim di Asia Tenggara dan India

Ecobiz.asia – Perusahaan venture builder dan investasi iklim berbasis di Singapura, 100x100, meluncurkan Pendanaan Tahap Kedua (Fund II) dengan target dana kelolaan sebesar US$100...

TOP STORIES

ANTAM Kembali Masuk Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Ecobiz.asia – PT ANTAM Tbk kembali terpilih sebagai konstituen tiga indeks Environmental, Social, and Governance (ESG) KEHATI untuk periode Juni–November 2026, yakni Indeks SRI-KEHATI,...

Plastic Smart Cities WWF Dorong Praktik Ekonomi Sirkular, Kurangi Polusi Plastik di Indonesia

Ecobiz.asia – Program Plastic Smart Cities (PSC) yang dijalankan WWF-Indonesia dinilai berhasil memperkuat sistem pengelolaan sampah dan mendorong praktik ekonomi sirkular sebagai upaya mengurangi...

PHM Dorong Konservasi Pesisir dan Dekarbonisasi Lewat Penanaman Mangrove di Lamaru

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menanam 500 bibit pohon mangrove di Pantai Lamaru, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 13 Juni 2026 sebagai puncak...

Cegah Karhutla, Pemerintah Percepat Pembangunan Sekat Kanal dan Perkuat Budaya Ekologis Gambut

Ecobiz.asia – Pemerintah memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mempercepat pembangunan sekat kanal, menjaga tata kelola air gambut, serta membangun budaya...

PHE-Bareskrim Polri Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Operasi Hulu Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina memperpanjang kerja sama strategis dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Badan Reserse Kriminal...