Agrinas Palma dan Konsorsium Korea Jajaki Pemanfaatan Limbah Sawit, dari Energi hingga Biochar

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan konsorsium Korea Selatan untuk mengembangkan energi hijau dan produk bernilai tambah dari limbah kelapa sawit, mulai dari biopellet, biochar, pupuk berbasis karbon hingga biodiesel.

Penjajakan tersebut dilakukan melalui pertemuan bisnis di Jakarta yang dihadiri jajaran manajemen kedua belah pihak, termasuk Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani serta perwakilan PT Astrum Dunia Inovasi, Hwasung Tech-Win Co., Ltd., dan PT Siborong Nusa Gemilang.

Salah satu fokus utama kerja sama adalah pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit atau Empty Fruit Bunch (EFB) yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Read also:  Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Melalui dukungan teknologi dari Korea Selatan, biomassa sawit tersebut berpotensi diolah menjadi berbagai produk ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek pasar yang terus berkembang seiring meningkatnya permintaan terhadap energi terbarukan dan produk rendah emisi.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan pengembangan energi hijau berbasis biomassa merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat bisnis berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan.

Read also:  PIS Restorasi Terumbu Karang di Bali Barat, Tanam 100 Fragmen dan Edukasi Anak Pesisir

“Pengembangan energi hijau dan pemanfaatan biomassa merupakan bagian dari upaya Agrinas Palma untuk menciptakan bisnis yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Ghani dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (17,6/2026).

Menurutnya, kerja sama dengan mitra Korea juga membuka peluang pengembangan produk hilir perkebunan yang berorientasi ekspor serta memperkuat transformasi Agrinas Palma menuju agroindustri modern yang berdaya saing global.

Read also:  ClientEarth-CPI Indonesia Teken MoU, Percepat Transisi Energi Berkeadilan

Dalam pertemuan tersebut, konsorsium Korea memaparkan sejumlah teknologi pengolahan biomassa yang dapat diintegrasikan dengan fasilitas pengolahan kelapa sawit milik Agrinas Palma.

Selain menghasilkan energi terbarukan dan material ramah lingkungan, pemanfaatan biomassa sawit tersebut juga dinilai berpotensi mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca dan pengembangan proyek perdagangan karbon.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan melakukan pertukaran informasi teknis, penyusunan proposal kerja sama, serta studi kelayakan untuk menentukan model bisnis yang paling optimal bagi pengembangan energi hijau berbasis biomassa sawit. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Ecobiz.asia -- PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mengajukan tambahan alokasi gas bumi untuk kebutuhan compressed...

Pertamina Trans Kontinental Salurkan Bantuan Bencana di NTT, Pastikan Layanan Maritim Tetap Berjalan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus memastikan keandalan...

Jaga Ekosistem Bahari, Pertamina Trans Kontinental Tanam 512 Fragmen Terumbu Karang di Sulut

Ecobiz.asia – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menanam 512 fragmen terumbu karang di perairan Sulawesi Utara sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem laut dan...

ADUPI, IDCTA dan ESGIN Bangun Infrastruktur Digital untuk Perkuat Industri Daur Ulang

Ecobiz.asia -- Transformasi industri daur ulang Indonesia memasuki tahap baru dengan semakin pentingnya infrastruktur data, ketertelusuran material dan verifikasi dampak lingkungan. Untuk mendukung agenda...

VCarboN Bidik Pasar Karbon Compliance, Dorong Akses Proyek Indonesia ke Korea Selatan

Ecobiz.asia – Pengembang proyek karbon VCarboN mulai membidik perluasan akses pasar karbon Indonesia, tidak hanya melalui voluntary carbon market (VCM) tetapi juga compliance carbon...

TOP STORIES

MedcoEnergi Salurkan Bantuan Logistik bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7...

WRI Indonesia Dorong Penguatan Data dan MRV Emisi Metana Sektor Persampahan

Ecobiz.asia -- World Resources Institute (WRI) Indonesia mendorong penguatan kualitas data persampahan dan sistem measurement, reporting, and verification (MRV) untuk mempercepat upaya pengurangan emisi...

PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Ecobiz.asia -- PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mengajukan tambahan alokasi gas bumi untuk kebutuhan compressed...

Karhutla Meningkat, Pemerintah Perkuat Operasi Terpadu di Tiga Provinsi Kalimantan

Ecobiz.asia — Pemerintah memperkuat operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan menyusul peningkatan hotspot berkepercayaan...

Gerakan Jemaat Jaga Bumi, KLH Dorong HKBP Perkuat Pilah Sampah Menuju Gereja Hijau

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong organisasi keagamaan mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan sampah melalui perubahan perilaku jemaat. Menteri LH/Kepala...